Mengenal Strategi pada Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha

Artikel

Beberapa dari kalian pasti sering atau pernah dengar kata “strategi”, baik di buku bacaan, percakapan sehari-hari, hingga tulisan-tulisan yang terpampang di beberapa iklan. Ya, kata “strategi” sangat familiar bagi kebanyakan orang karena sadar atau tidak bahwa kita pernah mengimplementasikan strategi.

Apakah Anda pernah menyusun strategi terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu? Misalnya Anda menerapkan strategi dengan belajar setiap malam sebelum ujian. Tidak sedikit hasil yang kita inginkan harus diawali dengan penyusunan strategi, termasuk dalam menjamin kelangsungan usaha sebuah organisasi.

Dalam ISO 22301:2019 tentang Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha, strategi merupakan aspek wajib yang harus disusun oleh organisasi, disebut strategi kelangsungan usaha atau business continuity strategy (BCS).

Apa Itu Strategi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Jadi, strategi merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh organisasi atau salah satu hal yang terencana, yang direncanakan oleh organisasi. Strategi harus disusun dengan baik, mulai dari penyiapan sumber daya, penyesuaian kapabilitas, hingga tujuan yang ingin dicapai.

Pada umumnya, strategi dibagi menjadi dua, yaitu strategi korektif dan strategi preventif.

  • Strategi preventif adalah rencana yang telah disusun dengan maksud untuk mencapai tujuan melalui tindakan-tindakan pencegahan sebelum sesuatu hal yang di luar kendali terjadi.
  • Strategi korektif adalah rencana yang telah disusun dengan maksud untuk mencapai tujuan melalui respons awal setelah sesuatu hal yang di luar kendali terjadi.

Strategi Kelangsungan Usaha

Strategi pada manajemen kelansungan usaha atau business continuity management diperuntukkan untuk menjamin suatu usaha dapat selalu beroperasi dengan optimal atau setidaknya beroperasi dalam kondisi yang dapat diterima oleh pemangku kepentingan sehingga tidak berdampak merugikan dan menimbulkan citra buruk bagi organisasi yang melekat pada usaha tersebut.

Pada struktur sistem manajemen kelangsungan usaha atau Business Continuity Management System (BCMS) ISO 22301:2019, penyusunan strategi dilakukan pada proses yang diberi tanda kuning.

BCM sistem manajemen

Gambar 1 Struktur BCM ISO 22301

 

Strategi kelangsungan usaha atau business continuity strategy (BCS) disusun pada tahap DO, yaitu pengimplementasian. Strategi disusun setelah organisai mengidentifikasi konteks organisasi, business impact analysis (BIA), dan disaster risk assessment (DRA) atas fungsi bisnis yang menjadi bisnis kritis suatu organisasi.

Business continuity strategy (BCS) menjadi sangat penting karena menjadi salah satu aspek yang menjadi dasar atau acuan suatu organisasi menyusun business continuity plan (BCP). Strategi biasanya disusun oleh antar unit yang disetujui oleh pimpinan tertinggi dengan tujuan strategi yang mau diimplementasikan memerhatikan dampak strategis dan komprehensif.

Manfaat penyusunan strategi kelangsungan usaha

Beberapa manfaat dari penyusunan strategi kelangsungan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan;
  2. Memperpendek waktu gangguan; dan
  3. Mencegah meluasnya dan meminimalkan dampak dari gangguan terhadap aktivitas, proses bisnis, dan layanan dan produk utama dari organisasi.

Dengan demikian organisasi dapat menetapkan perlindungan dan bentuk mitigasi risiko yang disesuaikan dengan risk appetite-nya

Di atas merupakan pemparan singkat terkait apa itu strategi pada manajemen kelangsungan usaha. Jadi, penyusunan strategi dalam manajemen kelangsungan usaha atau business continuity management (BCM) sangat penting, kan? Apakah usaha Anda sudah memilikinya?

 

Referensi:

ISO 22301:2019

 

Menu
%d blogger menyukai ini: