
Home / Training / Banking Risk
Program Pelatihan Risk Officer Perbankan untuk Jenjang Kualifikasi 4 dan 5, Sesuai POJK No. 24 Tahun 2022
Program Persiapan Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan dari GRC Indonesia membekali staf dan pejabat bank menghadapi ujian BSMR maupun LSPP. Selama dua hari (16 jam pembelajaran), peserta membedah delapan jenis risiko perbankan, regulasi OJK, dan tata kelola bank, lalu menutupnya dengan try out sesuai kisi-kisi ujian. Investasi mulai Rp4.200.000 per peserta.
16 jam pembelajaran, 8 modul, 870 menit efektif
Jenis risiko perbankan dibedah tuntas
Waktu untuk try out soal & pembahasan strategi menjawab
Skema kualifikasi BSMR/LSPP; program menyasar K4 & K5
Bayangkan Anda sudah lima tahun memegang posisi di satuan kerja manajemen risiko. Pekerjaan lancar, laporan rapi, atasan puas. Lalu HR mengirim satu email: nama Anda masuk daftar peserta ujian sertifikasi manajemen risiko perbankan bulan depan. Materinya delapan jenis risiko. Regulasinya berlapis. Waktu Anda tiga minggu, itupun sambil menyelesaikan pekerjaan harian.
Situasi ini bukan kasus langka. Industri perbankan nasional menyalurkan kredit sebesar Rp9.080,9 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 12,67 persen secara tahunan. Setiap rupiah dari angka itu dikelola oleh orang, dan regulator mewajibkan orang tersebut punya bukti kompetensi.
Masalahnya, banyak calon peserta ujian belajar dengan cara yang salah — membaca buku referensi dari halaman pertama sampai terakhir, tanpa pernah mengerjakan satu soal pun dengan format ujian sesungguhnya. Program persiapan dari GRC Indonesia ini hadir untuk membenahi cara belajar tersebut: materi terstruktur, fokus pada kisi-kisi, dan ditutup try out.
Sertifikasi Perbankan
Sertifikasi manajemen risiko perbankan adalah uji kompetensi wajib bagi staf dan pejabat bank sebagai bukti kemampuan mengelola risiko sesuai standar regulator. Di Indonesia, sertifikasi ini diselenggarakan oleh LSP BSMR dan LSPP, dua lembaga sertifikasi profesi yang sama-sama berlisensi BNSP dan diakui OJK.
Dasar hukumnya jelas. POJK Nomor 18/POJK.03/2016 mewajibkan bank umum menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh. Aturan turunannya, SEOJK Nomor 34/SEOJK.03/2016, merinci delapan jenis risiko yang wajib dikelola bank.
Lalu ada POJK Nomor 24 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Bank Umum. Aturan ini menegaskan bahwa standar kompetensi kerja di sektor perbankan dikembangkan lewat koordinasi antara OJK, LSP sektor perbankan, akademisi, dan asosiasi industri. Artinya, kompetensi bankir bukan lagi urusan internal masing-masing bank.
POJK Nomor 17 Tahun 2023 melengkapi gambaran ini. Tata kelola bank yang sehat butuh dukungan manajemen risiko dan kepatuhan yang terintegrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Bagaimana dengan lembaga penyelenggaranya? BSMR memegang lisensi BNSP nomor BNSP-LSP-027-ID dan mengacu pada SKKNI Nomor 271 Tahun 2024; LSPP menyusun unit kompetensinya berdasarkan SKKNI Nomor 218 Tahun 2020. Keduanya membuka skema Kualifikasi 4 sampai Kualifikasi 7 di bidang manajemen risiko perbankan.
Kalau organisasi Anda juga butuh jalur sertifikasi risiko di luar sektor perbankan, kami punya program sertifikasi profesi risiko yang berbeda skemanya.
POJK 18/2016 — MR Bank Umum
SEOJK 34 — 8 Jenis Risiko
POJK 24/2022 — SDM Bank
Lanskap Risiko
SEOJK Nomor 34/SEOJK.03/2016 merinci delapan jenis risiko yang wajib dikelola bank — dan semuanya keluar di ujian BSMR maupun LSPP. Masing-masing punya karakteristik, metode pengukuran, dan regulasi sendiri:
Arah kebijakan korporasi jangka panjang menghadapi disrupsi pasar, regulasi, dan geopolitik.
Proses pemberian kredit, kualitas aset produktif (NPL & kolektibilitas), dan pengelolaan portofolio.
Eksposur suku bunga dan nilai tukar beserta teknik pengukurannya.
Manajemen pendanaan dan rasio wajib LCR serta NSFR.
Celah manusia, proses, sistem, dan kejadian eksternal — termasuk ancaman siber.
Potensi sengketa dan konsekuensi yuridis dari aktivitas bisnis bank.
Ketaatan pada seluruh regulasi OJK dan ketentuan internal.
Menjaga kepercayaan nasabah dan pasar saat isu risiko mencuat.
Realita Ujian
Kegagalan di ujian sertifikasi jarang disebabkan kurangnya kecerdasan. Tiga penyebab yang paling sering kami temui:
Delapan jenis risiko sekaligus, masing-masing dengan karakteristik, metode pengukuran, dan regulasinya sendiri. Tanpa struktur, tiga minggu habis hanya untuk membaca ulang bab yang sama.
Hampir semua peserta adalah praktisi aktif. Belajar terjadi di sela rapat kredit dan tutup buku bulanan.
Memahami konsep berbeda dengan mampu menjawab soal bertekanan waktu. Peserta yang belum pernah try out biasanya kaget dengan cara soal dirumuskan.
Konteks risikonya pun bergerak cepat. Loan at Risk perbankan tercatat 8,39 persen pada Juli 2026, sementara profitabilitas industri (ROA) turun ke 2,45 persen. Di sisi operasional, OJK mengingatkan bahwa celah internal bank justru menjadi sumber ancaman siber terbesar, bukan serangan dari luar. Materi ujian mengikuti dinamika ini.
Silabus
Program dari Proxsis Academy dan GRC Indonesia terdiri dari delapan modul progresif dengan total 870 menit pembelajaran, dimulai dari kerangka regulasi dan berakhir di workshop try out. Setelah mengikuti program, Anda diharapkan mampu memahami kerangka regulasi manajemen risiko perbankan, menguasai karakteristik delapan jenis risiko beserta teknik pengukuran dan mitigasinya, memahami kerangka manajemen risiko terintegrasi dan tata kelola bank, serta menguasai strategi menjawab soal ujian.
Karakteristik risiko dan regulasi perbankan; POJK No. 18/POJK.03/2016; POJK No. 24 Tahun 2022; kerangka besar delapan jenis risiko perbankan.
Karakteristik risiko kredit; proses pemberian kredit dan mitigasi risiko; penilaian kualitas aset produktif (NPL dan kolektibilitas); pengelolaan portofolio kredit.
Karakteristik risiko pasar (suku bunga, nilai tukar); teknik pengukuran risiko pasar; manajemen risiko likuiditas dan rasio terkait (LCR, NSFR).
Karakteristik risiko operasional; sumber risiko (manusia, proses, sistem, kejadian eksternal); teknik identifikasi dan mitigasi.
Karakteristik risiko hukum dan kepatuhan; keterkaitan dengan tata kelola bank; risiko reputasi dan dampaknya bagi kepercayaan nasabah.
Karakteristik risiko strategis; perkembangan risk-based supervision; peran OJK dalam pengawasan perbankan.
Prinsip manajemen risiko terintegrasi bagi konglomerasi keuangan; tata kelola bank sebagai fondasi; peran Direksi, Komisaris, dan Komite Manajemen Risiko.
Latihan soal sesuai kisi-kisi ujian sertifikasi; pembahasan jawaban dan strategi menjawab; simulasi ujian.
Total durasi pembelajaran: 870 menit, eksklusif istirahat dan evaluasi.
Modul 4 dan Modul 7 sering menjadi titik lemah peserta. Kalau Anda ingin memperdalam keduanya di luar program ini, silakan lihat pelatihan menyusun key risk indicator untuk sisi operasional, serta kerangka risiko ISO 31000 dan tata kelola perusahaan yang baik untuk sisi tata kelola.
Metode
Porsi terbesar program ini bukan ceramah, melainkan latihan soal. Pre-test di hari pertama bukan formalitas — hasilnya kami pakai untuk menyesuaikan penekanan materi sesuai kondisi kelas. Untuk klien in-house, kami biasanya menyarankan mengukur maturitas risiko organisasi lebih dulu agar penyesuaian materinya lebih tajam.
Latihan soal sesuai kisi-kisi ujian, dilanjutkan pembahasan jawaban dan strategi menjawab.
Analisis kasus penerapan manajemen risiko di industri perbankan, diskusi kelompok, dan tanya jawab interaktif.
Penyampaian materi oleh instruktur praktisi, diperkuat referensi regulasi OJK dan kisi-kisi resmi BSMR/LSPP.
Pre-test di awal dan post-test di akhir program, plus refleksi harian.
Peserta
Program ini dirancang untuk staf dan pejabat bank setingkat Kualifikasi 4 dan 5 BSMR/LSPP, calon peserta ujian sertifikasi manajemen risiko perbankan, serta profesional perbankan yang perlu memenuhi ketentuan POJK Nomor 24 Tahun 2022. Kapasitas dibatasi 20 sampai 30 peserta per batch agar sesi pembahasan soal tetap efektif.
Pelaksana fungsi manajemen risiko di bank yang wajib tersertifikasi sesuai POJK 24/2022.
Garda depan penilaian kualitas aset produktif dan mitigasi risiko portofolio.
Penjaga ketaatan regulasi yang materi ujiannya bertumpuk dengan risiko kepatuhan.
Penguji efektivitas pengendalian — butuh bahasa risiko yang sama dengan auditi.
Pengambil keputusan bisnis yang langsung menciptakan eksposur risiko.
Satu catatan penting: program ini bersifat persiapan. Ujian sertifikasi resmi dilaksanakan terpisah melalui LSP BSMR atau LSPP. Meski begitu, BSMR mencantumkan sertifikat pelatihan berbasis kompetensi sebagai dokumen yang disarankan saat mendaftar uji kompetensi — sehingga sertifikat dari program ini punya nilai administratif juga.
Jadwal
5–6
2–3
2–3
1–2
4–5
2–3
1–2
3–4
1–2
1–2
2–3
1–2
Rundown
Setiap sesi mengombinasikan pendalaman materi dengan rehat networking berkala untuk menjaga fokus peserta:
| Waktu (WIB) | Sesi | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 – 08.30 | Registrasi & Pembukaan | Check-in peserta, sambutan, pengantar program |
| 08.30 – 09.00 | Pre-Test | Pengukuran pengetahuan awal peserta |
| 09.00 – 10.00 | Modul 1 (Sesi 1) | Overview Manajemen Risiko Perbankan dan Regulasi Terkait |
| 10.00 – 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 – 12.00 | Modul 1 (Sesi 2) & Modul 2 | Lanjutan Overview; Risiko Kredit |
| 12.00 – 13.00 | ISOMA | Istirahat, Sholat, dan Makan Siang |
| 13.00 – 15.00 | Modul 3 | Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas |
| 15.00 – 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 – 16.15 | Modul 4 | Risiko Operasional |
| 16.15 – 16.30 | Refleksi Hari 1 & Penutupan | Recap materi, tanya jawab, penugasan mandiri |
| Waktu (WIB) | Sesi | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 – 08.15 | Pembukaan Hari 2 | Review singkat materi Hari 1, agenda Hari 2 |
| 08.15 – 10.00 | Modul 5 | Risiko Hukum, Kepatuhan, dan Reputasi |
| 10.00 – 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 – 12.00 | Modul 6 | Risiko Strategis dan Pengawasan Bank Berbasis Risiko |
| 12.00 – 13.00 | ISOMA | Istirahat, Sholat, dan Makan Siang |
| 13.00 – 15.00 | Modul 7 | Kerangka Manajemen Risiko Terintegrasi dan Tata Kelola Bank |
| 15.00 – 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 – 16.00 | Modul 8 | Workshop Try Out dan Pembahasan Soal (Simulasi Ujian) |
| 16.00 – 16.15 | Post-Test | Evaluasi pemahaman akhir peserta |
| 16.15 – 16.30 | Penutupan & Sertifikasi | Pembahasan hasil try out, arahan pendaftaran ujian BSMR/LSPP, penyerahan sertifikat |
Rundown ini bisa disesuaikan untuk pelaksanaan in-house. Coffee break dan ISOMA tetap mengikuti standar pelaksanaan kami.
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Investasi
Tiga skema keikutsertaan — semua sudah termasuk paket soal try out sesuai kisi-kisi ujian:
Public Training
per peserta
Online / Virtual Training
per peserta
In-House Training
seluruh fasilitas public training plus koordinasi logistik
Untuk skema in-house, silakan hubungi tim GRC Indonesia agar kami bisa menyusun penawaran sesuai jumlah peserta dan lokasi Anda.
Kuasai 8 jenis risiko dan kisi-kisi ujian dalam 2 hari intensif — amankan kursi batch terdekat (kuota 20–30) atau jadwalkan in-house untuk satuan kerja risiko bank Anda.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
FAQ
Keduanya berlisensi BNSP dan diakui di industri perbankan, tapi acuan standarnya berbeda. LSP BSMR mengacu pada SKKNI Nomor 271 Tahun 2024, sementara LSPP menggunakan SKKNI Nomor 218 Tahun 2020. Pilihan biasanya mengikuti kebijakan bank tempat Anda bekerja. Program persiapan GRC Indonesia membahas materi inti yang relevan untuk keduanya.
Belum. Program ini bersifat persiapan, sehingga biaya dan jadwal ujian resmi ditetapkan terpisah oleh BSMR atau LSPP sesuai jenjang kualifikasi yang dipilih peserta. Peserta tetap perlu mendaftar uji kompetensi secara mandiri atau lewat koordinasi HR bank masing-masing.
Untuk jalur BSMR, proses penerbitan sertifikat dari BNSP memakan waktu sekitar satu sampai dua bulan setelah seluruh administrasi dan pembayaran selesai diverifikasi. Sertifikat kompetensi persiapan dari GRC Indonesia sendiri diserahkan langsung di akhir hari kedua pelatihan.
BSMR dan LSPP sama-sama membuka skema Kualifikasi 4 sampai Kualifikasi 7. Jenjangnya ditentukan oleh ukuran aset bank dan posisi peserta dalam struktur organisasi. Program ini menyasar peserta setingkat Kualifikasi 4 dan 5. Peserta yang ragu dapat menyampaikan posisi dan lama pengalamannya ke tim GRC Indonesia lewat WhatsApp.
Bisa. GRC Indonesia menyediakan opsi in-house training dengan kurikulum yang sama, plus koordinasi logistik di lokasi klien. Rundown, penekanan modul, dan komposisi studi kasus dapat disesuaikan dengan profil risiko bank terkait. Hubungi tim GRC Indonesia untuk penawaran resmi.
Pelatihan Terkait
Program serumpun untuk memperdalam kapabilitas risk officer Anda:
Analis risiko tingkat menengah — 6 modul, 4 hari, bukti kompetensi diakui nasional. Lihat detail →
Level manajerial: memimpin penerapan manajemen risiko di unit kerja dan divisi. Lihat detail →
Puncak piramida sertifikasi GRC untuk calon dan pemegang Chief Risk Officer. Lihat detail →
Menyusun indikator peringatan dini dan dashboard pemantauan risiko. Lihat detail →
Mengukur kematangan manajemen risiko perusahaan berbasis ISO 31000 & regulasi BUMN. Lihat detail →
Testing 2 hari: design vs operating deficiency, working paper, klasifikasi temuan. Lihat detail →
