RISK BASED AUDIT

It’s Time to Upgrade Your Skills!

Overview

Ikuti Pelatihan Risk Based Audit – Sejatinya Auditing sangat dibutuhkan organisasi karena berfungsi sebagai check dan fraud control. Dalam era digital dan Revolusi Industri 4.0 , sudah selayaknya kompetensi SDM ditingkatkan dlm bidang auditing agar organisasi juga semakin berkembang. Apalagi kondisi makro dan mikro ekonomi sekarang ini cepat sekali berubah. Apa yang dipelajari dulu, dengan mudah menjadi tidak relevan lagi di masa kini. Demikian juga dengan topik ini. Kalau dulu masih berbau jadul, sekarang sudah beradaptasi ke ranah digital .

MATERI PELATIHAN RISK BASED AUDIT? 


Menggali definisi dan penjelasan sejarah RBA sehingga ttg topik ini begitu diminati
Mengupas sampai kedalam alasan dan faktor pendorong mengapa RBA diperlukan pemahaman mendalam tentang topik ini
Memahami 4C dan pengaruhnya thd topik ini
Bagaimana langkah langkah mudah memahami dan menerapkan topik RBA dalam organisasi
Apa saja peluang dan tantangan topik ini?
Bagaimana mengatasi kesulitan dalam penerapan topik ini
Studi kasus topik ini yang membumi
9 M utk mencari penyebab kegagalan implementasi topik ini
BOT utk pengembangan berpikir inovatif
Tool 6 Topi Berpikir utk mengembangkan tim dalam implementasi topik RBA ini
8 langkah melakukan perubahan dlm penerapan topik ini

TESTIMONI


 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh IPQ Institute (@ipq_institute)

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh IPQ Institute (@ipq_institute)

ARTIKEL & BERITA


KONTAK INFORMASI 


Home / Training / Risk Based Internal Audit

Pelatihan Risk Based Internal Audit (RBIA)

Tingkatkan Kompetensi Auditor Internal di Perusahaan dengan Standar IIA Global 2024

Three Lines of Defense

01

Manajemen operasional

02

Fungsi manajemen risiko dan kepatuhan

03

Audit internal — posisi RBIA

Butuh jadwal pelatihan bulan ini?

Latar Belakang

Latar Belakang

Bayangkan tim audit internal Anda sudah bekerja keras setiap siklus. Laporan sudah selesai. Rekomendasi sudah disampaikan. Tapi beberapa bulan kemudian, insiden risiko besar tetap terjadi, bukan karena auditor tidak kompeten, melainkan karena pendekatan yang digunakan masih berbasis transaksi dan kepatuhan, bukan berbasis risiko.

Inilah masalah nyata yang dihadapi banyak departemen audit internal di Indonesia. Pelatihan Risk Based Internal Audit (RBIA) hadir untuk menjawab kesenjangan ini. Di era digital dan Revolusi Industri 4.0, kondisi bisnis berubah sangat cepat. Apa yang relevan tahun lalu bisa menjadi tidak relevan hari ini. Auditor yang hanya mengandalkan metode lama berisiko melewatkan ancaman terbesar yang mengintai perusahaan.

 Definisi

Apa Itu Pelatihan Risk Based Internal Audit (RBIA)?

Pelatihan Risk Based Internal Audit (RBIA) adalah program pengembangan kompetensi yang membekali auditor internal dengan metode audit berbasis risiko. Berbeda dari audit tradisional yang berputar pada kepatuhan dan rotasi siklus, RBIA mengarahkan fokus audit ke area yang memiliki risiko tertinggi bagi pencapaian tujuan organisasi. Hasilnya, sumber daya audit lebih efisien dan temuan lebih relevan bagi manajemen.

Dalam audit tradisional, auditor memeriksa seluruh transaksi secara merata tanpa memandang prioritas risiko. Pendekatan ini sering membuat tim audit tersebar tipis dan justru melewatkan area yang paling kritis. Berbeda dengan itu, RBIA memprioritaskan area berdasarkan tingkat risikonya, sehingga sumber daya audit diarahkan tepat sasaran.

Pergeseran ini bukan sekadar tren akademis. Berbagai program pelatihan RBIA di Indonesia menegaskan bahwa audit yang hanya fokus pada kepatuhan sering gagal mendeteksi risiko strategis yang mengancam keberlangsungan organisasi. Itulah mengapa beralih ke pendekatan berbasis risiko bukan pilihan, melainkan keharusan.

Audit Tradisional

Merata tanpa prioritas

Auditor memeriksa seluruh transaksi secara merata tanpa memandang prioritas risiko. Tim audit tersebar tipis dan justru melewatkan area yang paling kritis.

RBIA

Prioritas berbasis risiko

RBIA memprioritaskan area berdasarkan tingkat risikonya, sehingga sumber daya audit diarahkan tepat sasaran.

Urgensi Standar

Mengapa Auditor Internal Harus Beralih ke Pendekatan Berbasis Risiko?

Auditor internal harus beralih ke pendekatan berbasis risiko karena standar global audit internal terbaru sudah mewajibkannya. IIA Global Internal Audit Standards 2024, yang mulai berlaku efektif per 9 Januari 2025, mengharuskan rencana audit didasarkan pada penilaian risiko yang terdokumentasi. Organisasi yang masih menggunakan metode rotasi siklus tanpa penilaian risiko tidak lagi memenuhi standar internasional ini.

Standard 9.4 dari IIA Global Internal Audit Standards 2024 menetapkan bahwa rencana audit harus didasarkan pada penilaian terhadap strategi, tujuan, dan risiko organisasi, yang dilakukan setidaknya satu kali per tahun. Ini adalah perubahan besar yang berdampak langsung pada cara kerja tim audit internal di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Faktanya, banyak organisasi belum siap. Survei KPMG terhadap para profesional audit internal menunjukkan bahwa 45% responden mengakui auditor mereka belum sepenuhnya memiliki kompetensi untuk memenuhi persyaratan dalam standar baru ini. Kesenjangan kompetensi ini nyata dan perlu segera dijawab dengan pelatihan yang terstruktur.

Kenali lebih jauh konsep dasar RBA untuk perusahaan Anda sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Berlaku efektif

9 Januari 2025

IIA Global Internal Audit Standards 2024

Survei KPMG

45%

responden mengakui auditor mereka belum sepenuhnya memiliki kompetensi untuk memenuhi persyaratan standar baru

Standard 9.4

Minimal 1× per tahun

Rencana audit harus didasarkan pada penilaian terhadap strategi, tujuan, dan risiko organisasi

Silabus

Silabus Lengkap Pelatihan Risk Based Internal Audit GRC Indonesia

Program pelatihan Risk Based Internal Audit di GRC Indonesia dirancang secara sistematis dan komprehensif. Setiap modul saling terhubung, dari pemahaman konseptual hingga praktik langsung di lapangan. Yang membedakan program ini dari pelatihan sejenis adalah kelengkapan materinya: tidak hanya teori, tapi juga tools dan studi kasus yang bisa langsung diterapkan.

01 Definisi dan Sejarah RBA

Peserta menggali mengapa RBIA berkembang menjadi pendekatan audit yang paling diminati organisasi modern. Memahami sejarah dan konteks lahirnya RBA memberikan landasan penting sebelum mempraktikkannya. Ini juga menjawab pertanyaan mendasar: mengapa metode lama tidak lagi cukup?

Modul ini mengupas alasan dan faktor pendorong mengapa organisasi saat ini tidak bisa lagi menunda penerapan RBIA. Peserta memahami tekanan eksternal dan internal yang membuat metode audit tradisional tidak lagi memadai di era yang berubah cepat ini.

Kerangka 4C menjelaskan mengapa lingkungan bisnis saat ini jauh lebih kompleks dan tidak pasti dibandingkan sebelumnya. Modul ini menghubungkan dinamika 4C dengan kebutuhan pendekatan audit berbasis risiko, sehingga peserta memahami “mengapa sekarang” bukan sekadar “apa itu RBIA”.

Peserta mendapatkan panduan praktis langkah demi langkah untuk memulai implementasi RBIA di organisasi mereka. Dari penetapan Audit Universe, penilaian risiko, perencanaan audit, hingga pelaporan, semua diuraikan secara sistematis dan mudah dipahami.

Tidak ada pendekatan yang tanpa tantangan. Modul ini memetakan peluang nyata yang terbuka ketika organisasi menerapkan RBIA dan hambatan yang paling sering ditemui di lapangan. Pemahaman yang seimbang ini membantu peserta membangun ekspektasi yang realistis.

Banyak organisasi yang memulai RBIA tapi kemudian terhenti di tengah jalan. Modul ini membahas strategi konkret untuk melewati hambatan yang paling umum, mulai dari resistensi internal hingga keterbatasan data risiko.

Teori menjadi bermakna ketika dihadapkan pada situasi nyata. Sesi studi kasus memilih kasus yang relevan dengan industri peserta dan membuka ruang diskusi yang praktis. Seperti yang kami terapkan dalam pendampingan berbagai klien korporat dan BUMN, konteks nyata selalu menghasilkan pembelajaran yang jauh lebih tajam.

Ini adalah inti teknis program. Peserta mempelajari pendekatan, metode, teknik, dan langkah efektif dalam melaksanakan RBIA, termasuk proses audit berbasis risiko: pengujian dan pengembangan temuan audit serta review Kertas Kerja Audit (KKA). KKA adalah mata rantai yang menghubungkan pelaksanaan audit dengan laporan hasil audit dan menjadi bukti bahwa standar pekerjaan lapangan telah terpenuhi.

Peserta memahami bagaimana RBIA berintegrasi dengan proses pengendalian internal dan manajemen risiko perusahaan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Ini termasuk paradigma baru auditor sebagai mitra strategis manajemen.

Peserta belajar mengimplementasikan RBIA secara nyata di organisasi mereka, termasuk penulisan laporan hasil audit yang komunikatif. Salah satu teknik yang dibahas mendalam adalah CSA: pendekatan di mana unit kerja menilai sendiri efektivitas pengendalian mereka, memperkuat sinergi antara audit internal dan lini bisnis.

Tools dan Metode Inovatif yang Hanya Ada di Pelatihan Ini

Selain materi inti di atas, program RBIA GRC Indonesia dilengkapi dengan empat tools eksklusif yang jarang ditemukan di program sejenis. Inilah yang membuat pelatihan ini memberikan nilai tambah jauh lebih besar bagi peserta dan organisasinya.

Tool 01

9M untuk Mencari Penyebab Kegagalan Implementasi RBIA

Ketika penerapan RBIA menemui jalan buntu, ada pola penyebab yang bisa ditelusuri secara sistematis. Framework 9M memberikan kerangka kerja untuk mendiagnosis akar masalah kegagalan implementasi dan mencegah kesalahan yang sama terulang di masa mendatang.

Tool 02

BOT untuk Pengembangan Berpikir Inovatif

Auditor yang efektif bukan hanya yang teliti dalam memeriksa dokumen, tapi juga yang mampu berpikir kreatif dalam mengidentifikasi risiko yang tidak terlihat. BOT (Brainstorming and Open Thinking) adalah alat untuk mengasah kemampuan berpikir inovatif ini, sehingga auditor bisa memberikan insight yang lebih segar dan bernilai bagi manajemen.

Tool 03

Tool 6 Topi Berpikir untuk Pengembangan Tim dalam Implementasi RBIA

De Bono’s Six Thinking Hats adalah framework yang membantu tim menganalisis situasi dari enam sudut pandang yang berbeda: fakta, perasaan, risiko, optimisme, kreativitas, dan proses. Dalam konteks RBIA, tools ini digunakan untuk mengembangkan cara berpikir tim audit yang lebih kaya, menyeluruh, dan mengurangi bias dalam pengambilan keputusan audit.

Tool 04

8 Langkah Melakukan Perubahan dalam Penerapan RBIA

Beralih ke pendekatan berbasis risiko adalah sebuah perubahan organisasi, bukan hanya perubahan teknis semata. Framework 8 langkah ini membantu tim audit memimpin proses perubahan secara efektif: dari membangun urgensi dan koalisi, hingga memperkuat perubahan yang sudah berjalan sehingga RBIA benar-benar tertanam dalam budaya organisasi.

Tujuan

Apa Tujuan yang Akan Anda Capai Setelah Mengikuti Pelatihan RBIA?

Setelah mengikuti pelatihan RBIA, peserta menguasai paradigma baru audit berbasis risiko secara praktis. Ini mencakup kemampuan memahami proses RBIA secara menyeluruh, menjalankan peran auditor secara efektif, menggunakan teknik pengujian yang tepat, dan menulis laporan audit yang mudah dipahami manajemen, semuanya dalam satu program terpadu.

Secara lebih rinci, ada lima tujuan konkret yang dicapai peserta:

Membekali auditor dengan paradigma baru

Auditor tidak lagi terjebak rutinitas pemeriksaan yang kaku. Mereka memiliki kerangka berpikir yang adaptif terhadap perubahan risiko.

Memahami proses RBIA secara menyeluruh

Dari perencanaan, pelaksanaan, pengujian, hingga pelaporan, semua dipelajari secara sistematis.

Memahami peran dan fungsi auditor

Peserta memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem tata kelola perusahaan.

Menguasai teknik pengujian dan review KKA

Peserta mampu membuat dan mengevaluasi Kertas Kerja Audit yang memenuhi standar profesional.

Mampu menyusun laporan audit yang komunikatif

Teknik penulisan laporan yang mudah dipahami dan ditindaklanjuti manajemen diajarkan secara spesifik.

Integrasi

Keterkaitan RBIA dengan Manajemen Risiko dan Internal Control

RBIA tidak berdiri sendiri. Efektivitasnya sangat bergantung pada ekosistem manajemen risiko yang sudah berjalan di organisasi.

Riset dari COSTING Journal yang menganalisis 20 artikel dari 2014 hingga 2024 menunjukkan bahwa RBIA efektif memprioritaskan area berisiko tinggi dan meningkatkan integrasi antara audit internal dan manajemen risiko. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pelatihan auditor adalah faktor kunci keberhasilan implementasi RBIA di berbagai jenis organisasi.

Dalam kerangka GRC yang lebih luas, RBIA berperan sebagai bagian dari lini ketiga model Three Lines of Defense. Lini pertama adalah manajemen operasional, lini kedua adalah fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, dan lini ketiga adalah audit internal. Pelajari lebih lanjut tentang langkah implementasi RBIA di organisasi sebagai panduan praktis pasca-pelatihan.

Pelatihan manajemen risiko berbasis ISO 31000 adalah landasan yang ideal untuk dikombinasikan dengan pelatihan RBIA. Keduanya saling melengkapi dalam membangun kompetensi GRC yang menyeluruh bagi tim Anda.

Control Self Assessment

Apa Itu Metode Control Self Assessment dalam Pelatihan RBIA?

Control Self Assessment (CSA) adalah teknik penilaian risiko di mana unit kerja mengevaluasi sendiri efektivitas pengendalian internal mereka, bukan menunggu auditor datang untuk memeriksa. Pendekatan ini mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap risiko di setiap lini bisnis, sehingga audit internal bisa berfokus pada verifikasi dan analisis yang lebih strategis.

CSA diakui sebagai teknik risk assessment dalam standar ISO 31000 dan secara eksplisit tercantum dalam dokumen pendukung standar tersebut. Teknik ini menggunakan dua metode utama: workshop yang difasilitasi dan kuesioner mandiri yang diisi oleh staf di unit kerja yang bersangkutan.

Auditor yang memahami CSA bisa bekerja lebih kolaboratif dengan unit bisnis. Mereka tidak lagi dilihat sebagai “polisi” perusahaan, melainkan sebagai mitra yang membantu unit kerja memahami dan mengelola risikonya sendiri. Hasilnya adalah budaya risiko yang lebih sehat dan sistem pengendalian yang lebih kuat di seluruh organisasi.

Dua Metode Utama CSA

01

Workshop yang difasilitasi

02

Kuesioner mandiri yang diisi staf unit kerja

Untuk Siapa

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Pelatihan RBIA Ini?

Program ini dirancang khusus untuk dua kelompok profesional utama: Departemen Risk Management dan Satuan Pengawasan Internal (SPI).

Namun, pelatihan ini juga sangat relevan untuk posisi-posisi berikut:

Kepala Divisi Internal Audit yang ingin memperbarui metode tim mereka

Auditor internal yang baru bergabung dan ingin membangun fondasi kompetensi yang kuat

Manajer risiko yang perlu memahami perspektif audit untuk koordinasi yang lebih baik

Profesional di BUMN, perbankan, manufaktur, dan sektor industri lain yang memiliki fungsi audit internal

Timing-nya sangat tepat saat ini. IIA Global Internal Audit Standards 2024 menekankan kolaborasi strategis dan pendekatan audit yang berdampak langsung pada tujuan organisasi. Organisasi yang tidak segera meningkatkan kompetensi auditornya berisiko tertinggal, baik dalam pemenuhan standar maupun dalam kualitas audit secara keseluruhan.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026

Januari

21–22

Februari

18–19

Maret

18–19

April

21–22

Mei

19–20

Juni

17–18

Juli

21–22

Agustus

18–19

September

15–16

Oktober

20–21

November

17–18

Desember

8–9

Fasilitas

Investasi & Fasilitas

Offline

Rp 5.750.000,-

per peserta

Online

Rp 3.750.000,-

per peserta

Setiap peserta mendapatkan:

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apa perbedaan Risk Based Internal Audit (RBIA) dengan audit internal biasa?

Audit internal biasa umumnya bekerja berdasarkan rotasi siklus atau daftar pemeriksaan standar tanpa mempertimbangkan prioritas risiko. RBIA sebaliknya: rencana audit disusun berdasarkan penilaian risiko yang terdokumentasi, sehingga sumber daya audit diarahkan ke area yang paling rentan terhadap kegagalan. Hasilnya, audit lebih efisien dan rekomendasinya lebih relevan bagi manajemen.

Informasi detail jadwal, durasi, dan format pelatihan (offline, online, atau in-house) tersedia melalui konsultasi langsung dengan tim GRC Indonesia. Hubungi kami via WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.

Pelatihan ini dirancang untuk profesional yang sudah bekerja di fungsi audit internal atau manajemen risiko. Pemahaman dasar tentang proses bisnis dan pengendalian internal akan membantu peserta mendapatkan manfaat maksimal. Peserta dari fungsi terkait seperti compliance atau risk management juga dapat mengikuti program ini.

Kertas Kerja Audit (KKA) adalah dokumentasi yang menghubungkan pelaksanaan audit dengan laporan hasil audit. KKA menjadi bukti bahwa proses audit telah dilaksanakan sesuai standar dan menjadi dasar penyusunan laporan. Dalam pelatihan RBIA, peserta belajar cara membuat KKA yang akurat, terorganisasi, dan memenuhi standar profesional internasional.

Sangat relevan. BUMN dan perbankan memiliki regulasi tata kelola yang ketat, termasuk kewajiban audit internal yang terstruktur. IIA Global Internal Audit Standards 2024 yang berlaku sejak Januari 2025 berlaku lintas sektor, termasuk BUMN dan perbankan. Pelatihan RBIA membantu tim audit di kedua sektor ini memenuhi standar tersebut sekaligus meningkatkan nilai strategis fungsi audit mereka.

Siap Mengubah Audit Internal Anda Menjadi Berbasis Risiko?

Hubungi Kami

Bagikan Pelatihan