
Home / Sertifikasi / QRMA
Silabus Pelatihan QRMA: 6 Modul Kompetensi Berbasis SNI ISO 31000
Sertifikasi QRMA (Qualified Risk Management Analyst) adalah jalur resmi BNSP untuk profesional manajemen risiko tingkat menengah yang ingin lebih dari sekadar pelaksana. Program ini berbasis SNI ISO 31000, mencakup 6 modul kompetensi utama, dan diselesaikan dalam 4 hari terstruktur. Cocok untuk risk officer, supervisor, dan risk analyst yang siap naik level.
2 hari intensif + pre-assessment & portofolio
Modul kompetensi berbasis SNI ISO 31000
Unit kompetensi — Kep.197/LATTAS/VI/2016
Ujian lewat LSP MKS, lisensi BNSP-628-IDN
Sudah bertahun-tahun bekerja di unit risiko. Tapi ketika rekrutmen membuka posisi Risk Analyst Senior, nama Anda tidak masuk shortlist. Alasannya satu: tidak ada bukti kompetensi yang bisa dipegang. Pengalaman kerja itu penting. Tapi di dunia manajemen risiko profesional, pengalaman tanpa sertifikasi resmi sering tidak cukup bersaing. Itulah kenapa sertifikasi QRMA BNSP ada.
QRMA adalah singkatan dari Qualified Risk Management Analyst. Ini adalah skema sertifikasi nasional yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), berbasis SNI ISO 31000, dan dirancang khusus untuk profesional menengah di bidang manajemen risiko. Bukan untuk yang baru mulai. Bukan juga untuk level manajerial ke atas. QRMA ada tepat di tengah, dan di situlah para risk analyst serta supervisor yang siap naik level menemukan tempatnya.
Sertifikasi QRMA
Sertifikasi QRMA (Qualified Risk Management Analyst) adalah skema sertifikasi kompetensi BNSP untuk profesional manajemen risiko tingkat menengah, berbasis SNI ISO 31000 melalui LSP MKS. Pemegang sertifikat QRMA tidak hanya menjalankan proses risiko di unit kerjanya. Mereka juga mampu menjadi risk advisor bagi para manajer yang membutuhkan panduan dalam pengambilan keputusan berbasis risiko.
Ini perbedaan mendasar dibanding pelatihan manajemen risiko biasa. Pelatihan biasa memberi pengetahuan. Sertifikasi QRMA memberi bukti kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara nasional.
Dasar hukumnya tidak perlu diragukan. Standar Kompetensi Khusus (SKK) Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000 dikeluarkan oleh IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association) dengan nomor 005/SKDPP/III/2016. Acuannya adalah Keputusan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI Nomor Kep.197/LATTAS/VI/2016, yang mencakup 27 unit kompetensi dalam satu kerangka yang terintegrasi.
LSP MKS sebagai penyelenggara ujian sertifikasi sudah mengantongi lisensi BNSP nomor BNSP-628-IDN dan akreditasi ISO 17024 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LSP-015-IDN. Ini bukan lembaga sembarangan.
SKK IRMAPA 005/SKDPP/III/2016
Kep.197 — 27 Unit Kompetensi
LSP MKS — Lisensi BNSP-628-IDN
Peserta
QRMA dirancang untuk profesional menengah di bidang manajemen risiko. Bukan untuk eksekutif, dan bukan juga untuk yang baru pertama kali mengenal konsep risiko. Program ini paling relevan untuk:
Staf di seluruh unit kerja yang bertugas sebagai risk officer madya.
Staf penyelia dan asisten manajer yang memegang fungsi risiko.
Analis di unit Manajemen Risiko organisasi.
Wakil direktur unit kerja yang bertindak sebagai Risk Taking Unit.
Masih bingung menentukan level yang tepat? Lihat panduan lengkap jalur sertifikasi manajemen risiko Indonesia untuk perbandingan QRMO, QRMA, dan QRMP dalam satu halaman.
Silabus
Kurikulum dari Proxsis Academy dan GRC Indonesia dirancang mengacu pada unit kompetensi standar Kep.197/LATTAS/VI/2016. Pendekatannya jauh lebih dari sekadar teori.
Peserta belajar merancang fondasi sistem manajemen risiko di organisasi. Ini bukan tentang menghafal teori ISO 31000 — ini tentang memahami bagaimana kerangka kerja itu bisa diterapkan secara nyata di unit kerja. Untuk pemahaman lebih dalam sebelum kelas, baca langkah awal ISO 31000 yang paling sering diabaikan.
Di modul ini, peserta belajar menyusun rencana implementasi proses manajemen risiko. Mulai dari penetapan konteks, identifikasi risiko, sampai evaluasi dan prioritisasi. Ini fondasi dari semua pekerjaan seorang Risk Analyst yang efektif.
Dari rencana, peserta beralih ke praktik. Modul ini mencakup teknik identifikasi risiko, workshop lintas fungsi, pemetaan risiko, dan penyusunan risk register. Semua yang dipelajari di pelatihan Risk Management berbasis ISO 31000 diturunkan ke level teknis yang bisa langsung dipakai di tempat kerja.
Manajemen risiko tidak bisa berdiri sendiri tanpa tata kelola yang baik. Modul ini mengajarkan bagaimana prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi landasan penerapan risiko yang efektif. Peserta memahami peran masing-masing lini dalam Three Lines Model dan bagaimana struktur organisasi memengaruhi efektivitas sistem risiko.
Risiko bukan hanya soal keuangan dan operasional. Modul ini membahas risiko hukum, aspek kepatuhan regulasi, dan cara mengintegrasikan compliance ke dalam sistem manajemen risiko yang berjalan. Kompetensi ini distandarisasi secara nasional melalui BNSP agar dapat diakui di seluruh industri di Indonesia.
Modul terakhir adalah yang paling teknis. Peserta belajar metode analisis kualitatif seperti risk matrix dan penilaian dampak-kemungkinan, serta metode kuantitatif seperti scenario analysis dan pemodelan numerik. Dilengkapi dengan strategi respons risiko yang proporsional dengan toleransi organisasi.
Setelah 6 modul ini, peserta akan siap menghadapi uji kompetensi dengan cakupan unit yang juga mencakup integrasi GRC dan ESG sesuai kebutuhan industri saat ini.
Metode
Pelatihan QRMA berlangsung 4 hari total: 2 hari pelatihan intensif (tutorial teori, praktik, dan studi kasus), dilanjutkan tahap pre-assessment dan pengumpulan portofolio untuk persiapan ujian sertifikasi BNSP melalui LSP MKS. Tersedia dalam format online dan offline di empat kota besar.
Pemaparan 6 modul, diskusi kelompok, dan latihan interaktif. Fasilitator adalah praktisi aktif di bidang manajemen risiko, bukan hanya akademisi.
Peserta mengerjakan skenario risiko nyata dari berbagai industri — bukan latihan di atas kertas saja. Belajar mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko seperti di lingkungan kerja sebenarnya.
Materi dalam format PDF dan digital bisa dipelajari secara mandiri sebelum dan sesudah sesi kelas. Cocok untuk memperdalam pemahaman di luar jadwal resmi.
Bimbingan intensif mengumpulkan portofolio sebagai syarat ujian BNSP. Tahap ini sering diremehkan, padahal kualitas portofolio sangat menentukan hasil uji kompetensi di hadapan asesor LSP MKS.
Manfaat
Manfaat nyata QRMA ada di dua sisi sekaligus: individu yang mengikuti sertifikasi, dan organisasi yang mengirimkan stafnya.
Sertifikasi BNSP manajemen risiko memberi bukti kompetensi yang diakui nasional — yang membedakan Anda saat bersaing di posisi Risk Analyst atau Compliance Officer, membuka akses ke sertifikasi internasional berikutnya, dan mempercepat perjalanan karir dari Risk Analyst ke Risk Manager, bahkan ke jalur menuju Chief Risk Officer.
Memiliki staf bersertifikat QRMA berarti sistem manajemen risiko berjalan lebih terstandar dan terukur. Penerapan SNI ISO 31000 jadi lebih efektif karena ada orang yang benar-benar kompeten menjalankannya. Sistem risiko yang terstandar juga memudahkan integrasi dengan ISO 9001, ISO 27000, dan ISO 26000 dalam satu ekosistem tata kelola yang terintegrasi.
Ingin tahu seberapa matang sistem manajemen risiko organisasi Anda saat ini? Cek layanan asesmen maturitas risiko sebagai titik awal sebelum menentukan program pelatihan yang paling tepat.
Jalur Sertifikasi
QRMO, QRMA, dan QRMP adalah tiga skema sertifikasi berbeda dalam ekosistem LSP MKS, masing-masing untuk jenjang yang berbeda. Ketiganya berbasis SNI ISO 31000 dan diakui resmi oleh BNSP. Perbedaan singkatnya:
| Skema | Jenjang | Target Peserta | Poin LSP MKS |
|---|---|---|---|
| QRMO | Entry level | Staf baru, junior risk officer | 30 poin |
| QRMA | Menengah | Risk analyst, supervisor, asisten manajer | 30 poin |
| QRMP | Lanjut | Manajer, koordinator risiko, risk owner | 45 poin |
Pelajari program QRMO jika Anda baru memulai di bidang manajemen risiko. Atau langsung lihat program QRMP jika Anda sudah di level manajerial dan ingin naik ke jenjang berikutnya.
LSP MKS mengelola 5 skema sertifikasi total, lengkap hingga QCRO (45 poin) dan QRGP (60 poin) untuk level eksekutif dan tata kelola risiko.
Jadwal
5–6
2–3
2–3
1–2
4–5
2–3
1–2
3–4
1–2
1–2
2–3
1–2
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Investasi
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Durasi | 2 Hari intensif + pre-assessment & portofolio (4 hari total) |
| Biaya Online / Virtual Training | Rp 6.000.000 |
| Biaya Offline / Public Training | Rp 7.500.000 |
Klaim sertifikat QRMA BNSP Anda — batch dibuka setiap bulan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, atau online dari kota Anda.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
FAQ
QRMO adalah level dasar untuk staf yang baru masuk ke fungsi manajemen risiko, dengan fokus pada pemahaman prinsip dan kerangka kerja dasar ISO 31000. QRMA adalah level menengah dengan cakupan lebih luas, termasuk perencanaan teknis proses risiko, aspek hukum, GCG, dan analisis kualitatif-kuantitatif. Pemegang QRMA diharapkan mampu berfungsi sebagai risk advisor, bukan hanya pelaksana proses.
Sertifikat QRMA diterbitkan oleh BNSP dan diakui secara nasional di Indonesia. Standar SNI ISO 31000 yang menjadi dasarnya adalah adopsi dari ISO 31000 internasional, yang mempermudah pengakuan kompetensi di tingkat regional dan membuka akses ke sertifikasi internasional berikutnya seperti ERMCP atau ERMAP.
Sertifikat BNSP umumnya berlaku selama 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Setelah itu, pemegang sertifikat mengikuti proses resertifikasi untuk memperbarui dan memvalidasi kompetensinya sesuai perkembangan standar yang berlaku.
Peserta disarankan memiliki pengalaman kerja yang relevan di bidang manajemen risiko atau fungsi terkait seperti internal control, audit, atau compliance. Dokumen Surat Pengalaman Kerja dari perusahaan wajib disertakan untuk keperluan penerbitan sertifikat BNSP. Pendidikan minimal SLTA/sederajat.
Peserta yang belum dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi dapat mengikuti ujian ulang (remedial assessment). Tim GRC Indonesia memberikan bimbingan pre-assessment yang intensif untuk meminimalkan risiko ketidaklulusan, termasuk panduan penyusunan portofolio yang sesuai dengan standar dan ekspektasi asesor LSP MKS.
Pelatihan Terkait
Program berjenjang dan serumpun untuk jalur karier manajemen risiko Anda:
Fondasi 8 prinsip & proses SNI ISO 31000:2018 untuk seluruh tim risiko. Lihat detail →
Level manajerial: memimpin penerapan manajemen risiko di unit kerja dan divisi. Lihat detail →
Tata kelola risiko korporasi untuk Direksi, Komisaris & Top Management. Lihat detail →
Puncak piramida sertifikasi GRC untuk calon dan pemegang Chief Risk Officer. Lihat detail →
Mengukur kematangan manajemen risiko perusahaan berbasis ISO 31000 & regulasi BUMN. Lihat detail →
Fondasi ERM + jalur sertifikasi QRMO/QRMA untuk risk officer pemula. Lihat detail →
