Memahami Pentingnya Asset Management Bagi Perusahaan

Artikel

Banyak perusahaan maju dan bahkan yang sedang berkembang sedang gencarnya menerapkan prinsip ’Asset Management’ (AM) dalam implementasi manajemen mereka. Hadirnya Asset Management merupakan sebuah langkah baik untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara efektif dan efisien. Keberadaan AM dalam strategi perusahaan merupakan sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindarkan, namun sayangnya masih belum banyak perusahaan yang mampu mengimplementasikan strategi AM secara optimal dalam lingkup manajemen mereka.

Asset Management bisa diartikan sebagai sebuah metode pengelolaan asset perusahaan (baik yang tangible, maupun intangible) melalui proses yang sistematis untuk mempertahankan, memperbaharui, atau menggunakan aset dengan cara optimal agar tercapai prinsip efektif dan efisien. AM berfungsi sebagai sebuah metode untuk memperhitungkan seluruh kegunaan dan kebermanfaatan asset perusahaan agar bisa digunakan secara optimal hingga memberikan manfaat yang maksimal kepada perusahaan.

Kenapa AM sangat penting? Hal ini dikarenakan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas. Baik sumberdaya manusia (SDM) begitu pula sumber daya material lainnya. Oleh karena itu, peran AM penting untuk mengoptimalkan kegunaan aset perusahaan agar terpakai dengan baik sesuai kemampuannya.

Baca juga: ARTI PENYUAPAN DAN GRATIFIKASI DALAM ISO 37001:2016

Namun, perlu ditekankan bahwa penerapan Asset Management di sebuah perusahaan bukan hanya sekadar proses implementasi di bagian produksi saja, tetapi harus menyeluruh sejak rencana strategi perusahaan dikreasikan. Peran AM harus memiliki pemahaman pada prinsip ideologis perusahaan, bukan hanya pada tataran praktis semata.

Secara umum, berikut tujuan AM yang dikemukakan oleh beberapa ahli:

  • Berguna untuk memastikan status kepemilikan suatu asset di perusahaan.
  • Memudahkan untuk inventarisasi kekayaan dan masa pakai aset yang dimiliki.
  • Fungsi kontrol untuk menjaga agar nilai aset tetap tinggi dan memiliki usia hidup yang panjang.
  • Meminimalisasi biaya selama umur suatu asset masih berlaku.
  • Sarana untuk memastikan suatu aset dapat menghasilkan keuntungan yang maksimum.
  • Memandu agar penggunaan dan pemanfaatan aset bisa secara optimal.
  • Untuk keperluan pengamanan aset.
  • Sebagai acuan untuk menyusun neraca dalam akuntansi bagi tim inventarisasi.
  • Bagaimana menerapkan Asset Manajemen dalam perusahaan?

    Banyak rujukan ahli yang telah mengembangkan berbagai metode atau kerangka dalam menerapkan Asset Management di perusahaan. Pendekatan yang digunakan dari berbagai kerangka analisis ini memberikan hasil yang secara khusus mengedepankan poin pendekatannya masing-masing. Ada yang menggunakan pendekatan kualitas asset, ada juga kerangka yang mengedepankan pada siklus operasional atau proses produksi di perusahaan.

    Pertama, kita mengenal kerangka “Quality Management Framework”. Pendekatan ini menekankan bahwa Asset Management bisa dilakukan dengan mengkaji 7 (tujuh) komponen Quality, yaitu Information system, Data & Knowledge, People Issues,

    total asset management plan

    Organizational Issues, Lifecycle process, Total Asset Management Plan, dan terakhir commercial tactics. Lima komponen pertama menjadi faktor yang mempengaruhi untuk membentuk perencanaan Asset Management di perusahaan, sehingga kalau Total AM Plan sudah terbentuk, maka ini akan berpengaruh positif pada hubungan dengan pelanggan atau dikenal juga dengan istilah commercial tactics.

    Kedua, ada pendekatan yang disebut dengan “Management System Framework” yang lebih menekankan pada rangkaian produksi dari hulu ke hilir berdasarkan proses bisnis yang berlangsung di perusahaan tersebut.

    asset management plan

    Kerangka ini juga menekankan bahwa Asset Management sangat erat kaitannya dengan kontrol penggunaan biaya dalam tahap produksi, sehingga manajemen puncak bisa melakukan pengawasan dengan baik. Menariknya, dalam kerangka ini, perusahaan bisa menyesuaikan rencana asset management berdasarkan budget tahunan yang dimiliki dan juga kemungkinan risiko kegagalan yang bisa terjadi dari tiap proses produksi yang terjadi. Pendekatan ini membantu manajemen untuk merencanakan kemungkinan terburuk yang bisa menimpa asset perusahaan dan upaya penanganannya.

    Kerangka ketiga ialah “Five Core Management Questions” yang mengedepankan 5 (lima) pertanyaan kunci yang harus dijawab untuk mengetahui sejauh mana kualitas pengelolaan asset yang dilakukan oleh perusahaan.

    Kenapa harus mengajukan lima pertanyaan ini? Karena dengan mengemukakan kelima pertanyaan ini, manajemen bisa memulai untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap penerapan asset manajemen mereka, baik itu yang sudah terencana ataupun bahkan yang dilakukan tanpa perencanaan. Melalui lima kelompok pertanyaan ini, manajemen bisa menyusun rencana terbaik untuk menerapkan Perencanaan Asset Management mereka.

    Keempat ialah pendekatan AM yang menggunakan kerangka “Core Processes and Practices View”. Kerangka ini menekankan pada langkah sistematis yang melihat asset management sebagai sebuah proses yang kompleks dan berkesinambungan. Pendekatan ini mengedepanan framework analisis yang menekankan 10 (sepuluh) kelompok variable

    yang harus dianalisis. Kelompok variable tersebut juga memiliki berbagai pendekatan pengukuran yang bisa disesuaikan dengan pola manajerial yang sudah dijalankan perusahaan. Misalnya, dalam melakukan evaluasi untuk “Inventory Analysis”, perusahaan bisa menggunakan pengukuran data inventory atau juga menggunakan pengukuran dari Data Hierarcy. Untuk lebih jelasnya, kerangka Core Processes & Practices dijelaskan dalam gambar berikut ini :

    Kerangka “Core Processes & Practices”

    Itulah empat kerangka atau pendekatan yang digunakan dalam menyusun Total Asset Management Plan oleh beberapa perusahaan secara nasional maupun multinasional. Namun, tantangannya seringkali ialah keterbatasan SDM dan pola manajerial yang berjalan di perusahaan membuat AM belum bisa berjalan optimal. Oleh karena itu, perusahaan

    membutuhkan mitra untuk melaksanakan penyusunan perencanaan Asset Management tersebut. Silahkan menghubungi GRC Indonesia yang siap membantu perusahaan Anda untuk menyusun dan mengevaluasi perencanaan Asset Management yang diimplementasikan di perusahaan Anda.

    Sumber: Olahan Penulis Tim Digitalfinger.id dari http://simple.werf.org/Books/Contents/Getting-Started-(2)/What-is-Asset-Management-

Menu
Open chat
%d bloggers like this: