Home / Pelatihan / Risk Maturity Level

Pelatihan dan Sertifikasi Risk Maturity Level

Level Pengukuran Maturitas Risiko — Tingkatkan Efektivitas Tata Kelola Korporasi Melalui Pengukuran Kematangan Risiko yang Objektif dan Teruji

Pelatihan dan Sertifikasi Risk Maturity Level membekali profesional dengan metodologi evaluasi berbasis ISO 31000, COSO ERM, dan regulasi BUMN. Anda akan mempelajari teknik asesmen mandiri, pembobotan indikator, dan perumusan rekomendasi perbaikan tata kelola — membantu organisasi membuktikan efektivitas sistem risiko kepada pemangku kepentingan.

Fakta Program

2 Hari

Pelatihan penuh + simulasi perhitungan skor

6

Modul intensif menuju asesor mandiri

5

Tingkatan kematangan risiko (RM3)

31000

ISO 31000, COSO ERM & regulasi BUMN

Banyak perusahaan merasa aman karena telah memiliki dokumen profil risiko yang tebal. Namun, saat krisis ekonomi atau gangguan operasional melanda, sistem tersebut kerap gagal merespons dengan cepat. Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Risk Maturity Level (Level Pengukuran Maturitas Risiko) adalah langkah penting untuk menguji apakah manajemen risiko Anda benar-benar bekerja atau hanya menjadi formalitas administratif di atas kertas.

Kebutuhan evaluasi berkala kini menjadi tuntutan regulasi yang sangat ketat, terutama bagi Badan Usaha Milik Negara dan sektor korporasi strategis. Tanpa alat ukur yang jelas, pimpinan puncak kesulitan mengetahui titik lemah dalam sistem kendali internal mereka. Melalui program komprehensif ini, Anda dapat menguasai cara mengukur maturitas risiko secara objektif sekaligus menyiapkan peta jalan perbaikan yang terarah.

Dengan pendekatan terstruktur, organisasi Anda tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban audit tahunan. Anda juga dapat membangun prinsip risk-based thinking pada seluruh lini kerja. Langkah ini terbukti mampu melindungi nilai perusahaan serta menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Pengertian

Apa Itu Risk Maturity Level dan Mengapa Penting bagi Organisasi?

Risk Maturity Level adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana pengelolaan risiko telah tertanam, terstruktur, dan efektif dalam budaya pengambilan keputusan sebuah organisasi. Nilai ini menjadi bukti nyata bagi para pemangku kepentingan bahwa manajemen mampu mendeteksi serta mengendalikan ketidakpastian bisnis secara teratur dan dapat diandalkan.

Banyak perusahaan terjebak dalam ilusi kepatuhan formal. Mereka memiliki unit manajemen risiko, tetapi keputusan bisnis besar tetap diambil tanpa pertimbangan risiko yang matang. Kajian literatur sistematis kematangan risiko menunjukkan bahwa perusahaan dengan level maturitas yang tinggi memiliki ketahanan yang jauh lebih baik terhadap guncangan pasar.

Pengukuran tingkat kematangan risiko memberikan tiga manfaat utama bagi korporasi: memberikan gambaran posisi maturitas organisasi saat ini secara objektif dan berbasis data faktual; mengidentifikasi kelemahan mendasar dalam proses tata kelola, komunikasi risiko, serta sistem kendali internal; dan menyediakan dasar yang kuat bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk menyusun prioritas anggaran mitigasi.

Berdasarkan panduan model kematangan risiko RM3, organisasi yang matang memandang risiko bukan sebagai penghambat bisnis. Sebaliknya, risiko dikelola sebagai sarana untuk mengambil peluang secara terukur dan penuh percaya diri.

Dasar Acuan

01

Permen BUMN PER-2/MBU/03/2023

02

SK-8/DKU.MBU/12/2023 — Risk Maturity Index

03

SNI ISO 31000:2018

Alat Ukur
Aplikasi ARMS — BPKP

Landasan Regulasi

Mengapa Standar ISO 31000 dan Regulasi BUMN Menjadi Acuan Utama?

Standar ISO 31000 dan regulasi teknis Kementerian BUMN menjadi acuan utama karena menyediakan kerangka kerja universal yang dapat diaudit, terbukti efektif di tingkat global, serta mengikat secara hukum bagi perusahaan milik negara. Kombinasi standar ini memastikan proses pengukuran kematangan berjalan seragam, adil, dan transparan.

Di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara wajib menjalankan tata kelola risiko sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023. Aturan ini menegaskan bahwa setiap aksi korporasi signifikan harus didasari oleh analisis risiko yang memadai. Untuk menyeragamkan proses pengujian, pemerintah kemudian merilis Surat Keputusan SK-8/DKU.MBU/12/2023 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indeks Kematangan Risiko (Risk Maturity Index).
Dalam publikasi asesmen maturitas BUMN, pedoman SK-8 dirancang untuk menutup celah perbedaan metode penilaian antar perusahaan. Lembaga pengawas seperti BPKP bahkan telah menyediakan aplikasi ARMS untuk penilaian kematangan risiko BUMN agar hasil evaluasi dapat dipantau secara langsung oleh pemegang saham pemerintah.
Sementara itu, bagi korporasi swasta, standar SNI ISO 31000:2018 tetap menjadi rujukan emas. Standar ini memandu integrasi risiko ke dalam kepemimpinan, strategi, dan operasional harian. Jika tim Anda ingin memperkuat pemahaman prinsip dasar sebelum mengukur maturitas, Anda dapat mengikuti pelatihan manajemen risiko ISO 31000 yang kami sediakan.

Model RM3

Kerangka Kerja ERMA ISO 31000 RM3 dan 5 Tingkatan Kematangan Risiko

Model kematangan risiko mengelompokkan kapasitas organisasi ke dalam lima tingkatan berjenjang. Salah satu acuan yang banyak digunakan praktisi adalah ERMA ISO 31000 Risk Management Maturity Model (RM3). Kerangka kerja ini menguji berbagai atribut tata kelola, mulai dari komitmen pimpinan hingga integrasi teknologi informasi. Sebuah penelitian penerapan ERMA RM3 pada BUMN membuktikan bahwa model ini sangat efektif untuk memetakan kesenjangan proses secara presisi.

Berikut adalah lima tingkatan kematangan risiko yang perlu Anda pahami:

Level 1 — Ad-hoc

Penerapan manajemen risiko masih bersifat sporadis dan reaktif. Tidak ada pedoman resmi, dan penanganan masalah sangat bergantung pada inisiatif perorangan.

Level 2 — Initial

Manajemen mulai menyadari arti penting risiko. Beberapa unit kerja telah membuat catatan risiko mandiri, tetapi belum ada standardisasi di tingkat korporasi.

Level 3 — Defined / Repeatable

Prosedur dan kebijakan tata kelola risiko telah dibakukan secara resmi. Organisasi sudah menerapkan pengelolaan dokumen risk register secara konsisten di seluruh lini operasional.

Level 4 — Managed

Pengelolaan risiko telah terintegrasi dengan rencana kerja bisnis dan pelaporan keuangan. Perusahaan aktif memantau indikator peringatan dini melalui penetapan indikator risiko utama (KRI) di setiap divisi.

Level 5 — Leadership / Optimized

Budaya sadar risiko telah melekat penuh dalam setiap keputusan bisnis strategis. Organisasi mampu beradaptasi cepat terhadap disrupsi pasar dan melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Menurut tinjauan model kematangan ISO 31000, perpindahan dari Level 2 ke Level 3 sering kali menjadi rintangan tersulit bagi banyak organisasi. Pelatihan ini memandu peserta agar mampu mendiagnosis hambatan tersebut dan menyusun strategi peningkatan yang realistis.

Silabus

Bagaimana Silabus Modul Pelatihan Risk Maturity Level Membantu Tim Anda?

Silabus program ini dirancang runut dalam enam modul intensif untuk mengubah praktisi menjadi asesor kematangan risiko yang mandiri. Peserta tidak hanya diajarkan teori penilaian, tetapi juga dilatih membaca bukti dokumen, menghitung skor parameter, serta merumuskan rekomendasi perbaikan strategis bagi jajaran direksi.

01 Modul 1: Prinsip dan Kerangka Kerja ISO 31000:2018

Mempelajari 8 prinsip tata kelola risiko modern dan cara menyelaraskannya dengan konteks kepemimpinan organisasi.

Memahami hubungan antara pengelolaan risiko, strategi korporasi, tata kelola, dan pencapaian kinerja bisnis.

Membedah instrumen penilaian, kriteria pembobotan, serta pengisian lembar kerja asesmen sesuai standar ERMA RM3 dan petunjuk teknis BUMN.

Melatih teknik analisis risiko mutakhir untuk memastikan seluruh potensi ancaman operasional terpetakan dengan baik.

Menyelaraskan hasil penilaian risiko dengan pengujian kepatuhan hukum dan sistem kendali internal perusahaan.

Mempelajari teknik menyusun laporan eksekutif dan rekomendasi perbaikan (areas of improvement) yang mudah dieksekusi oleh manajemen.

Dalam kajian pengukuran RML korporasi pelabuhan, ketersediaan bukti kerja yang valid menentukan ketepatan skor akhir. Melalui simulasi di kelas, peserta akan belajar cara mengumpulkan bukti kerja yang sahih agar hasil asesmen tidak bias.

Metode

Metode Pembelajaran Aplikatif dan Persiapan Sertifikasi Profesi GRC

Pelatihan ini mengutamakan metode belajar dua arah yang berorientasi pada praktik lapangan langsung. Kami memahami bahwa mengukur maturitas bukan sekadar mengisi kuesioner, melainkan seni mengevaluasi budaya dan konsistensi kerja tim. Oleh karena itu, peserta akan terlibat aktif dalam simulasi kasus nyata dari berbagai latar belakang industri.

Ketika kami mendampingi klien korporasi dalam evaluasi tata kelola, kami menemukan bahwa kendala terbesar asesor internal adalah menyamakan persepsi atas kriteria penilaian. Melalui program ini, instruktur kami memandu simulasi penilaian secara bertahap sehingga peserta memiliki standar interpretasi yang sama. Hal ini meminimalkan perdebatan internal saat asesmen mandiri dilaksanakan di kantor masing-masing.

Selain keterampilan teknis asesmen, program ini membuka pintu bagi peserta untuk meraih pengakuan kompetensi formal. Jalur sertifikasi profesi yang relevan meliputi QRMO (Qualified Risk Management Officer), QRMA (Qualified Risk Management Analyst), QRMP (Qualified Risk Management Professional), hingga tingkat tertinggi QCRO (Qualified Chief Risk Officer).

Peserta

Siapa Saja yang Wajib Mengikuti Program Pengukuran Maturitas Risiko Ini?

Program ini wajib diikuti oleh para pengelola risiko, auditor internal, pejabat kepatuhan, serta pimpinan unit kerja yang bertanggung jawab mengawal pencapaian target organisasi. Kualifikasi minimal: berpendidikan SMA atau sederajat dengan pengalaman kerja di bidang terkait.

Manajer & Staf Manajemen Risiko

Penggerak utama perancangan kerangka kerja dan pelaksanaan penilaian mandiri tahunan.

SPI & Auditor Internal

Membutuhkan metodologi terstandarisasi untuk menguji keandalan sistem manajemen risiko saat audit berkala.

Komisaris, Direksi & Komite Pemantau Risiko

Perlu pemahaman strategis guna mengevaluasi laporan kematangan risiko yang diajukan manajemen.

Pejabat Kepatuhan & Legal

Memastikan parameter penilaian selaras dengan regulasi industri dan norma hukum yang berlaku.

Berdasarkan laporan pelatihan kematangan risiko Indonesia Re, peningkatan kompetensi tim internal secara merata mampu mempercepat pemenuhan target maturitas perusahaan.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026/2027

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Investasi

Investasi Program

KeteranganDetail
Durasi2 Hari
Biaya Online / Virtual TrainingRp 3.500.000,- / Peserta
Biaya Offline / Public TrainingRp 5.500.000,- / Peserta

Siap Buktikan Kematangan Risiko Organisasi Anda?

Konsultasikan jadwal kelas dan kebutuhan tim Anda — batch dibuka setiap bulan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, atau online dari kota Anda.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Risk Maturity Level

01 Apa perbedaan antara audit manajemen risiko dengan asesmen Risk Maturity Level?

Audit manajemen risiko berfokus pada pemeriksaan kepatuhan terhadap prosedur tertulis yang telah ada saat ini. Sebaliknya, asesmen Risk Maturity Level menilai kualitas, kecanggihan, dan efektivitas sistem secara menyeluruh serta membandingkannya dengan model kematangan ideal. Penjelasan detail mengenai kriteria evaluasi model ini dapat Anda pelajari pada panduan model kematangan risiko RM3.

Ya, Kementerian BUMN mewajibkan seluruh BUMN dan anak perusahaannya untuk melakukan pengukuran maturitas secara berkala. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri BUMN PER-2/MBU/03/2023 dan diperinci melalui petunjuk teknis SK-8/DKU.MBU/12/2023. Pedoman integratif ini dapat Anda baca pada publikasi asesmen maturitas BUMN.

Sangat bisa. Meskipun instrumen SK-8 ditujukan bagi BUMN, prinsip dasarnya berakar dari SNI ISO 31000:2018 yang bersifat universal untuk semua jenis organisasi. Banyak perusahaan swasta memanfaatkan model ERMA RM3 untuk meningkatkan kredibilitas tata kelola mereka di mata investor dan perbankan, sebagaimana dipaparkan dalam tinjauan model kematangan ISO 31000.

Pelatihan ini umumnya diselenggarakan selama dua hari kerja penuh, baik secara tatap muka di kota-kota besar maupun melalui kelas interaktif daring. Durasi tersebut mencakup pemaparan konsep, studi kasus industri, hingga simulasi perhitungan skor kematangan. Untuk memilih jadwal yang paling sesuai dengan agenda tim Anda, silakan hubungi tim pendaftaran kami.

Setelah menyelesaikan program pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat penyelesaian resmi dari GRC Indonesia. Bagi peserta yang ingin mengambil sertifikasi profesi BNSP seperti QRMO atau QRMP, tim kami akan memberikan bimbingan teknis persiapan berkas dan portofolio uji kompetensi. Anda dapat mempelajari skema pengujian kompetensi pada halaman sertifikasi manajemen risiko BNSP.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Perkuat kapabilitas tim Anda dengan program serumpun berikut — dari fondasi ISO 31000 hingga jalur sertifikasi profesi BNSP berjenjang:

Pelatihan Manajemen Risiko ISO 31000

Fondasi wajib sebelum mengukur maturitas: kuasai 8 prinsip & proses SNI ISO 31000:2018. Lihat detail →

Sertifikasi QRMA BNSP

Jalur analis risiko tingkat menengah — 6 modul, 4 hari, bukti kompetensi diakui nasional. Lihat detail →

Sertifikasi QRMP BNSP

Level manajerial: memimpin penerapan manajemen risiko di unit kerja dan divisi. Lihat detail →

Sertifikasi QRGP BNSP

Tata kelola risiko korporasi untuk Direksi, Komisaris & Top Management — 7 modul. Lihat detail →

Sertifikasi QCRO BNSP

Puncak piramida sertifikasi GRC untuk calon dan pemegang posisi Chief Risk Officer. Lihat detail →

Pelatihan Key Risk Indicator (KRI)

Menyusun indikator peringatan dini — prasyarat data untuk mencapai Level 4 maturitas. Lihat detail →