Pelatihan Integrasi ES-GRC Bersertifikat

Latar Belakang

Fungsi Governance, Risk Management, dan Compliance di banyak organisasi masih berjalan terpisah di departemen yang berbeda. Hasilnya terasa langsung: proses yang terduplikasi, informasi yang tidak mengalir antar fungsi, sumber daya terpakai dua kali untuk pekerjaan yang sama, dan blind spot yang tidak terdeteksi sampai menjadi masalah nyata.

Sementara itu, tekanan regulasi bertambah. Ekspektasi pemangku kepentingan terhadap transparansi ESG makin konkret dan terukur. Risiko yang muncul tidak mengenal batas fungsi atau departemen.

Pelatihan Integrasi ES-GRC membekali peserta dengan kerangka kerja yang menghubungkan ketiga fungsi tersebut ke dalam satu sistem yang dapat dijalankan, dipantau, dan ditingkatkan secara bersamaan.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti program ini, peserta mampu:

  • Memahami prinsip dasar integrasi Governance, Risk, dan Compliance dalam satu kerangka kerja
  • Menganalisis kebutuhan integrasi GRC berdasarkan konteks dan kompleksitas organisasi
  • Merancang arsitektur GRC terintegrasi yang selaras dengan strategi bisnis
  • Mengidentifikasi interdependensi antara fungsi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan
  • Mengembangkan kebijakan, prosedur, dan proses yang mendukung integrasi GRC
  • Menerapkan risk-based thinking dalam tata kelola dan kepatuhan organisasi
  • Membangun budaya organisasi yang mendukung integritas dan akuntabilitas
  • Memahami peran teknologi dalam otomatisasi proses GRC terintegrasi

Daftar Sekarang

Modul Pelatihan

Modul 1: Fondasi Konseptual Integrasi ES-GRC

Definisi dan konsep masing-masing pilar GRC, termasuk pergeseran dari pendekatan silo menuju integrasi. Peserta mengenal kerangka kerja internasional yang relevan: COSO ERM, ISO 31000, ISO 37301, COBIT, dan model integrasi GRC dari OCEG (Open Compliance & Ethics Group).

Modul 2: Tata Kelola Organisasi sebagai Pilar Utama

Komponen tata kelola yang efektif: struktur organisasi, peran dewan direksi dan komite, kebijakan korporasi, etika bisnis, transparansi, dan akuntabilitas. Tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi manajemen risiko dan kepatuhan yang bisa diaudit.

Modul 3: Manajemen Risiko Terintegrasi

Teknik identifikasi, penilaian, dan penanganan risiko berdasarkan ISO 31000 dan COSO ERM. Integrasi manajemen risiko ke dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional, termasuk pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) lintas fungsi dan unit bisnis.

Modul 4: Sistem Manajemen Kepatuhan

Persyaratan ISO 37301:2021 untuk Compliance Management System: identifikasi risiko kepatuhan, penyusunan kebijakan dan prosedur, mekanisme whistleblowing, investigasi, dan penyelesaian insiden. Integrasi fungsi kepatuhan dengan tata kelola dan manajemen risiko.

Modul 5: Arsitektur dan Kerangka Kerja Integrasi GRC

Penyusunan arsitektur GRC terintegrasi menggunakan GRC Capability Model (OCEG Red Book). Identifikasi common control, eliminasi duplikasi, dan penciptaan sinergi antar fungsi GRC.

Modul 6: Peran Teknologi dalam Integrasi GRC

GRC software platforms, data analytics, kecerdasan buatan, dan otomatisasi dalam mendukung proses GRC. Evaluasi vendor dan pemilihan solusi teknologi yang sesuai dengan skala dan kebutuhan organisasi.

Modul 7: Implementasi, Pemantauan, dan Peningkatan Berkelanjutan

Roadmap implementasi GRC terintegrasi: manajemen perubahan, pelatihan, sosialisasi, dan pengukuran efektivitas. Teknik pemantauan berkala agar kerangka kerja GRC tetap relevan dan tidak hanya jadi dokumen.

Metode Pelatihan

Pelatihan dirancang agar peserta mempraktikkan materi, bukan hanya menyimaknya.

 

Metode Deskripsi
Interactive Lecture Pemaparan materi oleh instruktur bersertifikasi internasional dengan pengalaman implementasi GRC langsung di lapangan
Workshop Praktis Peserta merancang arsitektur GRC terintegrasi, menyusun risk register, dan mengembangkan compliance framework dari studi kasus nyata
Studi Kasus Komprehensif Analisis keberhasilan dan kegagalan integrasi GRC sebagai bahan diskusi
Simulasi GRC Integration Peserta mengerjakan skenario integrasi fungsi GRC, mengidentifikasi gap, dan menyusun rencana aksi
Group Discussion & Presentation Diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis untuk mengasah komunikasi dan kolaborasi
Framework Mapping Exercise Pemetaan langsung kontrol, risiko, dan persyaratan kepatuhan ke dalam kerangka GRC terintegrasi

 

Hubungi Kami

Peserta yang Direkomendasikan

  • Chief Risk Officer (CRO), Chief Compliance Officer (CCO), Chief Governance Officer (CGO)
  • Risk Manager, Compliance Officer, Governance Officer
  • Internal Auditor dan External Auditor
  • Direktur Utama, Direktur Operasional, dan jajaran manajemen senior
  • Legal Counsel, Corporate Secretary, Corporate Governance Officer
  • Quality Manager dan Quality Assurance Officer
  • Project Manager yang bertanggung jawab atas implementasi GRC
  • Konsultan Manajemen dan Profesional GRC
  • IT Governance dan Data Governance Professional
  • Profesional lain yang ingin membangun kompetensi integrasi GRC berbasis standar internasional

Lokasi Pelatihan

 

Kota Lokasi
Jakarta Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Bandung Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*
Yogyakarta Hotel Khas Tugu
Surabaya AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.

Jadwal Pelatihan 2026

 

Bulan Tanggal
Januari 14–15
Februari 11–12
Maret 11–12
April 14–15
Mei 12–15
Juni 11–12
Juli 13–14
Agustus 10–11
September 24–25
Oktober 27–28
November 25–26
Desember 28–29

Investasi & Fasilitas

 

Mode Harga
Offline Rp 5.500.000,- / peserta
Online Rp 3.500.000,- / peserta

Setiap peserta mendapatkan:

  • Sertifikat Pelatihan dari GRC Institute
  • Modul Materi (cetak dan digital)
  • Template GRC Integration Framework dan Risk-Compliance Mapping
  • Contoh Dokumen GRC Policy dan Integrated Risk Register
  • Training Kit (tas, notebook, pen)
  • Konsumsi (lunch & 2x coffee break) untuk peserta offline
  • Akses konsultasi pasca-pelatihan dengan instruktur

Hubungi Kami

  • Shena (Jakarta): +62 858-9310-4835 | WhatsApp
  • Louqman (Bandung & Yogyakarta): +62 813-1845-942 | WhatsApp
  • Ardi (Surabaya): +62 858-9002-6598 | WhatsApp

Home / Training / Integrasi ES-GRC

Pelatihan Integrasi ES-GRC Bersertifikat

Bangun Sistem GRC Terintegrasi yang Bisa Dijalankan, Dipantau, dan Ditingkatkan

Tekanan dari luar makin nyata. OJK menargetkan aturan baru laporan keberlanjutan berstandar global terbit pada akhir 2026. Per Juli 2026, sudah ada 981 emiten BEI yang menerbitkan laporan ESG tahun 2025, dengan standar pelaporan keberlanjutan baru (PSPK) yang berlaku efektif Januari 2027.

Bagi organisasi yang fungsi GRC-nya masih berjalan terpisah, batas waktu itu sudah terasa.

Tekanan Regulasi

Akhir 2026

OJK menargetkan aturan baru laporan keberlanjutan berstandar global terbit

981 emiten

BEI menerbitkan laporan ESG tahun 2025 (per Juli 2026)

Januari 2027

Standar pelaporan keberlanjutan baru (PSPK) berlaku efektif

Butuh jadwal pelatihan bulan ini?

Definisi

Apa Itu Integrasi ES-GRC dan Mengapa Relevan Sekarang?

Integrasi ES-GRC adalah pendekatan yang menyatukan fungsi Governance, Risk Management, dan Compliance ke dalam satu kerangka kerja yang terkoordinasi, dengan dimensi ESG masuk ke dalam cara kerja sehari-hari organisasi. Tiga fungsi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri, kini dikelola melalui sistem yang saling terhubung dan bisa dipantau bersama.

OCEG (Open Compliance & Ethics Group) memperkenalkan konsep GRC pada tahun 2002. Mereka mendefinisikannya sebagai kumpulan kapabilitas terintegrasi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya, mengelola ketidakpastian, dan bertindak dengan integritas. OCEG menyebut kondisi ideal ini sebagai “Principled Performance.”

Urgensinya semakin konkret. Secara global, 76% eksekutif menyatakan keberlanjutan sudah menjadi bagian sentral dari strategi bisnis mereka. Di Indonesia, 2026 adalah jendela terakhir bagi perusahaan untuk membangun infrastruktur data ESG sebelum pelaporan mandatory berlaku penuh pada Januari 2027.

Organisasi yang fungsi GRC-nya masih terpisah akan kesulitan memenuhi ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan sekaligus. Integrasi bukan soal efisiensi internal semata. Ini soal kepatuhan dan kepercayaan.

Masalah

Masalah Nyata GRC yang Masih Berjalan Silo

Dampaknya langsung terasa di lapangan. Laporan risiko yang tidak sinkron antar departemen, kontrol yang dikerjakan dua kali oleh tim berbeda, dan gap yang baru muncul ke permukaan saat audit.

51% profesional kesulitan mengidentifikasi risiko kritis justru karena data tersimpan di silo yang tidak terhubung. Ini bukan masalah kapabilitas individu. Ini masalah sistem yang tidak dirancang untuk bekerja bersama.

Di Indonesia, kondisi GRC yang silo terwujud dalam koordinasi yang lemah, fungsi yang tumpang tindih, dan konflik prioritas antar departemen. Buku Panduan GRC Forum Indonesia mencatat bahwa banyak organisasi baru menyadari eksposur risikonya setelah insiden terjadi, bukan sebelumnya.

Mengukur level maturitas risiko organisasi Anda saat ini adalah cara paling cepat untuk melihat di mana gap terbesarnya sebelum menentukan langkah berikutnya.

Data tersilo

51%

profesional kesulitan mengidentifikasi risiko kritis karena data tersimpan di silo yang tidak terhubung

Gejala di lapangan

Kerja ganda

Laporan risiko tidak sinkron antar departemen, kontrol dikerjakan dua kali oleh tim berbeda, gap baru muncul saat audit

Kompetensi

Apa yang Dipelajari dalam Pelatihan Integrasi ES-GRC Bersertifikat?

Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan merancang, menjalankan, dan memantau arsitektur GRC terintegrasi, dari tahap konseptual hingga implementasi. Peserta tidak hanya memahami teori. Mereka langsung mempraktikkan cara menyusun risk register lintas fungsi, membangun compliance framework, dan memetakan kontrol ke dalam kerangka standar internasional.

Setelah menyelesaikan program ini, peserta mampu:

Setiap poin di atas adalah respons terhadap tantangan nyata yang dihadapi organisasi saat ini, bukan daftar kompetensi generik.

Silabus

Silabus Lengkap: 7 Modul yang Membentuk Kompetensi Anda

01 Fondasi Konseptual Integrasi ES-GRC

Peserta membangun pemahaman tentang masing-masing pilar GRC dan pergeseran dari pendekatan silo menuju integrasi. Kerangka yang dibahas mencakup COSO ERM, ISO 31000, ISO 37301, COBIT, dan GRC Capability Model versi 3.5 dari OCEG, yang dikenal luas sebagai Red Book. OCEG mendefinisikan model ini sebagai satu-satunya standar open-source yang mengintegrasikan governance, risk, audit, compliance, ethics, dan IT dalam satu pendekatan terpadu.

Modul ini membahas komponen tata kelola perusahaan yang efektif: struktur organisasi, peran dewan direksi dan komite, kebijakan korporasi, etika bisnis, transparansi, dan akuntabilitas. Tata kelola yang kuat menjadi fondasi yang memungkinkan manajemen risiko dan kepatuhan dapat diaudit secara konsisten.

Teknik identifikasi, penilaian, dan penanganan risiko berdasarkan ISO 31000 dan COSO ERM. Modul ini membahas bagaimana manajemen risiko diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional, termasuk pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) lintas fungsi dan unit bisnis. Untuk memahami fondasi konsepnya lebih dalam, baca artikel kami tentang konsep dasar manajemen risiko organisasi.

Fokus pada persyaratan ISO 37301:2021 untuk Compliance Management System (CMS). ISO 37301 adalah standar internasional yang bisa tersertifikasi, menggantikan ISO 19600. Cakupannya meliputi identifikasi risiko kepatuhan, penyusunan kebijakan dan prosedur, mekanisme whistleblowing, investigasi, dan penyelesaian insiden. ISO 31000 menyediakan metodologi risk management yang menjadi basis risk assessment dalam ISO 37301: dua standar ini saling melengkapi, bukan berdiri sendiri. Untuk gambaran lebih luas, lihat halaman sistem manajemen kepatuhan kami.

Peserta menyusun arsitektur GRC terintegrasi menggunakan GRC Capability Model (OCEG Red Book). Proses ini mencakup identifikasi common control, eliminasi duplikasi, dan penciptaan sinergi antar fungsi GRC. Modul ini adalah inti dari seluruh program.

GRC software platforms, data analytics, kecerdasan buatan, dan otomatisasi dalam mendukung proses GRC dibahas secara praktis. Peserta belajar mengevaluasi vendor dan memilih solusi teknologi yang sesuai dengan skala dan kebutuhan spesifik organisasi mereka.

Roadmap implementasi GRC terintegrasi: manajemen perubahan, pelatihan tim internal, sosialisasi, dan pengukuran efektivitas. Modul ini memastikan kerangka kerja GRC yang dibangun tidak berhenti di dokumen, melainkan berjalan dan terus ditingkatkan secara berkala.

Untuk Siapa

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Pelatihan Ini?

Program ini paling tepat untuk profesional yang sudah memegang peran GRC dan ingin bergerak dari cara kerja silo menuju sistem terintegrasi. Tingkat program ini bukan pengantar GRC. Peserta yang ideal adalah mereka yang siap membangun atau memperkuat arsitektur GRC di organisasinya.

Jabatan yang direkomendasikan mencakup:

Chief Risk Officer (CRO)

Chief Compliance Officer (CCO)

Chief Governance Officer (CGO)

Risk Manager

Compliance Officer

Internal Auditor

External Auditor

Legal Counsel

Corporate Secretary

Quality Manager

IT Governance Professional

Konsultan Manajemen yang bertanggung jawab atas implementasi GRC

Bagi yang ingin melengkapi kompetensi ini dengan jalur formal dan terstandar, GRC Indonesia menyediakan program sertifikasi profesi yang diakui BNSP, mulai dari QRMA hingga QCRO.

Metode

Bagaimana Metode Pelatihan Ini Bekerja?

Setelah mengikuti pelatihan RBIA, peserta menguasai paradigma baru audit berbasis risiko secara praktis. Ini mencakup kemampuan memahami proses RBIA secara menyeluruh, menjalankan peran auditor secara efektif, menggunakan teknik pengujian yang tepat, dan menulis laporan audit yang mudah dipahami manajemen, semuanya dalam satu program terpadu.

Secara lebih rinci, ada lima tujuan konkret yang dicapai peserta:

Interactive Lecture

Pemaparan oleh instruktur bersertifikasi internasional dengan pengalaman implementasi GRC langsung di lapangan.

Workshop Praktis

Peserta merancang arsitektur GRC terintegrasi, menyusun risk register, dan mengembangkan compliance framework dari studi kasus nyata.

Studi Kasus Komprehensif

Analisis keberhasilan dan kegagalan integrasi GRC di berbagai jenis organisasi sebagai bahan diskusi kelompok.

Simulasi GRC Integration

Peserta mengerjakan skenario integrasi fungsi GRC, mengidentifikasi gap, dan menyusun rencana aksi.

Group Discussion & Presentation

Diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis untuk mengasah komunikasi lintas fungsi.

Framework Mapping Exercise

Pemetaan langsung kontrol, risiko, dan persyaratan kepatuhan ke dalam kerangka GRC terintegrasi.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026

Januari

21–22

Februari

18–19

Maret

18–19

April

21–22

Mei

19–20

Juni

17–18

Juli

21–22

Agustus

18–19

September

15–16

Oktober

20–21

November

17–18

Desember

8–9

Fasilitas

Investasi & Fasilitas

Offline

Rp 5.500.000,-

per peserta

Online

Rp 3.500.000,-

per peserta

Setiap peserta mendapatkan:

Siap Mengubah Audit Internal Anda Menjadi Berbasis Risiko?

Hubungi Kami

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apakah Pelatihan Integrasi ES-GRC cocok untuk pemula di bidang GRC?

Program ini dirancang untuk peserta yang sudah memiliki pemahaman dasar tentang GRC atau sudah menjalankan salah satu fungsinya di organisasi. Jika Anda sudah memegang peran seperti Risk Manager, Compliance Officer, atau Internal Auditor, Anda sudah berada di jalur yang tepat. Bagi yang masih baru di bidang ini, sebaiknya mulai dari program pengantar terlebih dahulu sebelum masuk ke program integrasi.

GRC konvensional berfokus pada integrasi governance, risk, dan compliance sebagai satu sistem manajemen. ES-GRC menambahkan dimensi ESG (Environmental, Social, and Governance) ke dalam kerangka tersebut, sehingga aspek keberlanjutan dan pelaporan iklim masuk ke dalam tata kelola dan manajemen risiko sehari-hari, bukan sebagai laporan terpisah. Ini sangat relevan dengan arah regulasi OJK yang mewajibkan laporan keberlanjutan berstandar global.

Ya. Setiap peserta yang menyelesaikan program mendapatkan Sertifikat Pelatihan dari GRC Institute. Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi formal yang bisa dicantumkan dalam profil profesional Anda. Bagi yang ingin jalur sertifikasi profesi BNSP, GRC Indonesia menyediakan program tersendiri mulai dari tingkat QRMA hingga QCRO.

Program berlangsung selama dua hari penuh, tersedia setiap bulan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Investasi untuk mode offline adalah Rp 5.500.000 per peserta, dan Rp 3.500.000 untuk mode online. Setiap peserta mendapatkan modul materi cetak dan digital, template GRC Integration Framework, akses konsultasi pasca-pelatihan, dan training kit.

Program mencakup lima kerangka utama: COSO ERM, ISO 31000 (Risk Management), ISO 37301:2021 (Compliance Management System), COBIT (IT Governance), dan GRC Capability Model 3.5 dari OCEG. Kombinasi kelima kerangka ini memastikan peserta memahami integrasi GRC dari berbagai sudut pandang yang saling melengkapi, bukan dari satu standar tunggal.