Mengenal Mitigasi Risiko: Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Perencanaannya

Mengenal Mitigasi Risiko: Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Perencanaannya

Artikel, Risk
5/5 - (10 votes)

Di era yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian ini dibutuhkan sistem mitigasi risiko yang konkret dan matang bagi perusahaan untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang. Agar tidak menimbulkan dampak yang dapat mengganggu performa perusahaan.

Risiko dapat berasal dari berbagai sumber. Mulai dari internal perusahaan, aspek operasional, keuangan, lingkungan, dan hukum.

Memiliki mitigasi risiko yang handal merupakan modal besar bagi perusahaan untuk tetap bisa bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin ketat. Terutama mendorong perusahaan lebih adaptif dan responsif dengan perubahan.

Mengenal Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko adalah suatu pendekatan atau serangkaian tindakan untuk mengidentifikasi, menilai, mengurangi, atau mengelola potensi risiko. Tujuannya untuk membantu perusahaan dalam mengatasi atau meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat risiko-risiko tersebut.

Mitigasi risiko penting dalam manajemen bisnis karena membantu perusahaan untuk merencanakan dan merespons situasi yang tidak pasti atau risiko yang mungkin muncul. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan keamanan, efisiensi operasional, dan keseluruhan keberhasilan proyek atau aktivitas yang dijalankan.

Baca juga : 10 Cara Mengukur dan Mengelola Risiko dengan ISO 31000 dalam Bisnis Anda

Tujuan Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko memiliki tujuan utama untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap perusahaan. Dalam konteks bisnis, terdapat beberapa tujuan khusus dari mitigasi risiko, antara lain:

  • Meningkatkan Keamanan
    Mitigasi risiko membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengurangi risiko yang dapat membahayakan keamanan karyawan, pelanggan, dan aset bisnis. Sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan melindungi bisnis dari kehilangan aset dan kerugian keuangan.
  • Meningkatkan Kualitas
    Mitigasi risiko juga dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas produk atau layanan dengan meminimalisir risiko-risiko yang dapat memengaruhi produksi produk.
  • Meningkatkan Efisiensi
    Penerapan mitigasi risiko fokus pada mengurangi faktor-faktor yang menghambat produktivitas dan efisiensi agar dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat biaya.
  • Meningkatkan Ketahanan Bisnis
    Melalui mitigasi risiko, perusahaan dapat mengurangi dampak dari kemungkinan risiko dan meningkatkan ketahanan bisnis. Hal ini memungkinkan bisnis untuk lebih cepat pulih dari gangguan atau kegagalan yang tidak terduga.
  • Meningkatkan Kepatuhan
    Mitigasi risiko menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku serta menghindari potensi konsekuensi hukum dan finansial yang merugikan.

Baca juga : Integrasi ISO 55001 dan ISO 31000: Mengapa Kedua Standar Ini Penting dalam Manajemen Aset dan Risiko

Jenis-Jenis Mitigasi Risiko

Dalam penerapannya, terdapat beberapa jenis mitigasi risiko yang dapat diadopsi oleh perusahaan, berikut penjelasannya:

  • Risiko Menghindari
    Risiko Menghindari atau Risk Avoidance yaitu strategi mitigasi risiko yang melibatkan penghindaran aktivitas atau praktik bisnis yang berpotensi menimbulkan risiko dengan biaya mitigasi yang terlalu tinggi.Misalnya, perusahaan dapat memutuskan untuk tidak memasuki pasar atau wilayah geografis yang memiliki risiko tinggi atau tidak memproduksi atau menjual produk yang berisiko tinggi seperti produk yang tidak aman atau tidak memiliki lisensi resmi.
  • Risiko Mengalihkan
    Risiko Mengalihkan atau Risk Transfer yaitu strategi mitigasi risiko yang melibatkan pemindahan risiko kepada pihak lain, seperti asuransi atau kontrak. Perusahaan dapat membeli asuransi untuk melindungi diri dari kerugian keuangan yang disebabkan oleh risiko tertentu, seperti kerusakan atau kehilangan aset, kecelakaan, atau tuntutan hukum.
  • Risiko Mengurangi
    Risiko Mengurangi atau Risk Reduction yaitu strategi mitigasi risiko yang melibatkan tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak risiko yang muncul. Misalnya, dengan meningkatkan prosedur keamanan, melakukan perbaikan teknologi, meningkatkan pelatihan karyawan, atau memperbaiki proses operasional.
  • Risiko Menerima
    Risiko Menerima atau Risk Acceptance yaitu  strategi mitigasi risiko dengan memutuskan untuk menerima risiko yang ada dan mengelolanya dengan cara yang dapat meminimalkan dampaknya pada bisnis. Hal ini digunakan ketika biaya atau sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi risiko terlalu tinggi dan kemungkinan terjadinya risiko relatif rendah.
  • Risiko Berbagi
    Risiko Berbagi atau Risk Sharing yaitu strategi mitigasi yang melibatkan kerja sama bisnis dengan mitra atau pihak lain untuk mengurangi dampak risiko pada bisnis. Pihak yang terlibat dalam risiko berbagi dapat berupa rekan bisnis, pemasok, atau bahkan pesaing.

Baca juga : Penerapan Manajemen Risiko di Kementerian Hukum dan HAM RI

Proses Penerapan Mitigasi Risiko

Proses penerapan mitigasi risiko melibatkan langkah-langkah yang harus dipenuhi perusahaan agar dapat melindungi bisnis dari berbagai ancaman. Berikut langkah-langkah dalam penerapan mitigasi risiko.

 

  • Identifikasi Risiko
    Langkah pertama dalam proses mitigasi risiko adalah mengidentifikasi risiko-risiko potensial yang dapat mempengaruhi tujuan atau aktivitas yang sedang berlangsung. Hal ini melibatkan pengidentifikasian berbagai jenis risiko yang mungkin muncul, seperti risiko keuangan, operasional, hukum, lingkungan, atau reputasi.
  • Evaluasi Risiko
    Langkah kedua yaitu mengevaluasi risiko-risiko yang telah diidentifikasi, untuk mengukur kemungkinan terjadinya risiko (probability) dan dampaknya (impact). Evaluasi ini membantu perusahaan untuk memahami seberapa besar risiko-risiko tersebut dapat mempengaruhi aktivitas atau tujuan.
  • Pengembangan Strategi Mitigasi
    Perusahaan kemudian merancang strategi mitigasi yang sesuai berdasarkan identifikasi dan evaluasi risiko yang telah dilakukan. Strategi ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis risiko dan tingkat dampaknya.
  • Implementasi Rencana Mitigasi
    Langkah keempat yaitu melaksanakan rencana mitigasi tersebut. Proses ini melibatkan penerapan tindakan-tindakan konkret yang telah direncanakan untuk mengurangi atau mengelola risiko.
  • Pemantauan dan Evaluasi
    Perusahaan harus memantau risiko-risiko yang ada dan evaluasi strategi mitigasi yang telah diimplementasikan secara berkala. Sehingga, jika muncul risiko-risiko baru atau ada perubahan dalam kondisi yang ada, maka perlu dilakukan penilaian ulang dan perbaikan terhadap strategi mitigasi.
  • Pengembangan Rencana Cadangan
    Sistem mitigas risiko yang telah dijalankan perlu untuk terus dikembangkan. Terutama pengembangan rencana cadangan dalam mengantisipasi risiko-risiko yang tetap muncul meski telah diidentifikasi,

Baca juga : Contoh Kasus Manajemen Risiko dan Analisisnya

Contoh Mitigasi Risiko

Sebuah perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk elektronik menghadapi krisis pasokan bahan baku yang mendadak. Bahan baku kunci untuk produksi mereka adalah komponen semikonduktor yang dipesan dari satu pemasok utama di luar negeri. Namun, pada suatu saat, pemasok tersebut menghadapi masalah produksi yang serius akibat bencana alam dan kesulitan dalam rantai pasokan mereka. Hal ini mengancam perusahaan dan kemampuan mereka untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Implementasi Mitigasi Risiko

Diversifikasi Pemasok: Perusahaan segera mengambil langkah untuk mencari alternatif pemasok komponen semikonduktor. Mereka menemukan beberapa pemasok yang dapat menyediakan produk yang serupa dengan kualitas yang setara.

Stok Cadangan: Perusahaan mulai menyimpan persediaan cadangan komponen semikonduktor yang cukup untuk beberapa bulan produksi. Ini memungkinkan mereka untuk tetap berproduksi meskipun pemasok utama mengalami gangguan.

Meningkatkan Kerja Sama dengan Pemasok: Perusahaan meningkatkan kerja sama mereka dengan pemasok utama, memahami lebih baik risiko dalam rantai pasokan mereka, dan mengembangkan rencana darurat bersama untuk mengatasi masalah seperti bencana alam atau gangguan produksi.

Hasilnya, ketika krisis pasokan bahan baku terjadi lagi, perusahaan memiliki pemasok alternatif yang dapat diandalkan dan stok cadangan yang cukup untuk menjaga produksi tetap berjalan. Langkah-langkah mitigasi risiko ini membantu perusahaan menghindari penurunan produksi dan kehilangan pelanggan yang signifikan. Selain itu, mereka juga meningkatkan ketahanan mereka terhadap risiko serupa di masa depan.

Kesimpulan

Penerapan mitigasi risiko adalah bagian penting dari manajemen untuk menghindari atau mengurangi risiko-risiko yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan. Dengan mengidentifikasi, menilai, dan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mengelola risiko, perusahaan dapat menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri dan mengurangi kemungkinan dampak negatif yang tidak diinginkan. Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

 

Pelatihan Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000 (1)

Jadilah pelopor keberhasilan bisnis Anda dengan Pelatihan ISO 31000 kami! Dapatkan pengetahuan mendalam tentang manajemen risiko terkini dan tingkatkan kinerja perusahaan Anda secara signifikan. Segera daftar dan raih keunggulan kompetitif yang tak terbatas!

 

Open chat
Hubungi kami