Home / Training / Decision Making

Masterclass Direksi & Eksekutif: Pelatihan Pengambilan Keputusan Direksi dan Debiasing Risiko Strategis

Pelatihan Pengambilan Keputusan Direksi dan Debiasing Keputusan Strategis BUMN Berbasis ISO 31000 dan PER-2/MBU/03/2023

Mengambil keputusan bisnis bernilai miliaran rupiah menuntut analisis tajam dan kehati-hatian tingkat tinggi. Program Masterclass Direksi dan Eksekutif: Risk-Informed Decision Making dan Cognitive Bias Debiasing ini membekali pimpinan puncak dengan teknik menavigasi risiko strategis, analisis skenario, serta mitigasi bias kognitif di ruang rapat. Peserta mempelajari 8 modul terstruktur selama 2 hari untuk memenuhi mandat regulasi dan memperkuat perlindungan Business Judgment Rule.

Fakta Program

2 Hari

870 menit waktu efektif dalam 8 modul berjenjang

7 Poin

Debiasing terbukti menaikkan pengembalian investasi (persentase poin)

65%

Waktu untuk hands-on workshop & studi kasus

20–30

Kuota maksimum peserta per angkatan

Banyak pimpinan puncak mengambil langkah korporasi besar hanya dengan intuisi atau proyeksi optimis. Padahal, keputusan dewan direksi memiliki konsekuensi hukum dan finansial jangka panjang. Mengikuti pelatihan pengambilan keputusan direksi menjadi langkah preventif yang mutlak bagi jajaran eksekutif modern. Langkah ini bukan sekadar formalitas kepatuhan, melainkan perisai kelangsungan bisnis.

Sebuah riset manajemen global dari McKinsey membuktikan bahwa proses debiasing meningkatkan pengembalian investasi hingga 7 poin persentase dibandingkan analisis biasa. Namun, banyak dewan direksi masih terjebak pada ilusi kepastian dan tekanan waktu. Akibatnya, investasi bernilai tinggi dapat berujung pada sengketa hukum atau kerugian besar. GRC Indonesia menghadirkan program intensif ini untuk menjawab tantangan tata kelola tersebut secara tuntas.

Mengapa

Mengapa Pelatihan Pengambilan Keputusan Direksi Krusial untuk Melindungi Organisasi?

Pelatihan pengambilan keputusan direksi adalah program strategis yang membekali dewan eksekutif dengan kerangka analisis risiko terukur, pengujian skenario masa depan, serta teknik mitigasi bias psikologis. Tujuannya: memastikan setiap keputusan merger, akuisisi, investasi, maupun restrukturisasi bisnis diambil secara objektif, dapat dipertanggungjawabkan, dan memenuhi prinsip kehati-hatian.

Setiap pilihan strategis yang diambil dewan direksi selalu mengandung konsekuensi besar. Risiko strategis berbeda secara mendasar dengan risiko operasional harian. Risiko operasional berfokus pada efisiensi proses internal dan sistem kerja. Sebaliknya, risiko strategis menyangkut arah hidup perusahaan, perubahan regulasi, pergeseran pasar, serta dinamika geopolitik.

Banyak kegagalan bisnis bermula dari tata kelola yang tidak terintegrasi. Ketika ruang rapat hanya mengandalkan paparan sepihak tanpa uji silang risiko, keputusan menjadi sangat rapuh. Dewan direksi membutuhkan instrumen teruji untuk menantang asumsi manajemen secara konstruktif.

Integrasi kerangka kerja ini juga memperkuat penerapan good corporate governance di seluruh lini organisasi. Sesuai prinsip ISO 31000:2018 Risk Management Guidelines, pengelolaan risiko bukan aktivitas sampingan yang terpisah. Manajemen risiko adalah bagian tidak terpisahkan dari kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan strategis. Melalui program ini, dewan direksi dapat membangun budaya sadar risiko yang nyata.

Konteks Regulasi

01

PER-2/MBU/03/2023 — BUMN

02

ISO 31000:2018 — Guidelines

03

Business Judgment Rule — Hukum

Payung Hukum
Business Judgment Rule

Mandat Regulasi

Bagaimana Pelatihan Debiasing Keputusan Strategis BUMN Menjawab Mandat Regulasi?

Pelatihan debiasing keputusan strategis BUMN adalah pelatihan yang dirancang khusus untuk membantu direksi BUMN mendeteksi dan mengeliminasi jalan pintas berpikir seperti overconfidence dan groupthink. Program ini menyelaraskan proses rapat dewan dengan prinsip tata kelola Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 dan melindungi kebijakan korporasi di bawah payung hukum Business Judgment Rule.

Di lingkungan BUMN, setiap keputusan dewan direksi selalu diawasi secara ketat oleh auditor negara dan penegak hukum. Kerugian bisnis akibat dinamika pasar yang wajar kerap kali disalahartikan sebagai kerugian keuangan negara. Kondisi ini membuat para direksi BUMN sering kali berada dalam posisi dilematis antara mengambil peluang atau menghindari risiko hukum.

Pemerintah secara resmi telah menegaskan kewajiban ini dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023. Regulasi ini mewajibkan direksi BUMN menerapkan manajemen risiko terintegrasi dalam setiap kegiatan korporasi signifikan. Langkah ini bertujuan agar setiap keputusan memiliki dasar kajian tertulis yang kuat dan transparan.

Kajian akademis dalam Jurnal Hukum UNES tentang Business Judgment Rule menegaskan bahwa direksi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pribadi atas kerugian bisnis selama keputusan diambil dengan iktikad baik, penuh kehati-hatian, tanpa benturan kepentingan, dan didukung analisis risiko yang terdokumentasi. Prinsip ini juga ditegaskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait tata kelola BUMN yang menempatkan kajian risiko formal sebagai bukti itikad baik pimpinan.

Di sisi psikologis, pimpinan sering kali terperangkap oleh bias konfirmasi dan keterikatan emosional pada proyek lama. Menggunakan daftar periksa debiasing karya Daniel Kahneman di Harvard Business Review membantu dewan menguji kembali asumsi kritis sebelum menyetujui proposal bisnis. Selain itu, ulasan IRMAPA mengenai bias kognitif risiko menunjukkan bahwa teknik pembagian peran penantang (devil’s advocate) mampu membuka titik buta dewan. Analisis risiko yang rapi inilah yang menjadi perisai hukum direksi dan komisaris dari tuduhan kelalaian di kemudian hari.

Silabus

Kurikulum dan Silabus 8 Modul Pelatihan Manajemen Risiko Strategis

Program dari Proxsis Academy dan GRC Indonesia ini berdurasi 2 hari penuh dengan total waktu pembelajaran efektif 870 menit. Setiap modul disusun berjenjang, dimulai dari pemahaman konseptual hingga simulasi kasus nyata di tingkat dewan direksi.

01 Modul 1: Overview Risiko Strategis dan Pengambilan Keputusan (120 Menit)

Konsep dasar risiko strategis serta perbedaannya dengan risiko operasional, kepatuhan, dan finansial. Peserta membedah hubungan langsung antara ketidakpastian pasar, selera risiko, dan kualitas keputusan akhir dewan.

Teknik memetakan ancaman eksternal seperti regulasi baru, disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, dan pergeseran pasar. Pemetaan kelemahan internal organisasi dan penyelarasan risiko terhadap sasaran jangka panjang.

Menyusun scenario planning, uji tekanan sederhana (stress testing), dan analisis sensitivitas. Keterampilan ini penting untuk memperkuat pengelolaan risiko organisasi agar bisnis tetap adaptif di tengah krisis.

Model pengambilan keputusan terstruktur di bawah ketidakpastian tinggi. Praktik mengintegrasikan batas toleransi risiko (risk appetite) ke dalam kriteria kelayakan investasi bisnis.

Opsi mitigasi risiko tingkat lanjut: diversifikasi portofolio, aliansi strategis, opsi riil (real options), dan strategi keluar (exit strategy). Penyusunan rencana kontingensi untuk skenario risiko fatal.

Membongkar perangkap psikologis ruang rapat berdasarkan studi MDPI tentang bias kognitif keputusan strategis. Teknik debiasing, pencegahan groupthink, dan tata kelola rapat dewan yang sehat.

Teknik menyajikan narasi risiko kepada pemegang saham, dewan komisaris, dan regulator. Membangun akuntabilitas dan transparansi penuh saat menghadapi keputusan berisiko tinggi.

Kerja kelompok intensif. Analisis studi kasus nyata terkait ekspansi bisnis, restrukturisasi, atau penanganan krisis korporasi, lalu presentasi pertimbangan risiko di depan dewan penguji.

Total durasi pembelajaran: 870 menit, eksklusif istirahat dan evaluasi.

Ketika kami mendampingi dewan direksi di berbagai BUMN dan korporasi nasional, kami sering menemukan rencana ekspansi bisnis hanya dinilai dari skenario terbaik. Saat kondisi pasar berbalik arah, manajemen kelabakan karena tidak menyiapkan rencana kontingensi. Penerapan 8 modul ini melatih pimpinan korporasi untuk selalu memiliki rencana cadangan yang teruji sejak hari pertama.

Peserta

Siapa Saja Peserta yang Wajib Mengikuti Masterclass Eksekutif Ini?

Pelatihan ini wajib diikuti oleh para pengambil keputusan kunci, pengawas tata kelola, dan perancang strategi korporasi yang bertanggung jawab atas keberlanjutan bisnis — dari jajaran Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Pemantau Risiko, hingga pimpinan unit ERM. Keputusan strategis tidak dapat dirumuskan secara terisolasi oleh satu individu; diperlukan kesamaan bahasa dan persepsi risiko antara eksekutor dan pengawas.

Direktur Utama & Anggota Direksi

Memastikan setiap persetujuan aksi korporasi memenuhi prinsip kehati-hatian dan terlindung dari risiko hukum.

Dewan Komisaris & Dewan Pengawas

Mengasah ketajaman pengawasan dan memberikan masukan kritis berbasis skenario risiko.

Komite Audit & Komite Pemantau Risiko

Memperkuat metodologi penelaahan dokumen usulan investasi sebelum dibawa ke rapat dewan.

CRO & Kepala Divisi Manajemen Risiko

Meningkatkan peran tim risiko dari pencatat administrasi menjadi mitra penasihat strategis dewan.

SVP & Kepala Divisi Bisnis

Memahami batasan selera risiko perusahaan saat merancang proyek ekspansi baru.

Bagi manajer senior dan kepala divisi risiko yang ingin memperdalam sertifikasi profesi resmi berlisensi BNSP, program ini dapat dilanjutkan dengan sertifikasi Qualified Risk Management Professional (QRMP) atau pelatihan dan sertifikasi QRMO. Setiap angkatan dibatasi hanya 20 hingga 30 peserta agar interaksi dan simulasi berjalan optimal.

Metode

Metodologi Pembelajaran Aktif Berbasis Simulasi Kasus Nyata

Masterclass ini menerapkan pendekatan pembelajaran aktif berbasis kompetensi kerja nyata. Program ini menghindari ceramah teoretis yang menjemukan dan menggantinya dengan diskusi interaktif tingkat tinggi, terbagi dalam empat porsi:

Hands-on Workshop & Simulasi Rapat Dewan — 35%

Berlatih langsung mengambil keputusan darurat di bawah tekanan data yang berubah-ubah dan menguji rencana kontingensi.

Studi Kasus Nyata & Diskusi Meja Bundar — 30%

Membedah kegagalan dan keberhasilan keputusan korporasi besar dari berbagai sektor industri di Indonesia.

Pemaparan Konsep Terstruktur — 25%

Instruktur senior memaparkan kerangka kerja mutakhir, regulasi terbaru, dan studi perbandingan praktik terbaik industri.

Evaluasi & Refleksi Komprehensif — 10%

Pengukuran pre-test dan post-test serta rencana aksi pribadi untuk diterapkan di instansi masing-masing.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026/2027

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Rundown

Bagaimana Rundown Pelaksanaan 2 Hari Masterclass Dirancang?

Rundown dirancang intensif selama dua hari kerja, 08.00–16.30 WIB setiap harinya. Setiap sesi mengombinasikan pendalaman materi berbobot dengan rehat networking berkala untuk menjaga fokus peserta — sesuai standar resmi Proxsis Academy:

Jadwal Hari Pertama

Waktu (WIB)Sesi PelatihanPokok Kegiatan dan Keterangan
08.00 – 08.30Registrasi & PembukaanRegistrasi peserta, sambutan pembuka, dan pengantar program
08.30 – 09.00Pre-TestPengukuran tingkat pengetahuan awal peserta
09.00 – 10.00Modul 1 (Sesi 1)Overview Risiko Strategis dan Pengambilan Keputusan
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi pagi dan sesi jejaring antarpeserta
10.15 – 12.00Modul 1 (Sesi 2) & Modul 2Lanjutan Overview Risiko dan Identifikasi Risiko Strategis Bisnis
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, ibadah sholat, dan makan siang bersama
13.00 – 15.00Modul 3Analisis Risiko Strategis dan Penyusunan Skenario Masa Depan
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.15Modul 4Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko
16.15 – 16.30Refleksi Hari 1 & PenutupanRangkuman materi hari pertama, tanya jawab, dan arahan mandiri

Jadwal Hari Kedua

Waktu (WIB)Sesi PelatihanPokok Kegiatan dan Keterangan
08.00 – 08.15Pembukaan Hari 2Tinjauan kilas materi Hari 1 dan penyampaian agenda Hari 2
08.15 – 10.00Modul 5Strategi Perlakuan Risiko Strategis dan Rencana Kontingensi
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi pagi dan diskusi informal
10.15 – 12.00Modul 6Bias Kognitif dan Tantangan Psikologis Pengambilan Keputusan
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, ibadah sholat, dan makan siang bersama
13.00 – 15.00Modul 7Komunikasi Risiko dan Membangun Kepercayaan Pemangku Kepentingan
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.00Modul 8: WorkshopLatihan Praktis: Simulasi Keputusan Strategis Berbasis Risiko
16.00 – 16.15Post-TestEvaluasi menyeluruh atas pemahaman akhir peserta
16.15 – 16.30Penutupan & SertifikasiPresentasi hasil workshop kelompok, penyerahan sertifikat, dan foto

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Investasi

Investasi Program dan Fasilitas Eksklusif Peserta

GRC Indonesia dan Proxsis Consulting Group menyediakan tiga pilihan skema investasi yang fleksibel sesuai kebutuhan korporasi Anda:

Public Training (Tatap Muka)

Rp 8.000.000,-

per peserta

Online / Virtual Training

Rp 6.200.000,-

per peserta

In-House Training (Khusus Perusahaan)

Hubungi Tim Konsultan

modul cetak, kustomisasi kasus internal, koordinasi logistik penuh

Skema in-house cocok untuk grup direksi-komisaris yang ingin rapat dewan simulasi dengan kasus internal perusahaan. Untuk proposal penawaran resmi, silakan hubungi tim kami.

Selain fasilitas standar, setiap peserta berhak menerima fasilitas eksklusif tambahan:

Siap Mengambil Keputusan Miliaran Tanpa Bias?

Kuasi teknik debiasing dan scenario planning untuk ruang rapat dewan Anda — amankan kursi batch terdekat (kuota 20–30) atau jadwalkan in-house masterclass untuk jajaran direksi dan komisaris.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apa perbedaan utama antara risiko strategis dan risiko operasional bagi direksi?

Risiko operasional berfokus pada kegagalan prosedur internal, sistem kerja, atau aktivitas harian organisasi. Sementara itu, risiko strategis menyangkut ketepatan arah kebijakan korporasi jangka panjang terhadap disrupsi pasar dan regulasi eksternal. Kesalahan dalam mengelola risiko operasional menyebabkan pemborosan biaya, tetapi kesalahan dalam mengelola risiko strategis dapat menghentikan kelangsungan hidup perusahaan.

Bias kognitif seperti rasa percaya diri berlebih membuat eksekutif meremehkan ketidakpastian dan mengabaikan sinyal peringatan dini. Fenomena groupthink kerap mematikan kritik sehat di ruang rapat pimpinan, sehingga kebijakan korporasi diputuskan secara tergesa-gesa tanpa pengujian skenario terburuk yang memadai.

Doktrin Business Judgment Rule mensyaratkan keputusan bisnis diambil dengan itikad baik, kehati-hatian, dan didukung analisis fakta yang memadai. Pelatihan ini melatih peserta mendokumentasikan setiap pertimbangan risiko secara sistematis sehingga keputusan dewan terlindung dari tuduhan kelalaian.

Ya, setiap peserta mendapatkan paket modul pelatihan lengkap baik dalam bentuk cetak maupun berkas digital. Peserta juga menerima kumpulan template analisis skenario dan formulir rencana kontingensi siap pakai untuk langsung diterapkan di ruang rapat dewan.

Penyelenggaraan format in-house training dapat disesuaikan jadwal, lokasi, serta studi kasus industrinya sesuai kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Anda dapat mendiskusikan jumlah peserta dan fokus tantangan bisnis bersama tim konsultan kami melalui layanan WhatsApp resmi.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Program pendukung untuk kualitas keputusan strategis jajaran eksekutif:

Master Class Enterprise Risk Governance

Jalur sertifikasi QCRO, QRGP (BNSP), dan CERG (ERMA) untuk Direksi & Komisaris. Lihat detail →

Sertifikasi QRGP BNSP

Tata kelola risiko korporasi untuk Direksi, Komisaris & Top Management. Lihat detail →

Sertifikasi QCRO BNSP

Puncak piramida sertifikasi GRC untuk calon dan pemegang Chief Risk Officer. Lihat detail →

Pelatihan Risk Maturity Level

Mengukur kematangan manajemen risiko perusahaan berbasis ISO 31000 & regulasi BUMN. Lihat detail →

Pelatihan Manajemen Risiko ISO 31000

Fondasi 8 prinsip & proses SNI ISO 31000:2018 untuk seluruh tim risiko. Lihat detail →

Executive Masterclass Future-Ready Leadership

Leadership boardroom untuk direksi & komisaris BUMN menghadapi volatilitas. Lihat detail →