Home / Sertifikasi / Enterprise Risk Governance

Master Class Enterprise Risk Governance: Sertifikasi QCRO, QRGP, dan CERG untuk Direksi dan Komisaris

Program Dua Hari untuk Direksi, Komisaris, dan Eksekutif Senior — Kompetensi Dewan yang Terstandardisasi dan Tersertifikasi

Master Class Enterprise Risk Governance adalah program dua hari (16 jam) dari GRC Indonesia bersama Proxsis Academy. Program ini menyiapkan Direksi, Komisaris, dan eksekutif senior menempuh sertifikasi QCRO, QRGP, serta CERG sekaligus. Peserta mempelajari struktur komite risiko, three lines model, penyelarasan risk appetite dengan strategi, dan budaya risiko. Investasi mulai Rp9.500.000 per peserta.

Fakta Program

2 Hari

16 jam pembelajaran dalam 8 modul progresif

3

Jalur sertifikasi sekaligus: QCRO, QRGP, dan CERG

65%

Waktu untuk hands-on workshop & studi kasus

20–30

Kuota maksimum peserta per batch

Banyak organisasi punya unit manajemen risiko yang rapi, tetapi tetap kecolongan. Penyebabnya jarang ada di lapangan. Penyebabnya ada di ruang dewan. Di sinilah sertifikasi risk governance Indonesia menjadi relevan bagi Direksi dan Komisaris, bukan lagi sekadar bagi tim risiko.

Datanya cukup jelas. Studi terbaru dari NC State ERM Initiative dan AICPA menemukan bahwa 69% eksekutif menilai kompleksitas risiko meningkat, namun hanya 30% yang menyebut pengawasan risikonya matang. Jarak 39 poin itu adalah masalah tata kelola, bukan masalah teknis.

Di Indonesia, tekanannya datang dari dua arah sekaligus. Regulator terus menaikkan standar, dan lanskap risikonya berubah cepat. OJK menegaskan bahwa risiko siber, penyalahgunaan AI, perubahan regulasi, geopolitik, dan iklim menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi organisasi.

Program Master Class ini dirancang untuk menutup jarak tersebut. Bukan dengan teori tambahan, melainkan dengan kompetensi dewan yang terstandardisasi dan tersertifikasi.

Tanggung Jawab Dewan

Apa Itu Enterprise Risk Governance dan Mengapa Menjadi Tanggung Jawab Dewan?

Enterprise risk governance adalah puncak dari sistem manajemen risiko organisasi. Di lapisan inilah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris memegang akuntabilitas tertinggi untuk memastikan risiko dikelola secara efektif dan selaras dengan strategi bisnis. Manajemen risiko operasional menjalankan prosesnya; dewan yang menentukan arah, batas, dan standar perilakunya.

Kegagalan di lapisan ini mahal. Survei Fraud Indonesia 2025 dari ACFE Indonesia Chapter mencatat korupsi sebagai fraud paling dominan dengan 47,6% kasus, dan 26% responden melaporkan kerugian antara Rp1 miliar hingga Rp50 miliar per kasus.

Empat masalah yang paling sering kami temui di level dewan:

  1. Anggota dewan belum sepenuhnya memahami perannya dalam risk oversight.
  2. Struktur komite risiko dan garis pertahanan berjalan formalitas.
  3. Risk appetite tidak nyambung dengan strategi bisnis.
  4. Budaya risiko proaktif belum terbentuk di seluruh lapisan organisasi.

Regulasi Indonesia sudah tidak memberi ruang untuk keempatnya. PER-2/MBU/03/2023 mewajibkan BUMN menerapkan manajemen risiko yang mencakup pengurusan aktif Direksi dan pengawasan Dewan Komisaris, taksonomi risiko terintegrasi, hingga penilaian indeks kematangan risiko. Kewajiban terakhir itu membuat pengukuran maturitas risiko menjadi agenda tahunan, bukan proyek sesekali.

Di sektor jasa keuangan, POJK 17/2023 menegaskan bahwa Dewan Komisaris wajib membentuk komite audit, komite pemantau risiko, serta komite remunerasi dan nominasi. Semua ini berdiri di atas fondasi pelatihan Good Corporate Governance yang sehat.

Masalahnya, menambah waktu rapat saja tidak cukup. Riset Corporate Board Member bersama EY Center for Board Matters menemukan 60% direktur menambah waktu pengawasan risiko, tetapi kurang dari separuh mengintegrasikannya dengan strategi.

Konteks Regulasi

01

PER-2/MBU/03/2023 — BUMN

02

POJK 17/2023 — Jasa Keuangan

03

Three Lines Model — IIA

Jalur Sertifikasi
QCRO · QRGP · CERG

Kompetensi

Apa yang Akan Anda Kuasai Setelah Mengikuti Program Ini?

Setelah dua hari, peserta mampu memetakan peran BOD dan BOC dalam risk oversight, merancang struktur komite risiko dan three lines of defense, menetapkan risk appetite yang selaras dengan strategi, membangun budaya risiko, serta menganalisis studi kasus tata kelola risiko. Peserta juga siap secara konseptual menempuh ujian QCRO, QRGP, dan CERG.

Ada satu kompetensi yang semakin mendesak: tata kelola risiko teknologi. Survei NACD 2026 mencatat 47% direktur menilai AI sebagai tren berdampak terbesar pada kinerja organisasi dalam 12 bulan ke depan. Dewan yang tidak punya kerangka pengawasan untuk ini akan tertinggal cepat.

Bagi peserta yang belum kuat di sisi teknis, kami menyarankan membekali diri lebih dulu dengan manajemen risiko ISO 31000 sebelum masuk ke lapisan tata kelola.

Tiga Jalur Sertifikasi

Apa Perbedaan QCRO, QRGP, dan CERG?

QCRO ditujukan bagi manajemen senior yang menjembatani operasional dengan dewan. QRGP ditujukan bagi manajemen puncak, yaitu Direktur dan Komisaris. Keduanya diterbitkan LSP MKS berlisensi BNSP. CERG dari ERMA memberikan pengakuan global atas kompetensi risk governance di level tertinggi.

AspekQCROQRGPCERG
PenerbitLSP MKS (lisensi BNSP)LSP MKS (lisensi BNSP)ERMA
TargetSenior manager, GM, VPDirektur, Komisaris, top managementPemimpin dengan akuntabilitas tertinggi
Cakupan pengakuanNasionalNasionalGlobal
Syarat pengalamanManajemen minimal 1 tahunLevel direksi atau komisarisMinimal 15 tahun

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa skema LSP MKS menempatkan QCRO di level senior manager hingga SVP, dan QRGP di level direktur atau komisaris. Untuk CERG, ERMA mensyaratkan minimal 15 tahun pengalaman dengan 3 tahun terakhir di manajemen senior, badan pengawas, atau peran setara.

Jika Anda hanya membutuhkan satu jalur, detailnya tersedia di halaman sertifikasi QCRO BNSP dan sertifikasi QRGP untuk direksi.

Silabus

Kurikulum dan Silabus Master Class Enterprise Risk Governance

Program dari Proxsis Academy dan GRC Indonesia disusun secara terstruktur dalam 8 modul selama dua hari penuh (total 16 jam pembelajaran). Urutannya sengaja progresif: modul 1 sampai 3 membangun pemahaman peran, modul 4 sampai 6 membangun sistemnya, lalu modul 7 dan 8 menguji semuanya lewat kasus nyata dan praktik langsung.

01 Modul 1: Overview Enterprise Risk Governance dan Peran BOD-BOC (120 Menit)

Risk governance sebagai perluasan ERM; peran strategis BOD dan BOC; overview jalur QCRO, QRGP, CERG.

Tanggung jawab QCRO sebagai penghubung manajemen operasional dan dewan; risk culture di level senior; interaksi dengan komite risiko.

Tanggung jawab Direktur dan Komisaris dalam risk oversight; penetapan risk appetite di level dewan; akuntabilitas dewan.

Struktur komite risiko; three lines of defense; independensi dan efektivitas oversight. Merujuk pada Three Lines Model dari IIA yang menegaskan bahwa governing body menentukan selera risiko dan mengawasi manajemen risiko termasuk pengendaliannya.

Integrasi risk appetite dengan perencanaan strategis; pengambilan keputusan berbasis risiko. Termasuk penggunaan key risk indicator sebagai alat peringatan dini di level dewan.

Peran kepemimpinan; indikator budaya risiko sehat; tantangan umum implementasi.

Analisis kasus keberhasilan dan kegagalan dari perspektif dewan.

Merancang risk governance roadmap; simulasi keputusan dewan; kisi-kisi ujian QCRO, QRGP, CERG.

Total durasi pembelajaran: 900 menit eksklusif istirahat, mencakup persiapan tiga jalur sertifikasi.

Metode

Bagaimana Metode Pembelajaran Program Ini Dijalankan?

Program memakai pendekatan pembelajaran aktif berbasis kompetensi dengan empat komposisi. Porsi praktik sengaja dibuat dominan karena peserta level strategis butuh keputusan, bukan hafalan. Survei What Directors Think 2026 dari Diligent Institute mencatat 84% direktur memperkuat pendekatan scenario planning mereka dalam lima tahun terakhir — fokus latihan pengambilan keputusan ini menjawab kebutuhan tersebut.

Hands-on Workshop — 35%

Praktik merancang risk governance roadmap, pemetaan komite risiko, simulasi pengambilan keputusan dewan.

Studi Kasus dan Diskusi — 30%

Analisis tata kelola risiko organisasi nyata dari perspektif dewan, diskusi kelompok, tanya-jawab interaktif.

Pemaparan Konsep — 25%

Materi terstruktur oleh instruktur berpengalaman, diperkuat referensi skema kompetensi LSP MKS-BNSP dan ERMA.

Evaluasi & Refleksi — 10%

Pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, refleksi harian, persiapan sertifikasi.

Peserta

Siapa Saja yang Wajib Mengikuti Program Ini?

Program ini ditujukan bagi General Manager atau Vice President (satu level di bawah Direktur), Direktur, Komisaris, serta eksekutif senior yang berperan dalam tata kelola risiko organisasi. Kapasitas dibatasi maksimal 20 sampai 30 peserta per batch agar diskusi tetap mendalam.

General Manager / VP

Satu level di bawah Direktur — calon jembatan operasional dan dewan, jalur alami menuju QCRO.

Direksi (BOD)

Menentukan arah, batas, dan standar perilaku pengelolaan risiko organisasi.

Dewan Komisaris (BOC)

Memegang fungsi pengawasan; wajib memastikan risk oversight berjalan efektif, bukan formalitas.

Eksekutif Senior

Pimpinan dengan akuntabilitas tertinggi atas tata kelola risiko di unit strategis.

Pembatasan itu penting. Riset The Corporate Governance Institute terhadap 500 direktur dan eksekutif C-suite menemukan jarak yang melebar antara rasa percaya diri dewan dan kapabilitas nyata dalam menghadapi risiko siber, AI, ESG, dan kompleksitas regulasi. Kelas kecil memaksa asumsi itu diuji, bukan dibiarkan.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026/2027

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Rundown

Rundown Pelaksanaan Dua Hari

Hari Pertama

Waktu (WIB)Sesi KegiatanKeterangan Materi dan Aktivitas
08.00 – 08.30Registrasi & PembukaanCheck-in peserta, sambutan, pengantar program
08.30 – 09.00Pre-TestPengukuran pengetahuan awal peserta
09.00 – 10.00Modul 1 (Sesi 1)Overview Enterprise Risk Governance dan Peran BOD-BOC
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 – 12.00Modul 1 (Sesi 2) & Modul 2Lanjutan overview; peran dan kompetensi QCRO
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 – 15.00Modul 3Peran dan kompetensi QRGP
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.15Modul 4Membangun struktur tata kelola risiko yang efektif
16.15 – 16.30Refleksi Hari 1 & PenutupanRecap materi, tanya-jawab, penugasan mandiri

Hari Kedua

Waktu (WIB)Sesi KegiatanKeterangan Materi dan Aktivitas
08.00 – 08.15Pembukaan Hari 2Review singkat materi Hari 1, agenda Hari 2
08.15 – 10.00Modul 5Menyelaraskan manajemen risiko dengan strategi bisnis
10.00 – 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 – 12.00Modul 6Membangun budaya risiko proaktif
12.00 – 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 – 15.00Modul 7Studi kasus risk governance: keberhasilan dan kegagalan
15.00 – 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 – 16.00Modul 8 (Workshop)Menyusun risk governance roadmap, kerja kelompok
16.00 – 16.15Post-TestEvaluasi pemahaman akhir peserta
16.15 – 16.30Penutupan & SertifikasiPresentasi hasil workshop, pengarahan jalur sertifikasi, penyerahan sertifikat

Rundown dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara. Pelaksanaan ujian QCRO dan QRGP mengikuti ketentuan LSP MKS-BNSP, sedangkan CERG mengikuti ketentuan ERMA.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Lokasi dan jadwal pelaksanaan in-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Investasi

Investasi Program dan Fasilitas Peserta

Tiga skema keikutsertaan dengan cakupan fasilitas yang jelas — semua sudah termasuk ujian dan jalur sertifikasi QCRO/QRGP/CERG:

Public Training

Rp 12.000.000,-

per peserta

Online / Virtual Training

Rp 9.500.000,-

per peserta

In-House Training

Hubungi Tim

seluruh fasilitas public training + koordinasi logistik di lokasi Anda

Skema in-house cocok untuk grup direksi dan komisaris yang ingin sesi tertutup dengan kasus internal perusahaan. Untuk penawaran khusus, silakan hubungi tim kami.

Fasilitas yang diperoleh peserta:

Siap Menguatkan Risk Oversight di Ruang Dewan?

Klaim 3 sertifikasi sekaligus — QCRO, QRGP, dan CERG — dalam dua hari bersama sesama anggota dewan. Kuota batch terbatas 20–30 peserta.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Berapa lama durasi Master Class Enterprise Risk Governance?

Program berlangsung dua hari dengan total 16 jam pembelajaran, terbagi dalam delapan modul progresif. Pelaksanaan tersedia dalam format tatap muka maupun online atau virtual. Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Indonesia.

Tidak. Peserta dapat memilih mengikuti pelatihannya saja, atau melanjutkan ke jalur ujian sertifikasi QCRO, QRGP, dan CERG. Pilihan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing peserta.

ERMA mensyaratkan minimal 15 tahun pengalaman, dengan tiga tahun terakhir berada di posisi manajemen senior, badan pengawas, atau peran setara. Sertifikasi ini dirancang bagi pemimpin organisasi dengan akuntabilitas tertinggi.

Ya. Format Online atau Virtual Training tersedia dengan investasi Rp9.500.000 per peserta. Peserta mendapat modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, serta ujian dan jalur sertifikasi yang sama.

Ya. Keduanya diterbitkan oleh LSP MKS (Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera) yang berlisensi BNSP, sehingga diakui resmi secara nasional. Skema kompetensinya berbasis SNI ISO 31000.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Program lanjutan dan pendukung untuk jajaran Direksi dan Komisaris:

Sertifikasi QRGP BNSP

Tata kelola risiko korporasi untuk Direksi, Komisaris & Top Management. Lihat detail →

Sertifikasi QCRO BNSP

Puncak piramida sertifikasi GRC untuk calon dan pemegang Chief Risk Officer. Lihat detail →

Sertifikasi QRMA BNSP

Analis risiko tingkat menengah — 6 modul, 4 hari, bukti kompetensi diakui nasional. Lihat detail →

Masterclass Keputusan Direksi & Debiasing

Perkuat keputusan strategis yang terlindungi Business Judgment Rule dari bias kognitif. Lihat detail →

Pelatihan Risk Maturity Level

Mengukur kematangan manajemen risiko perusahaan berbasis ISO 31000 & regulasi BUMN. Lihat detail →

Executive Masterclass Future-Ready Leadership

Leadership boardroom untuk direksi & komisaris BUMN menghadapi volatilitas. Lihat detail →