Pentingnya Manajemen Risiko dalam Bisnis

Pentingnya Manajemen Risiko dalam Bisnis

Artikel
3.5/5 - (4 votes)

Di zaman yang penuh ketidakpastian dan serba cepat ini, kemampuan perusahaan dalam manajemen risiko merupakan hal penting yang harus dimiliki, terutama untuk tetap bisa bertahan dengan persaingan bisnis pasar.Ā 

Pengelolaan risiko yang baik akan membantu perusahaan untuk lebih sigap dengan tantangan yang datang. Dan sebaliknya, kika pengendalian risiko tidak berjalan ideal, maka akan menyebabkan kejadian fatal yang bisa mengancam keberlangsungan perusahaan.

Hal ini sudah terlihat pada pandemi Covid-19. Tidak sedikit perusahaan yang kolaps karena tidak mampu mengelola risiko yang muncul akibat krisis akibat pandemi. Sedangkan perusahaan yang mampu memanajemen risiko dapat meminimalisir dampak dari krisis pandemi.

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan proses dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan masalah yang dapat mengancam keberlangsungan perusahaan dan bisnis. Ancaman tersebut dapat muncul dari aspek, seperti krisis ekonomi, gejolak politik, kondisi finansial, masalah hukum, kecelakaan hingga bencana alam.

Ruang lingkup penerapan manajemen risiko meliputi indenfitikasi risiko, analisis resiko, pengelolaan risiko, implementasi manajemen risiko dan Pengawasan risiko.

Manfaat Manajemen Risiko

Manajemen risiko memiliki peran yang cukup krusial terhadap keberlangsungan perusahaan, terutama dalam bisnis. Manajemen risiko akan membantu perusahaan untuk tetap stabil bahkan mendorong peningkatan kinerja.

Secara umum penerapan manajemen risiko akan menetapkan prosedur dalam menghadapi ancaman, meminimalkan dampak negatif dan mengatasinya. Sehingga perusahaan pun mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam pengembangan bisnis kedepannya. Berikut ulasan lebih lanjut terkait manfaat manajemen risiko:

  • Mewujudkan lingkungan yang aman bagi seluruh karyawan dan pelanggan
  • Mendorong stabilitas operasional bisnis perusahaan
  • Membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis
  • Melindungi perusahaan dari potensi kerugian
  • Melindungi SDM dan aset yang terlibat dalam risiko kerja
  • Mendorong efisiensi kebutuhan asuransi
  • Memastikan seluruh aturan dan regulasi berjalan sesuai ketentuan hukum berlaku

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

Seiring perkembangan zaman, tantangan dan risiko yang muncul juga semakin beragam. Secara umumĀ  pengelolaan risiko dapat diklasifikasikan dalam empat jenis yaitu:

  • Manajemen Risiko Operasional

Manajemen risiko operasional yaitu tentang pengendalian ancaman yang bersumber dari kesalahan proses internal perusahaan, seperti human error, kegagalan fungsi sistem, hingga bencana alam.

  • Manajemen Risiko Strategis

Manajemen risiko strategis meliputi pengendalian risiko yang muncul akibat pengambilan keputusan perusahaan yang tidak tepat sehingga berdampak terhadapĀ  jalannya perusahaan.Ā 

Dalam penerapanan manajemen risiko resiko strategis mencakup risiko operasi, risiko kompetitif, risiko asset impairment hingga risiko franchise.

  • Manajemen Risiko Keuangan

Manajemen risiko keuangan atau lebih dikenal dengan risk management of financial merupakan upaya dalam mengatasi ancaman terhadap keuangan perusahaan, aset, dan perlindungan hak milik.

Penerapan manajemen risiko keuangan ini juga erat dengan perkembangan nilai tukar mata uang, inflasi dan kondisi perekonomian, karena akan berdampak terhadap finansial perusahaan.

  • Hazard Management

Hazard Manajemen yaitu pengendalian risiko yang fokus pada masalah yang dapat menyebabkan kerusakan parah di perusahaan, serta kebangkrutan.

Dalam penerapannya, terdapat tiga unsur penting dalam Hazard Management, yaitu menjamin penerapan aturan dan regulasi sesuai ketentuan hukum berlaku, menjamin mesin operasional dalam kondisi layak dan mendorong integritas karyawan dalam bekerja.

Baca Juga:

Pentingnya Manajemen Risiko untuk Dukung Ketahanan Ekonomi saat Isu Resesi Global 2023
Pelatihan Manajemen Risiko, Qualified Risk Management Professional (QRMP)
Manajemen Risiko Bisnis (BRM)

Contoh Kasus Manajemen Risiko

  • PembekuanĀ  PT. Bank GlobalĀ 

Bank Indonesia melakukan pembekuan terhadap PT Bank Global Tbk akibat kondisi keuangan perusahaan bank swasta tersebut yang terus memburuk. Selain itu PT Bank Global tidak menyetorkan tambahan modal yang diminta oleh BI.

Para direksi dan pejabat eksekutif PT Bank Global juga tidak menunjukkan itikad baik untuk mematuhi aturan perundang-undangan berlaku. Hasil pengawasan BI dan aparat hukum juga mengungkapkan adanya dugaan tindak pidana dengan memusnahkan dan menghilangkan dokumen serta barang bukti.

Akibatnya, ratusan karyawan PT Bank Global berdampak bahkan terkena PHK, tentu akan menambah deretan panjang pengangguran. Sekitar 8.000 nasabah juga ikut terdampak dari pembekuan Bank Global tersebut.

Kasus pembekuan bank ini memberikan pembelajaran dalam pengelolaan keuangan dan manajemen perbankan yang lebih baik dan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada. Terutama dalam penerapan prudential banking principle

PT Bank Global harusnya mengedepankan prinsip transparansi dan asas good corporate governance.

  • Penurunan Laba Gudang Garam

Pada 2013, PT Gudang Garam mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 0,9 persen yang disebabkan salah satunya akibat nilai tukar rupiah yang melemah. Potensi penurunan pendapatan dan laba bersih itu dipicu oleh impor bahan baku yang dilakukan oleh PT Gudang Garam sebagai salah satu langkah untuk menjaga kualitas produk.

Selain itu, penurunan pendapatan dan laba bersih PT. Gudang Garam juga disebabkan keputusan pemerintah menaikan bea cukai rokok. Saat itu, biaya pita cukai dan PPN Gudang Garam mencapai 29 triliun, atau setara 67 persen dari total beban biaya pokok penjualan. Jika dibandingkan dengan pendapatan penjualan, maka biaya pita cukai Gudang Garam tahun 2013 setara dengan 54 persen dari hasil pendapatan penjualan perusahaan.

Dari dua kasus di atas, terlihat bagaimana pentingnya manajemen risiko dalam menjaga keberlangsungan perusahaan. Jika PT Bank Global memiliki manajemen risiko yang tepat, maka akan terhindar dari pembekuan oleh BI.Ā 

Termasuk juga PT Gudang Garam bisa meminimalisir penurunan pendapatan dan laba bersih dengan mengendalikan lebih awal ancaman yang muncul dari melemahnya nilai tukar rupiah.

Pada dasarnya, manajemen risiko membantu perusahaan agar terhindar dari ancaman-ancaman yang berdampak terhadap jalannya perusahaan. Sebab bagaimana pun mencegah lebih baik dari pada mengobati.

PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO BERDASARKAN ISO 31000