Suasana Pelatihan ISO 37001:2025 PT Semen Tonasa

PT Semen Tonasa Perkuat SMAP Lewat Pelatihan ISO 37001:2025

Rate this post

MAKASSAR- PT Semen Tonasa mengikuti pelatihan Awareness dan audit internal SMAP ISO 37001:2025 selama dua hari di Makassar. Kegiatan berlangsung pada Rabu hingga Kamis (17-18/06/2026).

ISO 37001:2025 merupakan edisi revisi standar internasional anti-penyuapan yang menggantikan ISO 37001:2016. Batas akhir masa transisi standar ini ditetapkan pada 28 Februari 2027.

Sebagai bagian dari ekosistem PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Tonasa memilih bergerak lebih awal. Langkah ini untuk menyelaraskan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) dengan persyaratan ISO 37001:2025 sebelum tenggat waktu berakhir.

Pelatihan ini dipandu Agus Syukur, profesional di bidang implementasi dan audit internal SMAP berbasis standar internasional. Peserta dari PT Semen Tonasa memperoleh pemahaman menyeluruh terkait perubahan pada ISO 37001:2025.

Agus Syukur menekankan peran auditor internal sebagai garda terdepan dalam memastikan efektivitas sistem manajemen anti-penyuapan. 

“Peran  ISO 37001:2025 makin krusial di tengah regulasi tata kelola yang semakin ketat di sektor industri strategis nasional,” katanya.

Selama dua hari, tim PT Semen Tonasa mendalami sejumlah modul pelatihan. Modul-modul tersebut dirancang untuk membangun kemampuan praktis dalam penerapan SMAP ISO 37001:2025.

Seperti diketahui, ISO 37001 adalah standar yang didedikasikan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen anti-penyuapan.

Materi pertama mencakup perubahan utama dari ISO 37001:2016 ke ISO 37001:2025, termasuk adopsi Harmonized Structure (HS). Peserta juga mempelajari penguatan budaya kepemimpinan berintegritas dan integrasi pertimbangan perubahan iklim dalam tata kelola anti-penyuapan.

Materi berikutnya membahas teknik dan prosedur audit internal SMAP secara menyeluruh. Mulai dari perencanaan audit, pengumpulan bukti, penilaian kepatuhan, hingga pelaporan dan tindak lanjut temuan.

Peserta juga mempelajari penanganan konflik kepentingan dan harmonisasi ISO 37001:2025 dengan standar manajemen lainnya. Di antaranya ISO 9001 (Mutu), ISO 14001 (Lingkungan), dan ISO 37301 (Kepatuhan).

Sesi terakhir membahas roadmap transisi dari ISO 37001:2016 ke ISO 37001:2025. Termasuk langkah-langkah persiapan yang harus ditempuh organisasi sebelum 28 Februari 2027.

Keikutsertaan dalam pelatihan anti-penyuapan ini berdampak pada penguatan tata kelola PT Semen Tonasa. Perusahaan memiliki kesiapan lebih baik menghadapi proses migrasi sertifikasi sebelum batas akhir masa transisi.

Kemampuan auditor internal mengidentifikasi celah kepatuhan (compliance gap) juga semakin terasah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga efektivitas Sistem Manajemen Anti-Penyuapan secara berkelanjutan.

Satah satu peserta dari manajemen PT Semen Tonasa menyampaikan, pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam terhadap anti suap dan pentingnya integritas. 

“Kami memperoleh pemahaman komprehensif ISO 37001:2025 dan kesiapan untuk melaksanakan audit internal SMAP di lingkungan PT Semen Tonasa. Langkah ini sangat penting untuk memastikan kami tetap selaras dengan standar internasional terkini dalam pencegahan dan pemberantasan penyuapan,” ujar perwakilan manajemen PT Semen Tonasa.

Pelatihan anti-penyuapan di PT Semen Tonasa menegaskan kembali komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen ini sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang dijalankan di seluruh lini bisnis PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Kesiapan PT Semen Tonasa dalam menerapkan ISO 37001:2025 juga menjadi bagian dari upaya memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional dan internasional. Sekaligus menjaga reputasi korporat dalam konteks tata kelola yang akuntabel.