KRI sebagai Risk based Corporate Performance Report

Dalam kerangka kerja penerapan manajemen risiko perusahaan yang terintegrasi (enterprise risk management), Satuan Kerja Manajemen Risiko merupakan Unit Kerja yang memiliki peran terhadap pengintegrasian organisasi risiko, pengintegrasian manajemen risiko pada proses bisnis, pengintegrasian strategi pengendalian risiko,  penetapan metodologi penilaian risiko, penyusunan selera risiko dan toleransi risiko (risk appetite & risk tolerance), penyusun dan pengkinian seluruh parameter manajemen risiko, pengintegrasian penyusunan laporan risiko dan laporan panel risiko-risiko penting perusahaan (risk dashboard) secara relevan  dan tepat waktu untuk disampaikan secara transparan kepada manajemen.

KRI akan memberikan indikasi adanya masalah yang berkembang pada internal perusahaan khususnya yang berdampak pada tujuan organisasi, KRI baru dapat menjadi Dashboard Early warning (EWS) setelah adanya penetapan limit threshold dari indikator. Early warning atas  risiko/potensi kerugian dapat diketahui dari pelampauan indikator dari nilai wajar atau limit  threshold yang telah ditetapkan tersebut. Dimana indikator dari bisnis dan operasional berasal dari penulusuran dan pemilihan parameter Key Performace Indicators yang mengarah pada akar masalahnya.

Baca juga: Krisis, Resesi dan Depresi Ekonomi, Apa Bedanya?

Pemantauan indikator kinerja atau Key Performance Indicators (KPI)  dapat digunakan sebagai KRI.  KRI dapat berasal langsung dari parameter KPI maupun hasil penelusuran (tracing) parameter KPI yang mengarah pada akar masalah yang mempengaruhi operasional dan bisnis tersebut, sebagaimana gambar dibawah ini

KRI atau EWS  dapat menjadi metode penilaian peringkat kinerja berbasis risiko (Risk Based Corporate performance), karena metode penilaiannya dilakukan secara komprehensif, terkonsolidasi, terstruktur, serta dapat mengukap akar penyebabnya (root causes).  Pemeringkatannya dapat secara komposit, per komponen,  kelompok dan individual.

Laporan KRI atau EWS dapat menjadi dasar untuk menyusun & melaksanakan corrective action atas kelemahan/permasalahan  perusahaan, dapat menjadi  pertimbangan dalam menetapkan strategi bisnis, perangkat pemantauan risiko khususnya terhadap high risk item, menjadi lebih fokus terhadap masalah utama perusahaan dan mendorong adanya analytical thinking dan judgment.

Secara berkala harian/mingguan/bulanan tergantung tersedianya data, dilakukan pengisian  pada kertas kerja EWS agar dapat mengukur peringkat risiko dari masing-masing indikator, peringkat risiko tersebut akan memberikan indikasi awal (early warning) terhadap adanya risiko/potensi kerugian yang dapat mempengaruhi operational dan Bisnis Perusahaan. Adanya EWS juga akan membantu manajemen dalam upaya mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan membantu proses pengambilan keputusan secara lebih tajam berdasarkan data dan fakta yang nyata di lapangan.

Menu
Open chat
%d blogger menyukai ini: