Risk Management ISO 31000

It’s Time to Upgrade Your Skills!

Overview

Ikuti Pelatihan Manajemen Risiko – Semua organisasi menghadapi faktor dan pengaruh internal dan eksternal yang menimbulkan ketidak pastian dalam pencapaian organisasi.

ISO 31000:2009 memberi kerangka kerja pengembangan, penerapan, dan perbaikan berkelanjutan untuk mengitegrasi keseluruhan proses pengelolaan risiko dalam tata kelola organisasi.

Dalam pelatihan ini, Anda akan mempelajari ISO 31000 guna membantu organisasi mencapai sasaran strategis dengan mengenali risiko, menganalisis dampak risiko terhadap kinerja, serta menginisiasi tindakan penanganan yang diperlukan.

analisis risiko

TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO ISO 31000? 


Memahami dasar manfaat,dan sasaran pendekatan berbasis risiko terhadap menejemen mutu
Mempelajari bagaimana ISO 31000 dapat membantu pengembangan praogam menejemen risiko
Mengetahui dan menerapkan teknik penilaian risiko
Menentukan pendekatan untuk menangani risiko yang teridentifikasi
Menilai dan mengevaluasi risiko
Menyadari hal-hal yang terlibat dalam pengendalian dan penanganan risiko.

TOPIK PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO ISO 31000? 


Memahami dasar,manfaat dan sasaran pendekatan berbasis risiko terhadap menajemen mutu
Mempelajari bagaimana ISO 31000 dapat membantu pengembangan program manajemen risiko
Mengetahui dan menerapkan teknik
Menentukan pendekantan untuk menangani risiko yang teridentifikasi.
Menilai dan mengevaluasi risiko
Menyadari hal-hal yang terlibat dalam pengendalian dan penanganan risiko.

TESTIMONI


 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh IPQ Institute (@ipq_institute)

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh IPQ Institute (@ipq_institute)

ARTIKEL & BERITA


KONTAK INFORMASI 


Home / Training / ISO 31000:2018

Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018

Silabus 7 Modul, Teknik Penilaian Risiko ISO 31010, dan Jalur Sertifikasi untuk Profesional Manajemen Risiko

Pelatihan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia mencakup 7 modul terstruktur, dari fondasi standar internasional ini hingga teknik penilaian risiko seperti FMEA, FTA, dan Monte Carlo Simulation. Program ini tepat untuk Risk Manager, Internal Auditor, Compliance Officer, hingga jajaran direksi. Setelah lulus, peserta siap membangun kerangka manajemen risiko yang terintegrasi di organisasi mana pun.

Konteks Standar

70%+

populasi global tercakup badan standar nasional yang mengadopsi ISO 31000

USD 4,4 juta

rata-rata biaya insiden keamanan data per kejadian (laporan IBM, 600+ organisasi global)

Valid s.d. 2028

status ISO 31000:2018 dikonfirmasi per Oktober 2023

Standar ISO 31000 kini diadopsi oleh badan standar nasional yang mencakup lebih dari 70% populasi global. Standar ini juga menjadi rujukan sejumlah lembaga PBB dan pemerintah nasional dalam merancang kebijakan manajemen risiko mereka.

Tapi satu masalah terus berulang. Banyak organisasi sudah punya Risk Register, Risk Matrix, bahkan divisi manajemen risiko tersendiri. Namun ketika insiden nyata terjadi, respons tidak berjalan sesuai yang dirancang. Penyebabnya hampir selalu sama: kompetensi SDM yang menjalankan sistem itu belum dibangun secara terstruktur.

Di tahun 2026, tekanannya makin besar. Disrupsi teknologi, perubahan regulasi, dan ketidakpastian geopolitik datang bersamaan. Rata-rata biaya insiden keamanan data sudah mencapai USD 4,4 juta per kejadian, berdasarkan laporan IBM terhadap lebih dari 600 organisasi global.

Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia hadir untuk menjawab tantangan itu. Bukan pelatihan generik. Program ini dibangun di atas standar yang terbukti, dengan kurikulum yang bisa langsung Anda terapkan di tempat kerja.

Definisi

Apa Itu ISO 31000:2018 dan Mengapa Versi Ini Berbeda?

Integrasi ES-GRC adalah pendekatan yang menyatukan fungsi Governance, Risk Management, dan Compliance ke dalam satu kerangka kerja yang terkoordinasi, dengan dimensi ESG masuk ke dalam cara kerja sehari-hari organisasi. Tiga fungsi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri, kini dikelola melalui sistem yang saling terhubung dan bisa dipantau bersama.

OCEG (Open Compliance & Ethics Group) memperkenalkan konsep GRC pada tahun 2002. Mereka mendefinisikannya sebagai kumpulan kapabilitas terintegrasi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya, mengelola ketidakpastian, dan bertindak dengan integritas. OCEG menyebut kondisi ideal ini sebagai “Principled Performance.”

Urgensinya semakin konkret. Secara global, 76% eksekutif menyatakan keberlanjutan sudah menjadi bagian sentral dari strategi bisnis mereka. Di Indonesia, 2026 adalah jendela terakhir bagi perusahaan untuk membangun infrastruktur data ESG sebelum pelaporan mandatory berlaku penuh pada Januari 2027.

Organisasi yang fungsi GRC-nya masih terpisah akan kesulitan memenuhi ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan sekaligus. Integrasi bukan soal efisiensi internal semata. Ini soal kepatuhan dan kepercayaan.

Konteks Standar

01

Principles — prinsip

02

Framework — kerangka kerja

03

Process — proses

Standar pendukung
ISO 73 — kosakata risiko
ISO 31010 — teknik penilaian risiko

Untuk Siapa

Siapa yang Tepat Mengikuti Pelatihan Ini?

Pelatihan Manajemen Risiko ISO 31000:2018 cocok bagi siapa pun yang bertanggung jawab atas identifikasi, penilaian, atau pengendalian risiko di organisasinya, dari level analis hingga direksi. Tidak ada syarat latar belakang khusus, asalkan Anda ingin membangun kompetensi manajemen risiko berbasis standar internasional.

Profil yang paling relevan mencakup:

Risk Manager, Risk Officer, dan Chief Risk Officer (CRO)

Direktur Utama, Direktur Operasional, dan jajaran manajemen senior

Internal Auditor dan External Auditor

Quality Manager dan Quality Assurance Officer

Compliance Officer dan Corporate Secretary

Project Manager yang bertanggung jawab atas pengelolaan risiko proyek

Konsultan Manajemen dan Profesional GRC (Governance, Risk, and Compliance)

HR Manager, Finance Manager, dan Supply Chain Manager

Siapa saja yang ingin membangun kompetensi manajemen risiko berbasis standar internasional

Untuk memahami mengapa kompetensi ini penting bagi setiap fungsi, baca artikel kami tentang penerapan ISO 31000 di perusahaan.

Silabus

7 Modul Silabus: Apa yang Akan Anda Pelajari Secara Konkret

Ini adalah bagian yang paling sering ditanyakan sebelum mendaftar. Berikut adalah isi kurikulum lengkap Program Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia.

01 Pengenalan Manajemen Risiko dan Kerangka Kerja ISO 31000:2018

Membahas definisi risiko, manajemen risiko, dan relevansinya dengan tata kelola organisasi modern. Anda akan memahami struktur ISO 31000:2018, perbedaannya dari versi 2009, serta hubungannya dengan ISO 73 dan ISO 31010. Modul ini menjawab satu pertanyaan mendasar: mengapa manajemen risiko harus menjadi fondasi pengambilan keputusan strategis, bukan sekadar dokumen kepatuhan.

Membahas 11 prinsip yang menjadi fondasi kerangka kerja, termasuk prinsip integrasi, inklusivitas, dinamis, dan peningkatan berkelanjutan. Setiap prinsip dikaitkan langsung dengan contoh penerapan nyata di organisasi, bukan sekadar teori.

Memandu Anda menyusun dan mengimplementasikan kerangka manajemen risiko yang terintegrasi dengan tata kelola. Topiknya mencakup cara mendapatkan komitmen manajemen puncak, menentukan cakupan dan kriteria risiko, serta membangun struktur pelaporan yang bisa diaudit.

Komunikasi yang buruk adalah salah satu penyebab utama kegagalan implementasi manajemen risiko. Modul ini mengajarkan teknik komunikasi dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk cara menyusun Communication Plan dan mengidentifikasi kebutuhan informasi dari setiap kelompok stakeholder.

Ini adalah inti program. Modul ini membahas empat tahapan utama: identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, dan penanganan risiko (risk treatment). Anda juga akan belajar menggunakan Risk Register sebagai dokumen sentral pencatatan seluruh aktivitas manajemen risiko.

Memperkenalkan delapan teknik penilaian risiko beserta panduan kapan dan bagaimana menggunakannya, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Detail teknik-tekniknya dibahas di bagian berikutnya.

Membangun sistem manajemen risiko hanyalah langkah pertama. Modul ini mengajarkan cara memantau efektivitas penanganan risiko, mengukur kinerjanya, dan menjalankan peningkatan berkelanjutan (continual improvement) terhadap kerangka kerja yang sudah berjalan.

Teknik ISO 31010

Teknik Penilaian Risiko ISO 31000 yang Akan Anda Kuasai

Modul 6 mengajarkan delapan teknik penilaian risiko sesuai panduan ISO 31010, yaitu Probability and Impact Matrix, Risk Matrix, FMEA (Failure Mode and Effects Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), SWOT Analysis, Root Cause Analysis, Scenario Analysis, dan Monte Carlo Simulation. Setiap teknik diajarkan beserta panduan kapan dan bagaimana menggunakannya secara tepat.

01

Probability and Impact Matrix

02

Risk Matrix

03

FMEA (Failure Mode and Effects Analysis)

04

FTA (Fault Tree Analysis)

05

SWOT Analysis

06

Root Cause Analysis

07

Scenario Analysis

08

Monte Carlo Simulation

Memilih teknik yang salah menghasilkan penilaian risiko yang tidak akurat untuk situasi tertentu. FMEA paling efektif untuk menganalisis potensi kegagalan dalam sistem yang kompleks.

Monte Carlo Simulation digunakan saat banyak variabel ketidakpastian harus dimodelkan secara bersamaan. FTA membantu Anda menelusuri penyebab akar dari potensi kegagalan besar. Kemampuan memilih teknik yang tepat adalah yang membedakan praktisi manajemen risiko yang efektif dari yang sekadar hafal teori.

Metode

Metode Pembelajaran

GRC Indonesia menerapkan enam metode pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada penerapan nyata.

Interactive Lecture

Menghadirkan instruktur bersertifikasi internasional dengan pengalaman implementasi langsung di berbagai industri.

Workshop Praktis

Memberi Anda kesempatan berlatih menyusun Risk Register dan melakukan penilaian risiko berdasarkan studi kasus nyata.

Studi Kasus Komprehensif

Mengangkat contoh keberhasilan dan kegagalan implementasi dari berbagai sektor, termasuk BUMN, perbankan, manufaktur, dan pemerintahan.

Simulasi Risk Assessment

Memungkinkan Anda menjalankan proses manajemen risiko secara lengkap pada skenario organisasi yang realistis.

Group Discussion & Presentation

Melatih kemampuan mengkomunikasikan profil risiko kepada manajemen puncak.

Risk Mapping Exercise

Mengajarkan cara membuat risk map dan heat map sebagai alat visualisasi profil risiko yang mudah dipahami pemangku kepentingan.

Sertifikasi

Apa Manfaat Sertifikasi Manajemen Risiko ISO 31000:2018?

Sertifikasi ini memvalidasi kompetensi Anda dalam memimpin dan mengimplementasikan kerangka manajemen risiko sesuai standar internasional. Bukan sekadar gelar. Ini bukti kemampuan yang diakui lintas industri, yang bisa langsung Anda tunjukkan kepada pemberi kerja atau klien.

Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research (2025) menemukan bahwa faktor kunci keberhasilan adopsi ISO 31000 adalah dukungan kepemimpinan, komunikasi yang jelas, dan pelatihan yang bertarget. Dengan mengikuti program ini, Anda membangun dua dari tiga faktor tersebut secara langsung.

Bagi karir profesional, sertifikasi manajemen risiko yang diakui membuka akses ke posisi yang lebih strategis dan memperkuat daya saing di pasar kerja. Setelah menyelesaikan program ISO 31000:2018, Anda bisa melanjutkan ke jalur sertifikasi yang lebih spesifik: QRMO (Qualified Risk Management Officer) dan QRMP (Qualified Risk Management Professional), keduanya diakui BNSP

Jalur Lanjutan

Diakui BNSP

QRMO

Qualified Risk Management Officer

Diakui BNSP

QRMP

Qualified Risk Management Professional

Manajemen risiko yang efektif tidak dimulai dari dokumen. Ia dimulai dari kompetensi orang-orang yang menjalankannya.

Program Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dari GRC Indonesia memberikan Anda tiga hal: pemahaman mendalam tentang standar yang diadopsi lebih dari 70% populasi dunia, keterampilan praktis untuk menerapkan kerangka kerja ini di organisasi Anda, dan sertifikasi yang membuktikan kompetensi Anda kepada pemangku kepentingan.

Sebagai langkah lanjutan, Anda juga bisa menilai kesiapan organisasi secara keseluruhan melalui layanan pengukuran maturitas risiko yang kami sediakan.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026

Januari

21–22

Februari

18–19

Maret

18–19

April

21–22

Mei

19–20

Juni

17–18

Juli

21–22

Agustus

18–19

September

15–16

Oktober

20–21

November

17–18

Desember

8–9

Fasilitas

Investasi & Fasilitas

Offline

Rp 5.500.000,-

per peserta

Online

Rp 3.500.000,-

per peserta

Setiap peserta mendapatkan:

Siap Meningkatkan Kinerja Lingkungan Perusahaan Anda?

Segera ikuti Training Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000 dan wujudkan sistem manajemen lingkungan yang patuh, efektif, dan berkelanjutan.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apakah ISO 31000 bisa digunakan untuk sertifikasi resmi bagi organisasi?

ISO 31000 adalah standar panduan (guidance standard), bukan standar sertifikasi sistem manajemen seperti ISO 9001. Organisasi tidak bisa mendapatkan sertifikasi ISO 31000 secara kelembagaan. Namun, individu bisa mendapatkan sertifikasi kompetensi manajemen risiko berbasis standar ini, termasuk melalui program BNSP yang didukung GRC Indonesia.

Durasi program bervariasi tergantung format yang dipilih: tatap muka atau online. Untuk informasi jadwal dan durasi terkini, hubungi tim GRC Indonesia langsung melalui WhatsApp agar Anda mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan jadwal Anda.

Pelatihan ISO 31000:2018 berfokus pada pemahaman dan penerapan standar secara menyeluruh. Program QRMO dan QRMP adalah sertifikasi profesi berbasis SNI ISO 31000 yang diakui BNSP, dengan pengujian kompetensi mengacu pada 27 unit kompetensi yang ditetapkan IRMAPA berdasarkan Keputusan Kemnaker No. Kep.197/LATTAS/VI/2016. Keduanya saling melengkapi dan idealnya diambil secara berurutan.

Ya. Kurikulum GRC Indonesia mengintegrasikan studi kasus komprehensif dari berbagai sektor industri, termasuk BUMN, perbankan, manufaktur, dan pemerintahan. Studi kasus berfungsi sebagai bahan diskusi dan analisis aktif dalam kelas, bukan sekadar ilustrasi pasif.

GRC Indonesia menyediakan program dalam format tatap muka dan online. Untuk informasi jadwal terdekat dan format yang tersedia, konsultasikan langsung dengan tim kami melalui WhatsApp sebelum mendaftar.