Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC)

Membangun Sistem Tata Kelola, Mitigasi Risiko, dan Kepatuhan Regulasi Modern Berbasis Standar Internasional

Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC) mengajarkan cara menyatukan tata kelola, risiko, dan kepatuhan dalam satu sistem utuh. Program ini mengupas silabus 8 modul lengkap, mulai dari prinsip dasar, desain struktur organisasi, integrasi register risiko, hingga pelaporan otomatis berbasis teknologi. Peserta belajar cara menghapus pemborosan akibat kerja terpisah dan melindungi nilai perusahaan. Hubungi kami via WhatsApp untuk pendaftaran dan konsultasi program.

Dampak Integrasi GRC

30%

penghematan biaya kepatuhan dibanding cara kerja terfragmentasi

3,4×

efektivitas organisasi yang menerapkan platform tata kelola terintegrasi

3 lini

Three Lines Model sebagai pembagian peran pertahanan perusahaan

8 modul

kurikulum berjenjang selama 2 hari kerja

Banyak perusahaan menjalankan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan regulasi secara terpisah. Tim risiko membuat register sendiri, tim kepatuhan mengecek aturan sendiri, dan tim audit bekerja secara mandiri. Cara kerja yang terkotak-kotak ini memicu pemborosan anggaran dan membingungkan manajemen saat mengambil keputusan.

Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC) hadir untuk menjawab kebuntuan tersebut. Program ini menyatukan ketiga fungsi penting perusahaan ke dalam satu kerangka kerja yang selaras dan terpadu. Kata kuncinya adalah keterpaduan proses, data, serta koordinasi antar bagian.

Ketika fungsi pengawasan berjalan sendiri, perusahaan menanggung beban kerja ganda. Tim operasional harus melayani permintaan data yang berulang dari berbagai divisi pengendali. Hal ini tidak hanya membuang waktu kerja, tetapi juga menyembunyikan risiko laten yang luput dari pengamatan bersama.

Melalui pelatihan komprehensif ini, Anda akan mempelajari cara membangun arsitektur GRC yang efisien dan kokoh. Kami menyusun kurikulum berbasis praktik industri terbaik agar Anda mampu menerapkannya langsung di tempat kerja. Mari kita pelajari konsep, silabus terinci, dan manfaat strategis program ini bagi kemajuan organisasi Anda.

Definisi

Apa Itu Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC)?

Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC) adalah program pelatihan terstruktur yang mengajarkan cara menyatukan proses tata kelola, pengelolaan risiko, dan pemenuhan regulasi ke dalam satu kesatuan sistem. Tujuannya adalah membantu organisasi mencapai sasaran bisnis secara pasti, mengurangi ketidakpastian, dan selalu bertindak dengan integritas penuh.

Pelatihan ini mengacu pada konsep Principled Performance yang dirumuskan oleh standar OCEG GRC Capability Model. Konsep ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus mampu menjaga nilai bisnis sekaligus memenuhi batasan hukum. Ketiga komponen GRC tidak boleh lagi dilihat sebagai beban terpisah.

Dalam pelaksanaannya, program ini melengkapi program keahlian lain seperti pelatihan integrasi ESG dan GRC yang saat ini semakin diminati korporasi. Peserta diajak memahami gambaran besar bagaimana arah strategi perusahaan diterjemahkan ke dalam tindakan nyata unit kerja harian.

Ketika kami mendampingi berbagai instansi BUMN dan swasta, kami menemukan pola yang sama. Tim internal sering kali memiliki kompetensi teknis yang hebat, namun mereka kekurangan bahasa bersama untuk berkomunikasi lintas divisi. Pelatihan ini menjembatani jurang komunikasi tersebut sehingga seluruh unit kerja dapat melangkah dengan irama yang serasi.

Silo

Mengapa Pendekatan Silo dalam Tata Kelola Harus Segera Dihentikan?

Pendekatan silo harus dihentikan karena memicu duplikasi pekerjaan, pemborosan biaya operasional, dan kebingungan data laporan. Ketika fungsi tata kelola, risiko, dan kepatuhan bekerja terpisah, pimpinan perusahaan kehilangan pandangan utuh terhadap ancaman bisnis yang sesungguhnya. Integrasi sistematis menyatukan data tersebut agar keputusan manajemen menjadi lebih cepat dan akurat.

Laporan dari riset implementasi GRC oleh UnderDefense menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi mampu memangkas biaya kepatuhan hingga 30 persen dibanding cara kerja terfragmentasi. Penghematan ini berasal dari penghapusan audit ganda, pengujian kontrol berulang, dan pembelian perangkat lunak yang tumpang tindih.

Selain menghemat anggaran, integrasi GRC meningkatkan ketahanan organisasi terhadap krisis tak terduga. Sebuah survei kepatuhan global dari PwC Global Compliance Survey menegaskan bahwa transparansi data antar fungsi operasional adalah kunci utama mitigasi risiko modern. Tanpa keterbukaan data, unit kepatuhan hanya bertindak reaktif setelah masalah pelanggaran hukum terjadi.

Sistem yang terpecah juga membebani karyawan di lini operasional. Mereka kerap diminta mengisi dokumen kontrol yang hampir sama oleh auditor internal, manajer risiko, dan petugas kepatuhan secara bergantian. Dengan menyatukan proses GRC, perusahaan dapat menyederhanakan alur kerja tanpa menurunkan mutu pengawasan sedikit pun.

Silabus

Silabus Lengkap Training Integrated Governance, Risk Management, & Compliance (GRC)

Kurikulum pelatihan ini dirancang secara berjenjang dalam 8 modul praktis. Materi memadukan pemahaman teori standar internasional dengan latihan studi kasus nyata di dunia kerja. Berikut adalah rincian materi yang akan Anda pelajari selama program berlangsung.

01 Modul 1: Pengantar Integrated GRC

Modul pembuka ini membahas evolusi konsep tata kelola modern dari era reaktif menuju era terintegrasi. Anda akan membedah kelemahan pendekatan lama dan menganalisis studi kerugian nyata akibat lemahnya koordinasi internal. Peserta juga mempelajari manfaat strategis integrasi GRC bagi kesinambungan bisnis perusahaan.

Pada bagian ini, peserta mempelajari peran tata kelola sebagai payung pelindung arah strategis bisnis. Anda akan mengeksplorasi hubungan langsung antara pengelolaan risiko berbasis panduan ISO 31000 untuk manajemen risiko dengan pemenuhan kewajiban regulasi. Materi ini saling menguatkan dengan pelatihan manajemen risiko ISO 31000 yang membahas teknis penilaian risiko secara mendalam.

Modul ketiga fokus pada penyusunan kerangka kerja terpadu yang mencakup struktur, proses, dan teknologi pendukung. Anda akan mempelajari model tingkat kematangan (maturity model) implementasi GRC di berbagai industri. Peserta juga diajarkan cara mengukur kesiapan organisasi sebelum menjalankan transformasi sistemik.

Materi ini mengulas pembagian peran dan tanggung jawab kerja tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Anda akan merancang bagan koordinasi antar bagian pengendali internal agar jalur eskalasi isu berjalan lancar. Pembahasan ini diperkaya dengan studi kasus desain organisasi dari perusahaan multinasional terkemuka.

Peserta dibimbing menyelaraskan daftar risiko bisnis dengan daftar kewajiban regulasi perusahaan. Anda akan mengidentifikasi risiko hukum sebagai bagian tak terpisahkan dari profil risiko korporasi. Latihan ini memastikan tidak ada pasal peraturan baru yang luput dari pengawasan manajemen risiko.

Modul keenam mengeksplorasi peran perangkat lunak modern dalam menyederhanakan pengumpulan bukti kepatuhan. Anda akan belajar cara memilih platform teknologi yang tepat sesuai skala dan anggaran perusahaan. Modul ini juga mengkaji studi kasus keberhasilan transformasi digital pada pengawasan tata kelola.

Anda akan mempelajari teknik merancang dashboard eksekutif yang menyajikan data risiko dan kepatuhan secara ringkas. Laporan terpadu ini memudahkan direksi dan dewan komisaris membaca kondisi kesehatan perusahaan dalam hitungan menit. Modul ini mengajarkan pembuatan laporan berkala yang informatif dan tepat sasaran.

Modul penutup ini berbentuk simulasi interaktif yang menguji pemahaman seluruh materi sebelumnya. Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun kerangka kerja GRC terintegrasi bagi sebuah entitas bisnis tiruan. Setiap kelompok mempresentasikan solusinya dan menerima masukan langsung dari instruktur ahli kami. Anda juga dapat melihat portofolio kegiatan pelatihan dan pendampingan terkini kami di berbagai instansi ternama sebagai inspirasi nyata.

Three Lines Model

Bagaimana Struktur Organisasi Mendukung Integrasi GRC Melalui Three Lines Model?

Struktur organisasi mendukung integrasi GRC dengan menerapkan Three Lines Model yang membagi peran pertahanan perusahaan secara tegas dan kolaboratif. Model ini menetapkan unit operasional sebagai lini pertama, fungsi risiko dan kepatuhan sebagai lini kedua, serta audit internal independen sebagai lini ketiga. Ketiga lini tersebut saling berbagi data dan berkoordinasi secara teratur di bawah arahan dewan komisaris.

Pembaruan resmi dalam panduan The IIA Three Lines Model menekankan bahwa garis pertahanan tidak boleh menjadi dinding pemisah. Lini pertama bertindak sebagai pemilik risiko yang mengelola operasi sehari-hari. Lini kedua memberikan bantuan keahlian teknis, kerangka pemantauan, dan fasilitas pengawasan kepatuhan.

Lini ketiga, yaitu auditor internal, memberikan kepastian yang objektif kepada direksi dan dewan komisaris mengenai efektivitas pengendalian. Pola hubungan kerja yang harmonis ini menjadi fondasi bagi penerapan tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel. Tanpa struktur yang jelas, fungsi pengawasan kerap saling menyalahkan saat terjadi insiden penipuan atau sanksi hukum.

Dalam pelatihan ini, Anda akan mempraktikkan cara membuat piagam kerja (charter) untuk setiap lini. Anda akan menyusun matriks wewenang agar setiap personel memahami batasan tanggung jawab masing-masing. Hasilnya adalah koordinasi kerja yang solid tanpa adanya kekosongan pengawasan di lapangan.

Pembagian Peran

Lini Pertama

Unit operasional

Pemilik risiko yang mengelola operasi sehari-hari.

Lini Kedua

Fungsi risiko dan kepatuhan

Memberikan bantuan keahlian teknis, kerangka pemantauan, dan fasilitas pengawasan kepatuhan.

Lini Ketiga

Audit internal independen

Memberikan kepastian yang objektif kepada direksi dan dewan komisaris mengenai efektivitas pengendalian.

Register

Integrasi Risk Register dan Compliance Register dalam Praktik

Menyatukan register risiko dan register kewajiban kepatuhan merupakan langkah terpenting dalam membangun ekosistem GRC yang efektif. Kedua instrumen ini sering kali dibuat secara terpisah pada lembar kerja yang berbeda. Padahal, setiap pelanggaran regulasi selalu menimbulkan dampak risiko finansial, hukum, dan penurunan reputasi bagi perusahaan.

Metode integrasi dimulai dengan memetakan seluruh kewajiban hukum perusahaan ke dalam format sistem manajemen kepatuhan ISO 37301. Setiap pasal hukum atau klausul kontrak dianalisis untuk menemukan potensi risiko kegagalan pemenuhannya. Langkah ini melengkapi keahlian tim hukum yang sebelumnya telah mendalami manajemen kepatuhan dan hukum di tempat kerja mereka.

Setelah itu, tim memasukkan potensi risiko tersebut ke dalam satu universe risiko terpusat. Setiap risiko kepatuhan dipasangkan dengan aktivitas kontrol internal yang terukur dan dapat diuji kehandalannya. Cara ini menghentikan kebiasaan membuat kontrol baru untuk setiap aturan baru yang terbit dari regulator.

Ketika kami membantu klien menyatukan register ini, efisiensi kerja langsung terlihat nyata. Jumlah form pengawasan internal berkurang drastis karena satu kontrol dapat memenuhi beberapa persyaratan regulasi sekaligus. Beban pelaporan unit bisnis berkurang, sementara tingkat akurasi pemantauan manajemen risiko meningkat pesat.

Teknologi

Apa Peran Teknologi dan Otomatisasi Platform dalam Ekosistem GRC Modern?

Peran utama teknologi GRC adalah menyediakan satu sumber kebenaran data (single source of truth) untuk seluruh risiko, aturan kepatuhan, dan aktivitas pengujian kontrol internal perusahaan. Perangkat lunak otomatisasi menggantikan pekerjaan manual pengumpulan bukti audit lewat email. Teknologi ini mempercepat penyusunan laporan risiko secara berkala dan memastikan organisasi selalu siap menghadapi audit regulasi kapan saja.

Menurut analisis riset pasar dari kajian teknologi GRC oleh Gartner, organisasi yang menerapkan platform tata kelola terintegrasi memiliki efektivitas 3,4 kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidak menggunakannya. Riset tersebut juga memproyeksikan bahwa perusahaan besar akan mengelola rata-rata 10 solusi teknologi GRC untuk mengimbangi kompleksitas regulasi digital.

Kelebihan lain dari pemanfaatan teknologi adalah pemantauan indikator risiko utama (Key Risk Indicators) secara langsung. Analisis dari CLDigital mengenai manfaat sistem GRC menunjukkan bahwa platform digital memungkinkan pimpinan unit memantau perubahan profil risiko secara tepat waktu. Sinyal bahaya dapat terdeteksi sebelum berubah menjadi insiden kerugian finansial yang parah.

Dalam pelatihan ini, Anda akan mempelajari cara merancang alur kerja otomatis untuk peninjauan kebijakan dan evaluasi risiko berkala. Anda tidak perlu langsung membeli perangkat lunak yang mahal. Anda akan diajarkan logika penyusunan sistem informasi GRC yang dapat diadaptasi menggunakan infrastruktur teknologi yang sudah dimiliki kantor Anda.

Rundown

Rundown Pelatihan

Hari 1

WaktuAktivitas
08.00 – 08.15Registrasi & Pembukaan
08.15 – 09.30Modul 1: Pengantar Integrated GRC
09.30 – 10.15Modul 2: Keterkaitan Governance, Risk, dan Compliance
10.15 – 10.30Coffee Break I
10.30 – 12.00Modul 3: Kerangka Kerja Integrated GRC
12.00 – 13.00ISOMA
13.00 – 14.30Modul 4: Struktur Organisasi dan Tata Kelola GRC
14.30 – 15.00Studi Kasus: Desain Struktur Organisasi Integrated GRC
15.00 – 15.15Coffee Break II
15.15 – 16.15Modul 5: Integrasi Risk Register dan Compliance Register
16.15 – 16.30Refleksi Hari 1 & Penutupan

 

Hari 2

WaktuAktivitas
08.00 – 08.15Pembukaan Hari 2
08.15 – 09.30Modul 6: Teknologi dan Otomatisasi GRC
09.30 – 10.00Studi Kasus: Implementasi Teknologi GRC
10.00 – 10.15Coffee Break I
10.15 – 11.45Modul 7: Pelaporan GRC Terintegrasi
11.45 – 12.00Diskusi & Tanya Jawab
12.00 – 13.00ISOMA
13.00 – 14.30Modul 8: Workshop Studi Kasus Terintegrasi
14.30 – 15.00Presentasi Hasil Workshop
15.00 – 15.15Coffee Break II
15.15 – 16.00Diskusi Lanjutan & Konsolidasi Pembelajaran
16.00 – 16.15Post-Test
16.15 – 16.30Penutupan & Sertifikasi

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas*

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

*Syarat dan ketentuan berlaku untuk lokasi tertentu.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026

Januari

22–23

Februari

19–20

Maret

18–20

April

21–22

Mei

21–22

Juni

22–23

Juli

20–21

Agustus

20–21

September

17–18

Oktober

20–21

November

18–19

Desember

17–18

Investasi

Investasi Program

Durasi

2 Hari

program penuh

Online

Rp 3.500.000,-

per peserta

Offline

Rp 5.500.000,-

per peserta

Hubungi Kami

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Siapa saja yang direkomendasikan mengikuti Training Integrated GRC ini?

Program ini sangat disarankan bagi direktur, komisaris, manajer risiko, petugas kepatuhan (compliance officer), auditor internal, dan legal counsel perusahaan. Manajer unit operasional juga sangat dianjurkan hadir agar dapat memahami peran mereka sebagai pemilik risiko di lini pertama. Partisipasi lintas divisi ini membantu menciptakan sinergi tata kelola yang padu sesuai standar industri.

Sistem konvensional bekerja dalam kotak-kotak departemen terpisah dengan database risiko dan mekanisme audit masing-masing. Sebaliknya, pendekatan terintegrasi menyatukan seluruh taksonomi risiko, register kepatuhan, dan pengujian kontrol ke dalam satu kerangka kerja bersama. Berdasarkan studi empiris UnderDefense mengenai GRC, integrasi ini mampu menghemat biaya kepatuhan korporasi hingga 30 persen secara berkelanjutan.

Ya, Modul 6 secara khusus mengkaji penerapan teknologi dan otomatisasi dalam pengelolaan proses GRC modern. Peserta mempelajari kriteria pemilihan platform perangkat lunak, otomatisasi pengumpulan bukti audit, serta pembuatan dashboard eksekutif otomatis. Hal ini selaras dengan temuan kajian efektivitas tata kelola Gartner yang membuktikan platform terintegrasi melipatgandakan kinerja pengawasan internal.

Kerangka kerja terintegrasi mendokumentasikan setiap kewajiban hukum bersama dengan bukti kontrol yang relevan dalam satu repositori terpusat. Ketika auditor eksternal atau regulator meminta data, tim Anda dapat menyajikannya secara instan tanpa perlu mencari arsip dokumen fisik yang tercecer. Kesiapan audit setiap saat ini meminimalkan risiko temuan ketidakpatuhan dan sanksi denda administratif.

Pelatihan ini diselenggarakan intensif selama 2 hari kerja, baik secara tatap muka (offline) maupun daring (online interaktif). Metode pembelajaran menggabungkan ceramah interaktif, bedah kasus kegagalan tata kelola nyata, serta simulasi perancangan kerangka kerja kelompok pada Modul 8. Peserta juga mendapatkan akses konsultasi lanjutan dengan instruktur praktisi kami setelah pelatihan selesai.