Mengenal Audit Internal Berbasis Risiko Pada Perusahaan

Artikel

3 Menit Membaca—

Audit Internal menjadi salah satu bagian penting yang bisa mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Sebab seringkali ditemukan adanya ketidaksinambungan antara kontrol yang dijalankan dalam proses audit internal dengan risiko yang sebenarnya perusahaan miliki. Hal ini menjadi salah satu yang mendorong perusahaan untuk melakukan proses audit internal dengan pendekatan berbasis risiko atau Risk Based Internal Audit.

Risk Based Internal Audit (RBIA) adalah pendekatan audit yang telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun belakangan. Lewat penerapan strategi ini dapat melindungi organisasi dengan lebih baik terhadap risiko dan memprioritaskan ancaman yang paling mendesak bagi organisasi mereka.

Jika perusahaan Anda ingin menerapkan Risk Based Internal Audit, maka tulisan ini akan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana Anda dapat mengintegrasikan proses audit ke dalam program manajemen risiko Anda.

Mengenal Audit Internal Berbasis Risiko

 

Mengenal Audit Internal Berbasis Risiko

Audit Internal merupakan aktivitas konsultan dan pemeriksaan yang bersifat independen dan objektif yang dirancang untuk menambahkan nilai serta meningkatkan kualitas kegiatan organisasi. Proses ini membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan pendekatan sistematis dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari pengelolaan risiko, kontrol, dan proses tata kelola. Secara sederhana, audit internal bertanggung jawab untuk memantau efektivitas proses kontrol internal yang telah ditentukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Pelaksanaan audit secara tradisional cenderung berfokus pada kontrol yang sudah Anda miliki dan apakah mereka berfungsi dengan benar atau tidak. Sementara Audit Internal Berbasis Risiko atau Risk-Based Internal Audit (RBIA) merupakan salah satu pendekatan  dalam proses audit internal yang berfokus pada risiko yang dimiliki perusahaan, yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh manajemen.

Kemudian menyesuaikan kontrolnya sesuai dengan tingkat urgensi dari risiko-risiko yang ada. Selanjutnya berusaha untuk memperbaiki dan membingkai ulang kontrol sesuai dengan risiko apa yang paling mendesak dan memiliki potensi kerugian paling besar. Audit Internal Berbasis Risiko memungkinkan pihak audit internal untuk memberikan kepastian pada manajemen bahwa proses pengelolaan manajemen risiko telah berjalan dengan efektif.

Pelaksanaan audit internal berbasis risiko ini tentunya bisa berbeda-beda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, tergantung dari kerangka kerja pengelolaan risiko milik masing-masing organisasi. Pengelolaan risiko di dalam organisasi menjadi salah satu faktor penting yang harus ditinjau sebelum melakukan audit internal berbasis risiko karena hal ini dapat menentukan kesiapan suatu organisasi untuk melaksanakan audit internal berbasis risiko.

Teknik ini lebih sesuai dengan pendekatan manajemen risiko perusahaan (enterprise risk management/ERM), karena teknik ini memeriksa organisasi secara keseluruhan daripada berdasarkan departemen, seperti dalam metodologi audit tradisional.

Sederhananya, Risk Based Internal Auditor memberi auditor peran yang lebih besar dalam program pengurangan risiko perusahaan. Selain hanya mendiagnosis masalah, masalah juga merupakan bagian dari penciptaan kontrol yang efektif dan mempertahankan upaya manajemen risiko dari waktu ke waktu.

Manfaat Audit Internal Berbasis Risiko

 

Manfaat Audit Internal Berbasis Risiko

Audit internal berbasis risiko memiliki sejumlah manfaat dibandingkan pendekatan audit yang lebih tradisional. Berikut manfaat yang dapat diperoleh:

  1. Pelaksanaan Audit yang Adaptif

Mengembangkan pendekatan yang konsisten dan komprehensif untuk manajemen risiko serta memudahkan organisasi untuk beradaptasi dengan kondisi yang berubah. Menyesuaikan jadwal audit Anda dengan kerangka kerja manajemen risiko juga akan membantu Anda beralih taktik dengan cepat ketika tujuan bisnis Anda perlu diubah.

  1. Pelaksanaan Audit Berbasis Manajemen Risiko

Pendekatan audit berbasis risiko memungkinkan auditor internal untuk mengidentifikasi risiko dengan benar dan memungkinkan manajemen untuk menerapkan pengendalian internal yang tepat untuk kinerja terbaik. Hal ini memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan memungkinkan organisasi Anda untuk mengelolanya dengan lebih baik.

  1. Pelaksanaan Audit Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Memberi peringkat dan memetakan risiko dengan RBIA akan memungkinkan Anda mengalokasikan aktivitas dan dana ke area yang paling membutuhkan perhatian. Pendekatan audit internal berbasis risiko yang mengacu pada prioritisasi risiko yang dihadapi organisasi memungkinkan alokasi sumber daya lebih efektif dan efisien karena diutamakan pada area risiko dengan prioritas tinggi.

Kemudian Anda bisa menciptakan program manajemen risiko yang lebih tepat daripada mengandalkan kerangka kerja dan rekomendasi eksternal.

Proses Audit Internal Berbasis Risiko

 

Proses Audit Internal Berbasis Risiko

Diantara manfaat dari audit berbasis risiko adalah bahwa hal itu dapat diubah agar sesuai dengan proses manajemen risiko perusahaan Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu membuat dan melaksanakan audit yang baik.

  1. Memahami Ruang Lingkup Risiko

Pada tahap ini, penting untuk mengetahui sejauh mana manajemen menentukan, menilai, mengelola dan memantau risiko. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai indikasi dari reliabilitas dari daftar risiko (risk register) untuk tujuan perencanaan pelaksanaan audit. Tahap ini akan menghasilkan strategi audit keseluruhan yang nantinya akan dikomunikasikan kepada pihak manajemen dan Komite Audit.

Audit internal berbasis risiko mengharuskan auditor internal memahami strategi, tujuan, dan sasaran perusahaan. Auditor atau komite audit Anda harus memiliki pengetahuan mendalam tentang bisnis, termasuk kekuatan, kelemahan, dan tantangannya, sehingga auditor dapat memfokuskan audit mereka pada area risiko paling kritis.

Mendefinisikan dan mengklasifikasikan dunia risiko organisasi akan membantu Anda menjadwalkan RBIA dengan tepat dan memberi Anda gambaran tentang risiko utama apa yang paling membutuhkan perhatian.

Setelah proses identifikasi risiko dilakukan, auditor perlu menilai risiko tersebut untuk menentukan kemungkinan terjadinya, dampaknya terhadap organisasi jika risiko tersebut terjadi, dan upaya mitigasi risiko yang sudah ada. Informasi ini harus dikompilasi dalam daftar risiko perusahaan Anda sehingga dapat dengan mudah dibagikan dan didistribusikan.

  1. Keterlibatan Manajemen

Auditor internal harus bekerja sama dengan manajemen senior untuk menyelaraskan strategi dan risiko bisnis dengan program audit dan pemantauan mereka. Hal ini memungkinkan manajemen untuk membantu auditor internal untuk melakukan penilaian risiko yang akurat dari berbagai bidang bisnis. Ini juga membantu auditor internal untuk memahami toleransi dan ambang batas risiko perusahaan.

Keterlibatan manajemen adalah salah satu faktor yang membedakan audit berbasis risiko dari pendekatan yang lebih tradisional. Tidak ada yang tahu risiko bisnis perusahaan Anda lebih baik dari tim Anda, dan menggunakan pengetahuan mereka dapat membantu Anda mengembangkan sistem audit yang bekerja untuk semua orang.

  1. Menentukan Kematangan Risiko

Risk appetite adalah jumlah eksposur risiko yang bersedia diterima oleh perusahaan. Toleransi risiko adalah sejauh mana perusahaan dapat menyimpang dari selera risiko yang telah ditetapkan. Kematangan risiko Anda ditentukan oleh pemahaman tentang kedua aspek bisnis Anda ini.

Mengenal Audit Internal Berbasis Risiko Pada Perusahaan

Pemangku kepentingan harus memahami kedua konsep ini dan menetapkan ambang batas risiko sehingga mereka dapat mengidentifikasi kapan dan di mana mereka perlu menerapkan pengendalian internal.

Auditor internal harus mengidentifikasi dan memahami kebijakan manajemen risiko yang ada, bersama dengan selera risiko di tingkat proses individu dan organisasi. Auditor internal kemudian perlu menentukan toleransi risiko dari manajemen dan dewan, untuk menetapkan titik awal untuk penilaian risiko independen.

Baca juga :

Dari penjelasan di atas Anda dapat memahami seputar penerapan Risk Based Internal Audit. Oleh karena itu, kami akan membantu perusahaan menentukan dan mengambil tindakan proaktif dalam meningkatkan kontrol internal dan mengelola risiko secara lebih efektif. Untuk berkonsultasi, Anda dapat menghubungi kami dengan cara klik link di sini.

Menu
%d blogger menyukai ini: