Mengenal Equity Financing: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

Mengenal Equity Financing: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

Artikel
5/5 - (1 vote)

Dalam dunia bisnis, modal menjadi salah satu faktor krusial yang memungkinkan sebuah perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. Terutama dalam mencapai target-target baru yang berkelanjutan.

Salah satu cara untuk mendapatkan modal adalah melalui equity financing atau pendanaan ekuitas sebagai salah satu sumber pendanaan perusahaan. Dalam artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu equity financing, fungsi-fungsinya, cara kerjanya, dan memberikan contoh-contoh yang relevan.

Pengertian Equity Financing

Equity financing adalah metode pendanaan di mana sebuah perusahaan mengumpulkan dana dengan menjual saham kepada investor. Dalam pertukaran tersebut, investor akan mendapatkan kepemilikan sebagian dari perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang dibelinya.

Dalam transaksi equity financing, perusahaan tidak mengeluarkan kewajiban pembayaran tetap seperti bunga atau pembayaran pokok pinjaman. Sebagai gantinya, investor yang membeli saham mendapatkan kepemilikan sebagian dari perusahaan tersebut.

Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan bisa berupa saham biasa atau preferen. Saham biasa memberikan hak kepemilikan dan partisipasi dalam keuntungan perusahaan kepada pemegang saham, sementara saham preferen memberikan prioritas dalam pembagian dividen dan likuidasi atas saham biasa.

Pendanaan ekuitas dapat dilakukan baik melalui penawaran umum (IPO) di pasar modal atau melalui penawaran swasta kepada investor tertentu. Metode ini memberikan perusahaan kebebasan dalam penggunaan dana yang diperoleh dan seringkali dianggap sebagai alternatif yang lebih fleksibel daripada pendanaan melalui utang.

Baca juga : Memilih Jenis Equity Financing yang Tepat untuk Bisnis Anda

Fungsi Equity Financing

Secara umum Equity Financing membantu perusahaan mendapatkan modal tanpa harus membayar bunga atau mengembalikan pokok pinjaman. Berikut fungsi dari Equity Financing:

  • Mendapatkan modal untuk ekspansi dan pertumbuhan perusahaan

    Equity financing memberikan modal yang diperlukan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnisnya. Dengan menjual saham kepada investor, perusahaan dapat memperoleh dana yang cukup untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka cabang baru, mengembangkan produk atau layanan baru, serta menjelajahi peluang-peluang baru yang dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang.

  • Meningkatkan modal kerja dan likuiditas perusahaan

    Equity financing juga dapat digunakan untuk meningkatkan modal kerja perusahaan, yaitu dana yang digunakan untuk membiayai operasi sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji karyawan, dan kebutuhan operasional lainnya. Selain itu, dengan meningkatkan likuiditas perusahaan melalui equity financing, perusahaan dapat lebih mudah mengatasi keterbatasan keuangan yang mungkin muncul dalam menjalankan operasinya.

  • Membangun kredibilitas dan reputasi perusahaan

    Melalui equity financing, perusahaan dapat menarik perhatian investor yang memiliki reputasi baik di industri atau pasar tertentu. Dengan demikian, keterlibatan investor yang terkemuka dapat membantu memperkuat kredibilitas dan reputasi perusahaan di mata pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dapat membuka pintu bagi peluang-peluang kemitraan dan pertumbuhan yang lebih besar di masa depan.

  • Menarik talenta dan investor terbaik

    Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh modal yang dimilikinya, tetapi juga oleh talenta yang terlibat dalam menjalankan operasinya. Dengan menjalani equity financing, perusahaan dapat menarik talenta terbaik dengan menawarkan imbalan berupa kepemilikan saham atau opsi saham (stock options).

Baca juga : Perbandingan Equity Financing di Berbagai Negara

Cara Kerja Equity Financing

Dalam penerapannya, equity financing melibatkan sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, diantaranya:

  • Perusahaan Menawarkan Saham Kepada Investor

    Langkah pertama dalam proses equity financing adalah perusahaan menawarkan sahamnya kepada investor. Ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal atau penawaran swasta kepada investor tertentu. Dalam penawaran saham, perusahaan menentukan jumlah saham yang akan dikeluarkan dan harga penawarannya.

  • Investor Membeli Saham dan Menjadi Pemilik Sebagian

    Perusahaan Investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam perusahaan kemudian membeli saham yang ditawarkan. Dengan membeli saham, investor tersebut secara efektif menjadi pemilik sebagian dari perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang dibelinya. Kepemilikan saham memberikan hak-hak tertentu kepada investor, seperti hak untuk memilih direksi perusahaan dan hak untuk menerima dividen jika perusahaan menghasilkan keuntungan.

  • Investor Menerima Keuntungan dari Dividen dan Kenaikan Nilai Saham

    Sebagai pemilik saham, investor memiliki potensi untuk memperoleh keuntungan dari dua sumber utama dari dividen dan kenaikan nilai saham. Investor dapat memperoleh keuntungan dengan menjual saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli mereka.

Keuntungan dan Kerugian Equity Financing

Equity financing menghadirkan berbagai keuntungan bagi perusahaan, khususnya dalam menambah alternatif baru untuk pendanaan. Namun ternyata equity financing juga membawa kerugian jika tidak dijalankan dengan optimal. Berikut keuntungan dan kerugian dari penerapan equity financing.

Keuntungan

  • Tidak Perlu Membayar Bunga atau Pokok Pinjaman

    Salah satu keuntungan utama dari equity financing adalah perusahaan tidak perlu membayar bunga atau pokok pinjaman kepada investor seperti dalam pendanaan utang. Dengan tidak adanya kewajiban pembayaran tetap tersebut, beban keuangan perusahaan dapat dikurangi, dan tidak akan ada tekanan keuangan yang berlebihan terkait pembayaran kembali pinjaman.

  • Mendapatkan Akses ke Jaringan dan Keahlian Investor

    Melalui equity financing, perusahaan tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mendapatkan akses ke jaringan dan keahlian investor yang terlibat. Investor seringkali membawa pengalaman, pengetahuan, dan koneksi yang berharga dalam industri tertentu. Kerjasama dengan investor yang berpengalaman juga dapat membantu perusahaan menghindari kesalahan yang dapat menghambat pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang.

  • Memperkuat Struktur Modal Perusahaan

    Equity financing dapat membantu memperkuat struktur modal perusahaan dengan mengimbangi hutang-hutang yang dimiliki perusahaan. Dengan meningkatkan bagian ekuitas dalam struktur modal perusahaan, perusahaan dapat memperkuat posisinya dan mengurangi risiko kebangkrutan yang mungkin timbul akibat beban hutang yang terlalu tinggi.

Kerugian

  • Kehilangan Sebagian Kepemilikan Perusahaan

    Salah satu kerugian utama dari equity financing adalah bahwa perusahaan harus rela mengorbankan sebagian dari kepemilikannya kepada investor baru. Dengan menjual saham kepada investor, perusahaan memberikan hak kepemilikan sebagian kepada mereka. Kehilangan sebagian kepemilikan juga berarti bahwa perusahaan harus berbagi keuntungan dengan lebih banyak pihak.

  • Dilusi Kepemilikan Saham Existing Shareholders

    Equity financing dapat mengakibatkan dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham yang sudah ada yang terjadi ketika perusahaan menerbitkan lebih banyak saham untuk dijual kepada investor baru, sehingga menyebabkan pemegang saham yang sudah ada memiliki persentase kepemilikan yang lebih kecil dari sebelumnya. Dilusi ini dapat mengurangi nilai relatif dari kepemilikan saham existing shareholders dan dapat mengakibatkan ketidakpuasan di antara mereka.

  • Tekanan untuk Menunjukkan Kinerja yang Baik kepada Investor

    Dengan mendatangkan investor baru melalui equity financing, perusahaan juga menempatkan dirinya pada tekanan untuk menunjukkan kinerja yang baik kepada investor tersebut. Investor biasanya mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi atas investasinya, baik dalam bentuk dividen yang baik maupun kenaikan nilai saham. Oleh karena itu, perusahaan mungkin merasa tertekan untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas yang konsisten demi memenuhi ekspektasi investor.

Meskipun equity financing dapat memberikan akses ke modal tambahan dan sumber daya yang berharga, perlu diingat bahwa ada kerugian dan konsekuensi yang terkait dengan pendekatan ini. Perusahaan harus mempertimbangkan dengan hati-hati implikasi jangka panjang dari menjalani equity financing dan menemukan keseimbangan antara mendapatkan modal dan mempertahankan kendali serta keuntungan.

Baca juga : Equity Financing vs. Debt Financing: Memilih Strategi Pembiayaan Terbaik

Contoh-contoh Equity Financing

Untuk memahami bagaimana cara kerja Equity Financing, berikut beberapa contoh dari Equity Financing:

  • Penawaran Saham Awal (IPO)

    Salah satu contoh penerapan equity financing yang paling umum adalah melalui Initial Public Offering (IPO) dimana perusahaan yang telah menjadi entitas swasta memutuskan untuk menjual sebagian sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya dengan mendaftarkan sahamnya di bursa saham. Investor yang membeli saham dalam IPO menjadi pemegang saham perusahaan dan memberikan modal kepada perusahaan dalam pertukaran kepemilikan saham. Contoh perusahaan yang melakukan IPO adalah Facebook pada tahun 2012, Alibaba pada tahun 2014, dan Airbnb pada tahun 2020.

  • Venture Capital

    Venture capital adalah bentuk equity financing di mana perusahaan startup atau perusahaan yang masih berkembang mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura. Investor venture capital menyediakan modal kepada perusahaan dalam pertukaran saham, biasanya dalam tahap awal atau pertengahan perkembangan perusahaan.

    Investor venture capital juga sering memberikan dukungan dan bimbingan kepada perusahaan yang diinvestasinya. Contoh perusahaan yang mendapatkan pendanaan dari venture capital adalah Uber, Airbnb, dan SpaceX.

  • Angel Investment

    Angel investment adalah bentuk investasi di mana individu kaya atau investor independen (yang dikenal sebagai “malaikat”) menyediakan modal kepada perusahaan startup atau perusahaan yang masih berkembang dalam tahap awal perkembangannya. Angel investor biasanya berinvestasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang dari pertumbuhan perusahaan dan penjualan saham di masa depan.

    Metode seringkali memberikan modal bersamaan dengan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada perusahaan yang diinvestasinya. Contoh angel investor terkenal adalah Peter Thiel dan Reid Hoffman.

  • Crowdfunding

    Crowdfunding adalah metode pendanaan di mana sejumlah kecil dana dikumpulkan dari sejumlah besar individu melalui platform online. Dalam crowdfunding model equity, investor yang berpartisipasi dalam kampanye crowdfunding menerima saham atau kepemilikan ekuitas dalam perusahaan sebagai imbalan atas investasi mereka.

    Pendanaan crowdfunding equity dapat membantu perusahaan startup atau perusahaan yang sedang berkembang mendapatkan modal tanpa harus mengakses pasar modal atau melibatkan investor modal ventura. Contoh platform crowdfunding equity adalah SeedInvest, AngelList, dan Crowdcube.

Baca juga : Good Corporate Governance (GCG): Pengertian, Prinsip, Manfaat, dan Contohnya

Perbedaan Equity Financing dengan Debt Financing

Equity Financing memiliki sejumlah perbedaan yang kentara dengan Debt Financing yang dapat dilihat dari berbagai aspek berikut:

  • Sumber Dana
    • Equity Financing: Sumber dana dalam equity financing berasal dari penjualan saham perusahaan kepada investor. Perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikan modal yang diperoleh melalui equity financing, tetapi pemegang saham memperoleh kepemilikan dalam perusahaan.
    • Debt Financing: Sumber dana dalam debt financing berasal dari pinjaman yang diberikan oleh pihak luar, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Perusahaan memiliki kewajiban untuk mengembalikan pinjaman bersama dengan pembayaran bunga dalam jangka waktu tertentu.
  • Bentuk Pendanaan 
    • Equity Financing: Bentuk pendanaan dalam equity financing adalah melalui penjualan saham atau kepemilikan ekuitas perusahaan kepada investor. Investor memperoleh hak kepemilikan dalam perusahaan sebagai imbalan atas investasi mereka.
    • Debt Financing: Bentuk pendanaan dalam debt financing adalah melalui pinjaman uang dengan janji untuk mengembalikan pokok pinjaman bersama dengan pembayaran bunga dalam jangka waktu tertentu.
  • Kewajiban
    • Equity Financing: Dalam equity financing, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membayar dividen atau mengembalikan modal kepada pemegang saham. Kewajiban perusahaan terbatas pada memberikan hak kepemilikan kepada pemegang saham.
    • Debt Financing: Dalam debt financing, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar bunga dan mengembalikan pokok pinjaman kepada pemberi pinjaman sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati.
  • Kepemilikan
    • Equity Financing: Dalam equity financing, investor yang membeli saham menjadi pemilik sebagian dari perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dibelinya. Kepemilikan perusahaan terbagi antara pemegang saham.
    • Debt Financing: Dalam debt financing, perusahaan tidak mengalami perubahan dalam struktur kepemilikannya. Pemberi pinjaman hanya memiliki hak atas pengembalian pinjaman yang diberikan, bukan kepemilikan langsung dalam perusahaan.
  • Risiko 
    • Equity Financing: Risiko dalam equity financing lebih terkait dengan pembagian potensi keuntungan dan kerugian di antara pemegang saham. Pemegang saham berbagi risiko keuangan perusahaan dan mungkin mengalami kerugian jika nilai saham turun.
    • Debt Financing: Risiko dalam debt financing lebih terkait dengan kemampuan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Perusahaan berisiko mengalami kebangkrutan jika tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Kesimpulan

Equity financing merupakan salah satu cara yang efektif bagi perusahaan untuk mendapatkan modal tanpa harus memikul beban pembayaran bunga atau pokok pinjaman. Dengan menjual saham kepada investor, perusahaan dapat memperoleh modal untuk ekspansi dan pengembangan bisnisnya.

Namun, perlu diingat bahwa dengan memberikan kepemilikan kepada investor, perusahaan juga harus bersedia untuk berbagi kendali dan keuntungan dengan mereka. Oleh karena itu, pemilihan metode pendanaan yang tepat menjadi kunci keberhasilan bagi pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis.

Jangan ragu untuk mendapatkan panduan ahli! Jadwalkan konsultasi mengenai Equity Financing hari ini dan temukan peluang baru untuk pertumbuhan bisnis Anda.

Open chat
Hubungi kami