Home / Training / Internal Control Testing

Masterclass Internal Control Testing dan Klasifikasi Temuan Audit Korporasi (BUMN)

Kuasai Metodologi Pengujian Pengendalian Internal, dari Walkthrough hingga Klasifikasi Temuan, dalam 2 Hari Pelatihan Intensif Khusus BUMN

Masterclass ini adalah pelatihan audit internal BUMN selama 2 hari dari GRC Indonesia dan Proxsis Academy. Anda akan belajar merancang testing plan, menguasai metodologi walkthrough hingga reperformance, mengklasifikasikan temuan dari deficiency hingga material weakness, dan menyusun working paper lewat studi kasus proses bisnis BUMN.

Fakta Program

2 Hari

16 jam pembelajaran, 870 menit materi efektif

8 Modul

Dari kerangka COSO hingga workshop working paper

65%

Waktu untuk studi kasus & hands-on workshop

20–30

Peserta per batch — public, in-house, atau online

Berapa banyak temuan audit di organisasi Anda yang berulang setiap tahun? Kebutuhan akan pelatihan audit internal BUMN yang praktis semakin mendesak, dan datanya berbicara jelas. Riset global ACFE menunjukkan bahwa lebih dari separuh kasus fraud terjadi karena pengendalian internal tidak ada (32%) atau di-override (19%).

Di lingkungan BUMN, taruhannya lebih besar lagi. Regulasi mewajibkan sistem pengendalian intern yang menyeluruh, bukan sekadar dokumen kebijakan yang rapi di lemari arsip. Masalahnya, banyak tim Satuan Pengawasan Intern (SPI) belum punya metodologi pengujian yang terstandardisasi. Hasilnya: pengujian tidak konsisten, temuan sulit diklasifikasikan, dan rekomendasi tidak ditindaklanjuti oleh process owner.

Masterclass Internal Control Testing dan Klasifikasi Temuan Audit Korporasi (BUMN) dari GRC Indonesia hadir untuk menjawab kesenjangan itu. Kita akan membahas tuntas silabus, metodologi, rundown, hingga investasi programnya — termasuk jawaban atas satu pertanyaan teknis yang paling sering muncul: apa beda design deficiency dan operating deficiency?

Mengapa

Mengapa BUMN Wajib Menguji Pengendalian Internal Secara Berkala?

BUMN wajib menguji pengendalian internal karena regulasi menuntut Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang menyeluruh dan berfungsi nyata. Memiliki kebijakan saja tidak cukup. Pengendalian harus terbukti dirancang dengan tepat dan berjalan efektif dalam praktik sehari-hari, dan bukti itu hanya bisa diperoleh melalui pengujian berkala yang terdokumentasi.

Dasar hukumnya jelas. Peraturan Menteri BUMN PER-2/MBU/03/2023 mengatur prinsip tata kelola, penerapan manajemen risiko, hingga pelaporan BUMN. Salah satu kewajibannya, Direksi menetapkan Sistem Pengendalian Intern sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance.

Ada alasan praktis di balik regulasi itu. Kontrol yang tidak pernah diuji cenderung melemah tanpa disadari. Ketika kontrol melemah, celah fraud terbuka. Jika insiden sudah terjadi, organisasi terpaksa masuk ke tahap yang jauh lebih mahal — investigasi fraud di perusahaan.

Pengujian berkala mengubah pola reaktif itu menjadi pencegahan. Tim SPI menemukan kelemahan lebih dulu, sebelum regulator atau auditor eksternal menemukannya. Inilah fondasi Good Corporate Governance yang sehat di BUMN.

Konteks Regulasi

01

PER-2/MBU/03/2023 — BUMN

02

COSO IC-IF — 5 komponen, 17 prinsip

03

SPI — Satuan Pengawasan Intern

Metodologi
ToD & ToE — 4 teknik pengujian

Konsep Kunci

Apa Perbedaan Design Deficiency dan Operating Deficiency?

Design deficiency terjadi ketika kontrol tidak ada atau salah rancang, sehingga tujuannya tetap gagal tercapai meski kontrol dijalankan dengan benar. Operating deficiency terjadi ketika kontrol yang sudah dirancang baik ternyata tidak dijalankan sesuai desain, atau dijalankan oleh orang yang tidak punya kompetensi dan kewenangan memadai.

Cara mudah mengingatnya: design deficiency adalah masalah “cetak biru”, operating deficiency adalah masalah “eksekusi”. Drata menjelaskan bahwa design deficiency mencakup kontrol yang hilang sama sekali atau kontrol yang berjalan sesuai rencana namun tetap gagal mencegah salah saji.

Contoh operating deficiency lebih dekat dengan keseharian auditor. Pathlock mencatat beberapa pola umum: approval diberikan otomatis tanpa bukti review, rekonsiliasi dikerjakan keliru, atau review dilakukan personel yang tidak kompeten.

Pembedaan ini menentukan cara pengujiannya. Test of Design (ToD) memvalidasi apakah kontrol sudah ada dan dirancang tepat. Sementara itu, Test of Effectiveness menguji konsistensi operasi kontrol selama satu periode, biasanya dengan sampling. Keduanya adalah keterampilan inti yang juga dilatih dalam pelatihan ICoFR intensif kami.

Setelah jenisnya teridentifikasi, temuan diklasifikasikan menurut tingkat keparahannya — urutannya dari ringan ke berat: deficiency, significant deficiency, lalu material weakness. Jangan lupakan satu faktor penyeimbang: keberadaan compensating control dapat menurunkan severity sebuah temuan. Ketiga klasifikasi ini dibedah tuntas di Modul 5 masterclass.

Silabus

Apa Saja yang Dipelajari dalam Masterclass Internal Control Testing?

Peserta mempelajari 8 modul progresif: konsep dasar internal control dan kerangka COSO, perancangan testing plan berbasis risk assessment, empat metodologi pengujian (walkthrough, inquiry, inspection, reperformance), evaluasi dan klasifikasi temuan, komunikasi ke process owner, koordinasi antar fungsi assurance, hingga workshop menyusun working paper dari studi kasus BUMN.

Fondasinya adalah kerangka kerja COSO Internal Control – Integrated Framework yang memuat 5 komponen dan 17 prinsip — seluruhnya harus “present and functioning” agar pengendalian internal dinyatakan efektif. Modul 2 mengajarkan penyusunan control inventory dan pemilihan key control berbasis risk assessment, menyambung langsung dengan kompetensi manajemen risiko berbasis ISO 31000 yang mungkin sudah dimiliki tim Anda.

01 Modul 1: Overview Sistem Pengendalian Internal (120 Menit)

Konsep dasar internal control; kerangka COSO; konteks regulasi BUMN; tujuan internal control testing.

Control inventory/control library; identifikasi key control berbasis risk assessment; penyusunan testing plan.

Walkthrough testing alur transaksi; teknik inquiry dan observation; identifikasi design deficiency.

Inspection dokumen dan bukti; reperformance untuk uji efektivitas operasi; penentuan sampel representatif.

Evaluasi desain versus efektivitas operasi; klasifikasi deficiency, significant deficiency, material weakness; root cause.

Teknik komunikasi konstruktif; rekomendasi perbaikan yang applicable; kolaborasi dengan process owner.

Menghindari duplikasi kerja; integrasi hasil pengujian ke pelaporan manajemen risiko.

Praktik pengujian atas studi kasus proses bisnis BUMN; penyusunan working paper dan laporan; presentasi kelompok.

Total durasi pembelajaran: 870 menit, eksklusif istirahat dan evaluasi.

Peserta

Siapa yang Wajib Mengikuti Program Ini?

Program wajib diikuti staf dan officer SPI atau audit internal, unit GRC dan kepatuhan, process owner, serta manajemen di lingkungan BUMN. Kapasitas dibatasi 20–30 peserta per batch:

Staf dan Officer SPI / Audit Internal

Tulang punggung pengujian — butuh metodologi terstandardisasi agar hasil konsisten dan tahan uji.

Unit GRC dan Kepatuhan

Yang menjembatani hasil pengujian dengan pelaporan risiko dan kepatuhan korporasi.

Process Owner dan Manajemen BUMN

Karena temuan hanya bermanfaat jika ditindaklanjuti — ketika process owner memahami logika pengujian, resistensi menurun dan rekomendasi lebih cepat dieksekusi.

Organisasi Non-BUMN

Yang ingin membangun kapabilitas pengujian pengendalian internal dengan studi kasus proses bisnis BUMN sebagai bahan belajar.

Modul 7 secara khusus membahas koordinasi tiga fungsi: internal control testing, audit internal, dan manajemen risiko. Tanpa koordinasi, ketiganya sering menguji hal yang sama dan membebani unit bisnis. Hasil pengujian yang terintegrasi juga memperkaya sistem pemantauan risiko Anda, termasuk Key Risk Indicator yang sudah berjalan.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026/2027

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Rundown

Rundown Pelaksanaan 2 Hari

Program berlangsung dua hari penuh dengan total 16 jam pembelajaran:

Hari Pertama

Waktu (WIB)Sesi AcaraKeterangan Aktivitas
08.00 – 08.30Registrasi & PembukaanCheck-in peserta, sambutan, pengantar program
08.30 – 09.00Pre-TestPengukuran pengetahuan awal peserta
09.00 – 10.00Modul 1 (Sesi 1)Overview Sistem Pengendalian Internal
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 – 12.00Modul 1 (Sesi 2) & Modul 2Lanjutan Overview; Merancang Rencana Pengujian
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 – 15.00Modul 3Metodologi Pengujian I: Walkthrough dan Inquiry
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.15Modul 4Metodologi Pengujian II: Inspection dan Reperformance
16.15 – 16.30Refleksi & Penutupan Hari 1Recap materi, tanya-jawab, penugasan mandiri

Hari Kedua

Waktu (WIB)Sesi AcaraKeterangan Aktivitas
08.00 – 08.15Pembukaan Hari 2Review materi Hari 1, agenda Hari 2
08.15 – 10.00Modul 5Evaluasi Efektivitas dan Klasifikasi Temuan
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 – 12.00Modul 6Komunikasi Temuan ke Process Owner
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 – 15.00Modul 7Koordinasi dengan Audit Internal dan Manajemen Risiko
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.00Modul 8 — WorkshopMenyusun Working Paper (kerja kelompok)
16.00 – 16.15Post-TestEvaluasi pemahaman akhir
16.15 – 16.30Penutupan & SertifikasiPresentasi hasil workshop, penyerahan sertifikat, foto bersama

Untuk in-house training, rundown dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara. Coffee break dan ISOMA bersifat tetap sesuai standar pelaksanaan Proxsis Academy.

Metode

Metodologi Pembelajaran

Kami merancang program ini dengan pendekatan pembelajaran aktif berbasis kompetensi. Porsi terbesar bukan ceramah, melainkan studi kasus dan praktik langsung — artinya 65% waktu Anda dihabiskan untuk mengerjakan kasus nyata, bukan mendengarkan slide:

Hands-on Workshop — 35%

Praktik langsung walkthrough, inquiry, inspection, reperformance, hingga menyusun working paper dengan template siap pakai yang boleh dibawa pulang.

Studi Kasus dan Diskusi — 30%

Seluruh studi kasus diambil dari proses bisnis BUMN dan organisasi sejenis.

Pemaparan Konsep — 25%

Fondasi kerangka COSO, regulasi BUMN, dan metodologi pengujian oleh instruktur praktisi.

Evaluasi dan Refleksi — 10%

Pre-test dan post-test mengukur peningkatan pemahaman secara objektif; refleksi harian membantu merancang penerapan di organisasi masing-masing.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Investasi

Investasi Program dan Fasilitas Peserta

Tersedia tiga skema pelaksanaan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan organisasi:

Public Training

Rp 6.500.000,-

per peserta

Online / Virtual Training

Rp 5.200.000,-

per peserta

In-House Training

Hubungi Tim

rundown & kasus proses bisnis perusahaan sendiri

Skema in-house cocok jika Anda ingin melatih satu tim SPI sekaligus dengan studi kasus dari proses bisnis perusahaan sendiri. Untuk penawaran khusus, silakan hubungi tim kami dan diskusikan kebutuhan Anda tanpa komitmen.

Setiap peserta memperoleh:

Siap Berhenti dari Temuan Audit yang Berulang?

Kuasi metodologi pengujian pengendalian internal berbasis COSO dan Permen BUMN PER-2/MBU/03/2023 — amankan kursi batch terdekat atau jadwalkan in-house training untuk tim SPI Anda.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Berapa lama durasi pelatihan internal control testing ini?

Program berlangsung 2 hari dengan total 16 jam pembelajaran, atau 870 menit efektif di luar istirahat dan evaluasi. Materi terbagi dalam 8 modul, dimulai dari konsep dasar pengendalian internal hingga workshop penyusunan working paper.

Ya. Selain public training, tersedia opsi in house training internal control perusahaan dengan rundown yang dapat disesuaikan kebutuhan organisasi. Tersedia juga format online/virtual dengan modul digital, sertifikat elektronik, dan akses rekaman sesi seharga Rp5.200.000.

Boleh. Meski dirancang khusus dengan konteks regulasi dan studi kasus BUMN, program ini terbuka untuk organisasi lain yang ingin membangun kapabilitas pengujian pengendalian internal. Targetnya mencakup staf SPI, unit GRC, process owner, dan manajemen.

Peserta menerima Sertifikat Kompetensi dari Proxsis Academy setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program, termasuk pre-test, post-test, dan presentasi hasil workshop. Peserta format online menerima sertifikat elektronik.

Internal control testing fokus menguji apakah kontrol dirancang tepat dan berjalan efektif, biasanya oleh lini kedua atau tim khusus. Audit internal memberikan assurance independen yang cakupannya lebih luas. Keduanya perlu berkoordinasi agar tidak terjadi duplikasi pengujian, dan koordinasi ini dibahas khusus di Modul 7.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Perkuat kapabilitas pengendalian internal dengan program serumpun berikut:

Pelatihan Manajemen Risiko ISO 31000

Fondasi 8 prinsip & proses SNI ISO 31000:2018 untuk seluruh tim risiko. Lihat detail →

Pelatihan Key Risk Indicator (KRI)

Menyusun indikator peringatan dini dan dashboard pemantauan risiko. Lihat detail →

Pelatihan Risk Maturity Level

Mengukur kematangan manajemen risiko perusahaan berbasis ISO 31000 & regulasi BUMN. Lihat detail →

Managing Legal Risk ISO 31022

Kelola risiko hukum kontrak & regulasi untuk legal and compliance officer. Lihat detail →

Data Analytics Risk Management

Deteksi anomali dan pemantauan risiko berbasis data analitik. Lihat detail →

Persiapan Sertifikasi MR Perbankan (BSMR & LSPP)

2 hari kuasai 8 jenis risiko perbankan sesuai POJK 24/2022 + latihan soal ujian. Lihat detail →