Ikuti Pelatihan Manajemen Risiko – Semua organisasi menghadapi faktor dan pengaruh internal dan eksternal yang menimbulkan ketidak pastian dalam pencapaian organisasi.
ISO 31000:2009 memberi kerangka kerja pengembangan, penerapan, dan perbaikan berkelanjutan untuk mengitegrasi keseluruhan proses pengelolaan risiko dalam tata kelola organisasi.
Dalam pelatihan ini, Anda akan mempelajari ISO 31000 guna membantu organisasi mencapai sasaran strategis dengan mengenali risiko, menganalisis dampak risiko terhadap kinerja, serta menginisiasi tindakan penanganan yang diperlukan.
Home / Training / ISO 31000:2018
Silabus 7 Modul, Teknik Penilaian Risiko ISO 31010, dan Jalur Sertifikasi untuk Profesional Manajemen Risiko
Pelatihan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia mencakup 7 modul terstruktur, dari fondasi standar internasional ini hingga teknik penilaian risiko seperti FMEA, FTA, dan Monte Carlo Simulation. Program ini tepat untuk Risk Manager, Internal Auditor, Compliance Officer, hingga jajaran direksi. Setelah lulus, peserta siap membangun kerangka manajemen risiko yang terintegrasi di organisasi mana pun.
populasi global tercakup badan standar nasional yang mengadopsi ISO 31000
rata-rata biaya insiden keamanan data per kejadian (laporan IBM, 600+ organisasi global)
status ISO 31000:2018 dikonfirmasi per Oktober 2023
Standar ISO 31000 kini diadopsi oleh badan standar nasional yang mencakup lebih dari 70% populasi global. Standar ini juga menjadi rujukan sejumlah lembaga PBB dan pemerintah nasional dalam merancang kebijakan manajemen risiko mereka.
Tapi satu masalah terus berulang. Banyak organisasi sudah punya Risk Register, Risk Matrix, bahkan divisi manajemen risiko tersendiri. Namun ketika insiden nyata terjadi, respons tidak berjalan sesuai yang dirancang. Penyebabnya hampir selalu sama: kompetensi SDM yang menjalankan sistem itu belum dibangun secara terstruktur.
Di tahun 2026, tekanannya makin besar. Disrupsi teknologi, perubahan regulasi, dan ketidakpastian geopolitik datang bersamaan. Rata-rata biaya insiden keamanan data sudah mencapai USD 4,4 juta per kejadian, berdasarkan laporan IBM terhadap lebih dari 600 organisasi global.
Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia hadir untuk menjawab tantangan itu. Bukan pelatihan generik. Program ini dibangun di atas standar yang terbukti, dengan kurikulum yang bisa langsung Anda terapkan di tempat kerja.
Definisi
Integrasi ES-GRC adalah pendekatan yang menyatukan fungsi Governance, Risk Management, dan Compliance ke dalam satu kerangka kerja yang terkoordinasi, dengan dimensi ESG masuk ke dalam cara kerja sehari-hari organisasi. Tiga fungsi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri, kini dikelola melalui sistem yang saling terhubung dan bisa dipantau bersama.
OCEG (Open Compliance & Ethics Group)Â memperkenalkan konsep GRC pada tahun 2002. Mereka mendefinisikannya sebagai kumpulan kapabilitas terintegrasi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya, mengelola ketidakpastian, dan bertindak dengan integritas. OCEG menyebut kondisi ideal ini sebagai “Principled Performance.”
Urgensinya semakin konkret. Secara global, 76% eksekutif menyatakan keberlanjutan sudah menjadi bagian sentral dari strategi bisnis mereka. Di Indonesia, 2026 adalah jendela terakhir bagi perusahaan untuk membangun infrastruktur data ESG sebelum pelaporan mandatory berlaku penuh pada Januari 2027.
Organisasi yang fungsi GRC-nya masih terpisah akan kesulitan memenuhi ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan sekaligus. Integrasi bukan soal efisiensi internal semata. Ini soal kepatuhan dan kepercayaan.
Principles — prinsip
Framework — kerangka kerja
Process — proses
Untuk Siapa
Pelatihan Manajemen Risiko ISO 31000:2018 cocok bagi siapa pun yang bertanggung jawab atas identifikasi, penilaian, atau pengendalian risiko di organisasinya, dari level analis hingga direksi. Tidak ada syarat latar belakang khusus, asalkan Anda ingin membangun kompetensi manajemen risiko berbasis standar internasional.
Profil yang paling relevan mencakup:
Untuk memahami mengapa kompetensi ini penting bagi setiap fungsi, baca artikel kami tentang penerapan ISO 31000 di perusahaan.
Silabus
Ini adalah bagian yang paling sering ditanyakan sebelum mendaftar. Berikut adalah isi kurikulum lengkap Program Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia.
Membahas definisi risiko, manajemen risiko, dan relevansinya dengan tata kelola organisasi modern. Anda akan memahami struktur ISO 31000:2018, perbedaannya dari versi 2009, serta hubungannya dengan ISO 73 dan ISO 31010. Modul ini menjawab satu pertanyaan mendasar: mengapa manajemen risiko harus menjadi fondasi pengambilan keputusan strategis, bukan sekadar dokumen kepatuhan.
Membahas 11 prinsip yang menjadi fondasi kerangka kerja, termasuk prinsip integrasi, inklusivitas, dinamis, dan peningkatan berkelanjutan. Setiap prinsip dikaitkan langsung dengan contoh penerapan nyata di organisasi, bukan sekadar teori.
Memandu Anda menyusun dan mengimplementasikan kerangka manajemen risiko yang terintegrasi dengan tata kelola. Topiknya mencakup cara mendapatkan komitmen manajemen puncak, menentukan cakupan dan kriteria risiko, serta membangun struktur pelaporan yang bisa diaudit.
Komunikasi yang buruk adalah salah satu penyebab utama kegagalan implementasi manajemen risiko. Modul ini mengajarkan teknik komunikasi dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk cara menyusun Communication Plan dan mengidentifikasi kebutuhan informasi dari setiap kelompok stakeholder.
Ini adalah inti program. Modul ini membahas empat tahapan utama: identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, dan penanganan risiko (risk treatment). Anda juga akan belajar menggunakan Risk Register sebagai dokumen sentral pencatatan seluruh aktivitas manajemen risiko.
Memperkenalkan delapan teknik penilaian risiko beserta panduan kapan dan bagaimana menggunakannya, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Detail teknik-tekniknya dibahas di bagian berikutnya.
Membangun sistem manajemen risiko hanyalah langkah pertama. Modul ini mengajarkan cara memantau efektivitas penanganan risiko, mengukur kinerjanya, dan menjalankan peningkatan berkelanjutan (continual improvement) terhadap kerangka kerja yang sudah berjalan.
Teknik ISO 31010
Modul 6 mengajarkan delapan teknik penilaian risiko sesuai panduan ISO 31010, yaitu Probability and Impact Matrix, Risk Matrix, FMEA (Failure Mode and Effects Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), SWOT Analysis, Root Cause Analysis, Scenario Analysis, dan Monte Carlo Simulation. Setiap teknik diajarkan beserta panduan kapan dan bagaimana menggunakannya secara tepat.
Memilih teknik yang salah menghasilkan penilaian risiko yang tidak akurat untuk situasi tertentu. FMEA paling efektif untuk menganalisis potensi kegagalan dalam sistem yang kompleks.
Monte Carlo Simulation digunakan saat banyak variabel ketidakpastian harus dimodelkan secara bersamaan. FTA membantu Anda menelusuri penyebab akar dari potensi kegagalan besar. Kemampuan memilih teknik yang tepat adalah yang membedakan praktisi manajemen risiko yang efektif dari yang sekadar hafal teori.
Metode
GRC Indonesia menerapkan enam metode pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada penerapan nyata.
Menghadirkan instruktur bersertifikasi internasional dengan pengalaman implementasi langsung di berbagai industri.
Memberi Anda kesempatan berlatih menyusun Risk Register dan melakukan penilaian risiko berdasarkan studi kasus nyata.
Mengangkat contoh keberhasilan dan kegagalan implementasi dari berbagai sektor, termasuk BUMN, perbankan, manufaktur, dan pemerintahan.
Memungkinkan Anda menjalankan proses manajemen risiko secara lengkap pada skenario organisasi yang realistis.
Melatih kemampuan mengkomunikasikan profil risiko kepada manajemen puncak.
Mengajarkan cara membuat risk map dan heat map sebagai alat visualisasi profil risiko yang mudah dipahami pemangku kepentingan.
Sertifikasi
Sertifikasi ini memvalidasi kompetensi Anda dalam memimpin dan mengimplementasikan kerangka manajemen risiko sesuai standar internasional. Bukan sekadar gelar. Ini bukti kemampuan yang diakui lintas industri, yang bisa langsung Anda tunjukkan kepada pemberi kerja atau klien.
Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research (2025) menemukan bahwa faktor kunci keberhasilan adopsi ISO 31000 adalah dukungan kepemimpinan, komunikasi yang jelas, dan pelatihan yang bertarget. Dengan mengikuti program ini, Anda membangun dua dari tiga faktor tersebut secara langsung.
Bagi karir profesional, sertifikasi manajemen risiko yang diakui membuka akses ke posisi yang lebih strategis dan memperkuat daya saing di pasar kerja. Setelah menyelesaikan program ISO 31000:2018, Anda bisa melanjutkan ke jalur sertifikasi yang lebih spesifik: QRMO (Qualified Risk Management Officer) dan QRMP (Qualified Risk Management Professional), keduanya diakui BNSP
Diakui BNSP
Qualified Risk Management Officer
Diakui BNSP
Qualified Risk Management Professional
Program Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia memberikan Anda tiga hal: pemahaman mendalam tentang standar yang diadopsi lebih dari 70% populasi dunia, keterampilan praktis untuk menerapkan kerangka kerja ini di organisasi Anda, dan sertifikasi yang membuktikan kompetensi Anda kepada pemangku kepentingan.
Sebagai langkah lanjutan, Anda juga bisa menilai kesiapan organisasi secara keseluruhan melalui layanan pengukuran maturitas risiko yang kami sediakan.
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.
Jadwal
21–22
18–19
18–19
21–22
19–20
21–22
18–19
15–16
20–21
17–18
8–9
Fasilitas
Offline
per peserta
Online
per peserta
Setiap peserta mendapatkan:
Segera ikuti Training Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000 dan wujudkan sistem manajemen lingkungan yang patuh, efektif, dan berkelanjutan.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
FAQ
ISO 31000 adalah standar panduan (guidance standard), bukan standar sertifikasi sistem manajemen seperti ISO 9001. Organisasi tidak bisa mendapatkan sertifikasi ISO 31000 secara kelembagaan. Namun, individu bisa mendapatkan sertifikasi kompetensi manajemen risiko berbasis standar ini, termasuk melalui program BNSP yang didukung GRC Indonesia.
Durasi program bervariasi tergantung format yang dipilih: tatap muka atau online. Untuk informasi jadwal dan durasi terkini, hubungi tim GRC Indonesia langsung melalui WhatsApp agar Anda mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan jadwal Anda.
Pelatihan ISO 31000:2018 berfokus pada pemahaman dan penerapan standar secara menyeluruh. Program QRMO dan QRMP adalah sertifikasi profesi berbasis SNI ISO 31000 yang diakui BNSP, dengan pengujian kompetensi mengacu pada 27 unit kompetensi yang ditetapkan IRMAPA berdasarkan Keputusan Kemnaker No. Kep.197/LATTAS/VI/2016. Keduanya saling melengkapi dan idealnya diambil secara berurutan.
Ya. Kurikulum GRC Indonesia mengintegrasikan studi kasus komprehensif dari berbagai sektor industri, termasuk BUMN, perbankan, manufaktur, dan pemerintahan. Studi kasus berfungsi sebagai bahan diskusi dan analisis aktif dalam kelas, bukan sekadar ilustrasi pasif.
GRC Indonesia menyediakan program dalam format tatap muka dan online. Untuk informasi jadwal terdekat dan format yang tersedia, konsultasikan langsung dengan tim kami melalui WhatsApp sebelum mendaftar.