Risiko Teknologi Menilai Ancaman Keamanan Informasi dan Keberlanjutan Bisnis

Risiko Teknologi: Menilai Ancaman Keamanan Informasi dan Keberlanjutan Bisnis

Artikel, Risk
Rate this post

Berbisnis bukan hanya sekedar menetap di toko sambil menunggu pelanggan datang. Kini, di dunia dengan pesatnya perkembangan digital ada cara lain yang bisa digunakan untuk promosi dan bertransaksi melalui campur tangan teknologi. 

Peran teknologi telah menjamur dalam bisnis modern dengan segudang manfaat sebagai sumber informasi bisnis, mempermudah komunikasi dan terpenting menawarkan sistem manajemen data. Namun di atas kemudahan tentu ada risiko yang menanti, untuk itu artikel ini akan mengenalkan risiko teknologi, dengan tujuan sebagai gambaran untuk pebisnis yang sudah terjun ataupun baru melangkah di dunia bisnis modern  dalam mengambil tindakan dan solusi. 

Pengertian Risiko Teknologi

Risiko teknologi terjadi akibat kegagalan sistem yang mengganggu bisnis, seperti pencurian data dengan hacking atau skimming dan tidak bisa mendeteksi kesalahan input disebab oleh human error maupun virus pada komputer. Selain itu, risiko bukan hanya sebatas gangguan yang terjadi pada teknologi, bencana alam juga dapat berdampak terhadap teknologi dan menimbulkan risiko. 

Menghadapi hal tersebut, penilaian risiko teknologi memerankan peranan penting dalam keberlanjutan bisnis. Melalui penilaian risiko terlahir berbagai informasi yang dijadikan acuan dalam perbaikan dalam menghadapi risiko teknologi, sehingga keberlanjutan bisnis dapat berlangsung. 

Baca juga  : Mengenal Mitigasi Risiko: Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Perencanaannya

Ancaman Keamanan Informasi

Teknologi dalam bisnis modern diperuntukkan menjaga data yang penting untuk keberlangsungan operasional perusahaan atau bisnis. Untuk itu diperlukan keamanan informasi dalam menjaga data bisnis agar terlindungi dari berbagai ancaman. Adapun berbagai jenis ancaman terhadap keamanan informasi di antaranya:

  • Hacking
    Hacking merupakan kegiatan yang membobol keamanan komputer, sistem, jaringan, perangkat mobile, sistem ioT, atau bahkan aplikasi. Tidak terkecuali teknologi yang mendukung bisnis modern.
  • Virus Komputer
    Virus komputer dirancang menjadi sebuah program atau kode dengan tujuan merusak sistem komputer bahkan data yang tersimpan di dalamnya.
  • Malware
    Malware yang sengaja dirancang sebagai perangkat lunak untuk membuat kerusakan pada komputer atau jaringan komputer.
  • Kebocoran Data
    Tanpa atau kita sadari sejak kita mengenal dunia digital, berbagai data diri kita telah berselancar di internet. Memang data-data tersebut pada awalnya dibuat untuk suatu keperluan yang bersangkutan dengan informasi atau fasilitas di dunia digital. Namun, akibat penyalahgunaan yang dilakukan data-data tersebut bisa menjadi bumerang sendiri bagi penggunannya. Itulah yang disebut kebocoran data akibat pengunggahan data yang berlebihan sehingga bisa menimbulkan kejahatan melalui teknologi. Bagi dunia bisnis kebocoran data bisa dilakukan secara sengaja oleh oknum karyawan yang tidak bertanggungjawab, oleh karena itu perlu kehati-hatian dan sistem yang kuat.
  • Serangan DoS (Denial of Service)
    Sesuai dengan artinya serangan Dos difokuskan untuk menyerang server dengan membanjirinya melalui jumlah lalu lintas data yang tinggi, akibatnya fungsi server tidak bisa berjalan dalam memberikan pelayanan dan menjadi crash.

Studi Kasus Tentang Dampak Ancaman Keamanan Informasi Terhadap Bisnis:

PT Indofood merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri makanan dan minuman. Dan PT Indofood melakukan pengamanan terhadap file dengan menerapkan berbagai langkah-langkah keamanan untuk menghindari ancaman keamanan informasi. PT Indofood melakukan pengendalian akses, enkripsi data, backup, dan pemulihan rutin. Selain itu pemantauan aktivitas file rutin dijalankan. 

Pengaman tersebut tidaklah cukup karena PT Indofood harus menggunakan pengamanan berbasis teknologi melindungi dari cyber. Salah satunya mengimplementasikan firewall, sistem proteksi jaringan dan pembaruan perangkat lunak secara teratur. 

Penilaian Risiko

Penilaian risiko dalam bisnis modern dilakukan untuk mengidentifikasi sehingga nantinya mendapatkan gambaran tingkatan risiko dalam sistem informasi. Kemudian, pihak perusahaan atau organisasi bisnis secara tepat melalui penilaian risiko dapat mengambil tindakan untuk melindungi sistem informasi. 

Adapun metode dan alat yang digunakan untuk menilai risiko teknologi ialah menggunakan pengukuran risiko. Pengukuran risiko melihat potensial terjadinya seberapa besar kerusakan dan probabilitas terjadinya risiko. Dengan contoh penggunaan analisis risiko seperti tingkat bahaya dan kemungkinan dari bahaya yang terjadi. 

Baca juga : 10 Jenis Manajemen Risiko yang Perlu Anda Pahami dalam Bisnis

Keberlanjutan Bisnis

Manajemen risiko teknologi memiliki peranan penting dalam keberlanjutan bisnis perusahaan. Manajemen risiko tidak hanya melihat risiko yang akan menimpa perusahaan dalam jangka pendek, namun juga berlaku hingga jangka panjang.

Dalam dunia bisnis untuk menjaga keberlanjutan manajemen risiko melakukan monitor terhadap sumber risiko, mencari, dan meminimalisasi risiko. 

Mitigasi risiko juga menjadi salah satu dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis, karena menyediakan informasi risiko untuk organisasi bisnis. Sehingga mengurangi kemungkinan terjadi risiko, bahkan menghindari risiko. 

Baca juga : Mengenal Proses Manajemen Risiko: Langkah-langkah untuk Mengidentifikasi dan Mengatasi Risiko

Penanganan Risiko

  • Strategi dan taktik dalam mengelola risiko teknologi, di antaranya:
  • Manajemen keamanan
  • Rencana kemungkinan
  • Manajemen kerentanan¬†
  • Desain dan arsitektur keamanan

Studi Kasus Tentang Perusahaan yang Berhasil Mengatasi Risiko:

Pembobolan PT Bank Permata, Tbk yang dilakukan sejumlah cyber membuat perusahaan tersebut tertimpa risiko teknologi. Belajar dari kejadian tersebut, PT Bank Permata, Tbk membentuk Risk Control Owner (RCO). RCO berfungsi menentukan minimum kontrol standar dan menerapkan proses assurance. Berbagai upaya dalam mencegah pembobolan terus digencarkan, salah satunya dengan inisiasi program dan aplikasi IT dan implementasi Security Plan, yakni Security Event Log Management System dan Security Configuration Monitoring System. Hasilnya menggunakan RiskIT terkait pembaruan terhadap risiko TI. 

Kerangka Hukum dan Kepatuhan

Pemanfaatan teknologi informasi telah banyak dilakukan oleh berbagai pebisnis modern. Akibat banyaknya pemanfaatan teknologi juga memiliki dampak akan memunculkan risiko hilangnya data dan kerugian yang dipicu dari penggunaan teknologi informasi. 

Dalam meminimalisir risiko teknologi yang menjurus kepada kejahatan dengan memanfaatkan teknologi. Pihak berwenang menetapkan peraturan untuk menjaga keamanan informasi, sehingga masing-masing individu mesti menerapkan hal itu. 

Kendati demikian, risiko teknologi tetap terjadi, maka individu atau kelompok yang menyalahi undang-undang tersebut akan mendapatkan konsekuensi pelanggaran hukum dalam konteks risiko teknologi. Seperti pelanggaran hukum hak cipta teknologi yang mendapatkan konsekuensi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Baca juga : Panduan Implementasi GRC Dalam Industri Konstruksi Dan Infrastruktur

Keberlanjutan Masa Depan

Tantangan dan peluang dalam menghadapi risiko teknologi di masa depan

Teknologi memiliki peran dalam kelangsungan masa depan manusia. Melalui teknologi banyak hal yang bisa dilakukan terutama dalam keberlanjutan bisnis di masa depan. Dalam praktiknya juga terdapat risiko teknologi , sehingga menimbulkan tantangan dan peluang dalam menghadapinya. 

Adapun tantangan dalam menghadapi risiko teknologi di masa depan ialah mempengaruhi lapangan kerja tradisional, karena penanganan risiko teknologi dilakukan oleh sistem dan perusahaan harus memikirkan cara dalam hal ini. Karena perusahaan bukan hanya sekedar hadir untuk keuntungan semata, namun menjadi wadah yang bisa mensejahterakan masyarakat dalam pekerjaan. 

Sementara, keuntungan yang dapat dalam menghadapi risiko teknologi adalah adanya konektivitas yang lebih luas. Perusahaan dapat memantau secara real time, mengurangi biaya dan lebih efisien dalam menjalankan aktivitas. 

Strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis

Bisnis modern di masa depan akan terus terjadi perubahan dan pencinta dunia bisnis harus siap dengan itu. Oleh karena itu, adaptasi menjadi strategi yang tepat dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Supaya bisnis tidak ketinggalan dan menyesuaikan dengan zaman. Adapun strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis di antaranya: 

  • Konsisten dan autentik
  • Edukasi perusahaan dengan menyediakan informasi seputar produk yang ditampilkan secara lebih jelas
  • Memahami risiko dan peluang bisnis
  • Menjadikan risiko sebagai peluang¬†
  • Merekrut karyawan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya
  • Memastikan bisnis tetap melakukan inovasi setiap adanya produk baru
  • Inovasi disesuaikan dengan gaya hidup masyarakat terbaru
  • Optimis dengan keadaan yang sulit

Kesimpulan

Risiko teknologi tidak bisa sepenuhnya dihilangkan, bukan tanpa alasan.  Melalui penilaian risiko teknologi informasi, perusahaan atau organisasi yang bergerak dibidang bisnis akan terus mendapatkan pelajaran dan pemahaman bagaimana cara berbisnis yang baik di dunia yang penuh dengan teknologi. 

Dibalik pentingnya menilai risiko teknologi, terdapat tantangan dan peluang yang dianjurkan dipahami di era digital ini. Salah satunya, perusahaan harus berupaya memanfaatkan teknologi namun dengan catatan terdapat risiko teknologi yang menyelimutinya. Peluang juga tidak lupa mengikut dari adanya risiko teknologi, sebab pembaruan keamanan akan terus meningkat dibidang teknologi informasi. Hasilnya, perusahaan akan dipermudah dalam menyelesaikan pekerjaan karyawannya. 

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan konsultasi risiko teknologi sekarang. Bersama, kita akan mengidentifikasi potensi risiko dan mencari solusi terbaik untuk melindungi bisnis Anda dari ancaman teknologi.